Tentu saja hal ini mungkin akan mendapat pertentangan dari kelompok-kelompok tertentu yang menganggap pemberian kondom kepada remaja dapat memicu seks bebas. Tapi Menkes (Nafsiah Mboi menggantikan mendiang Endang Rahayu Sedyaningsih) berpendapat, jika pemahaman remaja mengenai kesehatan reproduksi sudah cukup baik, tidak perlu ada kekhawatiran idenya ini akan memicu seks bebas. Membaca berita di rubrik kesehatan kompas, judul beritanya: Menkes Dorong Penggunaan Kondom. Menteri kesehatan kita yang baru akan kampanye untuk mengurangi korban HIV/AIDS yang jumlahnya sangat besar. Kampanye ini menyasar kalangan muda usia 15-24 tahun, yang disebut kelompok seks berisiko.

Kalau dicermati, usia 15-24 adalah rentang usia anak yang sekolah di smp, smp, kuliah, sampai yang sudah bekerja. Mengkampanyekan kondom kepada remaja sama saja mensugesti mereka untuk melakukan seks bebas, yang sebenarnya justru bisa meningkatkan angka HIV/AIDS dan kehamilan yang tidak direncanakan karena kelalaian dan keteledoran. Tepok jidat….

Menurut berita tersebut, seks berisiko adalah seks yang berisiko menularkan penyakit atau memicu kehamilan yang tidak direncanakan. Hal ini dianggap penting karena kasus kehamilan yang tidak direncanakan terjadi pada remaja. GUBRAK!

Yang seharusnya dikampanyekan bukan penggunaan kondom, karena kampanye penggunaan kondom justru akan meningkatkan angka seks bebas, anak-anak muda akan berpikir “yang penting kan gak hamil, yang penting sama-sama enak” Kampanye ini tidak akan efektif, malah bisa jadi bumerang buat generasi muda. Masih muda, kok “disugesti” untuk melakukan seks bebas. Yang lebih aneh lagi, kok Departemen Kesehatan yang melakukannya. Padahal, masih ada cara lain jika mau menurunkan angka HIV/AIDS dan kehamilan yang tidak direncanakan. Misalnya mengajak para orang tua untuk meningkatkan pengawasan kepada putra-putrinya, karena pergaulan yang semakin luas.

Cara lain, menutup rumah bordil. Kenapa? Karena para pekerja seks komersial adalah korban sekaligus sumber penyakit, karena seringnya melayani banyak orang maka potensinya semakin besar. Industri malam memang tidak semuanya buruk, namun lebih berpotensi untuk menyebarkan dampak buruk ke masyarakat. Ironisnya, industri ini masih dipertahankan karena profitnya yang dikeruk oleh para pejabat.

Cara yang paling aman, sudah diajarkan oleh agama yaitu menikah. Menikah selain membangun kebahagiaan, juga menghindarkan kita terhindar dari penyakit menular seksual akibat seks bebas. Karena Kampanye kondom = kampanye free sex??

Sobat muda, save sex dengan kondom hanya sebuah tameng untuk ajakan free sex alias berzina yang mendapat legalitas atau ijin resmi. Dengan memakai kondom, seolah ingin dikatakan “Jangan takut melakukan free sex. Nggak perlu nikah dulu untuk bisa melakukan seks. Nggak perlu takut kena penyakit kelamin atau AIDS. Kan sudah pake kondom.” Yang cowok jadi merasa tenang dan damai melakukan seks bebas karena selain slogan save sex tadi, mereka juga tidak takut pacarnya akan hamil di luar nikah. Sedangkan bagi yang cewek juga sama saja. Kondom menjadi alat pembenar untuk melakukan seks dengan pacar karena risiko hamil jadi kecil. Yang terjadi adalah rusaknya generasi baik-baik menjadi sekumpulan generasi hobi berzina di masyakarat yang memang sudah sakit ini. Naudzubillah.

Dengan CINTA maka seseorang akan melindungi orang yang mereka cintai, bukan malah merusaknya dengan menghancurkan masa depan pasangan kita hanya demi nafsu setan semata. Karena pada dasarnya cinta itu memang bisa membutakan mata kita karena apa bila kita mencintai seseorang maka kita akan rela berkorban apapun demi membahagiakan orang yang kita cintai termasuk dengan memberikan harga diri bahkan nyawa sekalipun.

Tapi pernahkah kita berfikir, apakah orang yang kita sayangi atau cintai itu juga mau berkorban demi kita yang di cintainya..?? dan jawabannya belum tentu “iya”.

Dan yang utama, tingkatkan kedekatanmu dengan Allah Swt. Bila kamu dekat denganNya, maka tak akan ada celah bagi kamu untuk bermaksiat padaNya. Bukankah Dia Mahamelihat perbuatan hambaNya? Bukankah Dia pasti mencatat seluruh perbuatan hamba-hambaNya?

(ceritamu.com). Doni  , Jakarta

16/06/12

Ilustrasi: Kaskus.com

***

Merusak moral muda-mudi Muslim

Sudah dari tahun 1997-an dr Dadang Hawari yang juga da’i telah menyindir Nafsiah Mboi yang telah jadi “alat pabrik kondom” (?) untuk mengkampanyekan kondom dengan dalih mengurangi resiko AIDS. Padahal itu dusta belaka, menuurut dr Dadang Hawari. Karena fori-fori kondom jelas dapat ditembus oleh bakteri AIDS. Jadi zina aman pakai kondom itu suatu kebodohan ganda, sudah melanggar agama, masih pula tidak menyayangi dirinya dari bahaya penyakit kotor/ kelamin.

Kini di saat penyakit kotor kencing nanah kebal obat alias tidak mempan lagi diobati sedang melada dunia terutama Eropa (lihat artikel https://www.nahimunkar.org/15962/penyakit-kelamin-kencing-nanah-kebal-obat-dan-tidak-dapat-disembuhkan-menyebar-di-ero ), anehnya Nafsiah Mboi (muslimah yang bersuamikan orang bukan Islam?) yang sudah dikenal “gemar” kampanye kondom, tidak melek tentang bahaya-bahaya itu dan ingin jelas-jelas merusak generasi muda mayoitas muslim agar bejat moralnya dan terserang penyakit kotor. Itupun masih pula mengggunakan jabatannya sebagai menteri kesehatan.

Apakah masyarakat Indonesia mengharapkan kampanye model syetan semacam itu? Tentu saja sama sekali tidak.

 Ini marah! Boleh kan marah, demi melawan kampanye model syetan?!

(nahimunkar.com)

(Dibaca 784 kali, 1 untuk hari ini)