Saudi Foreign Minister Adel Al-Jubeir speaks during a joint news conference with his Jordanian counterpart Nasser Judeh at the Ministry of Foreign Affairs in Amman, Jordan, July 9, 2015. REUTERS/Majed Jaber

Arab Saudi kembali memperingatkan Iran agar tidak melakukan campur tangan di negara-negara kawasan Teluk dan tidak melakukan kekacauan-kekacauan di kawasan tersebut.

“Iran telah melanggar hukum internasional dengan memberikan dukungan kepada Assad, Hizbullah, dan Hutsi. Dia harus mengubah kebijakan luar negerinya sehingga masyarakat internasional dapat menangani masalah-masalah yang ada,” kata Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel Al-Jubeir.

Jubeir menambahkan bahwa Iran berada di belakang sejumlah operasi militer yang mengancam keamanan kawasan Teluk. Sejauh ini Saudi menilai tak ada perubahan kebijakan dari Iran.

“Dan kami benar-benar meyakini bahwa Iran tengah berusaha memasok persenjataan ke Bahrain, Kuwait, dan Arab Saudi,” ujar Al-Jubeir.

“Iran harus memutuskan apakah ingin berperang atau damai, dan bahkan jika ingin perang, mereka juga tidak menghormati hukum internasional tentang perang,” imbuh Al-Jubeir. Demikian sebagaimana dilansir dariArabnews, Senin, (5/9/2016).

Al-Jubeir menyarankan Iran agar kembali ke masyarakat internasional dan membangun hubungan baru dengan negara-negara di kawasan Teluk.

“Kami sangat berharap bahwa sebagai bangsa yang besar, dengan sejarah dan rakyat yang besar Iran akan dapat mengubah kebijakan mereka,” Al-Jubeir menambahkan.

Seperti diketahui, Hubungan Arab Saudi dan Iran terus memanas setelah pengunjuk rasa menyerang dan membakar kantor diplomatik Saudi di Teheran. Arab Saudi memutuskan hubungan diplomatiknya dengan Iran. Dan baru-baru ini, Iran telah mempersiapkan beberapa kekuatan andalan militer untuk menghadapi Saudi.

Sumber : abayyunnews.com – September 5, 2016

(nahimunkar.com)

(Dibaca 5.673 kali, 1 untuk hari ini)