Menteri Luar Negeri Saudi Adel Al-Jubeir mengatakan bahwa Arab Saudi, yang dipimpin oleh Penjaga Dua Masjid Suci Raja Salman Abdulaziz, memberikan perhatian yang cukup besar dalam urusan pengungsi Suriah dan menekankan bahwa warga Suriah menikmati hak yang sama untuk perawatan kesehatan, pendidikan dan lapangan kerja di Arab Saudi.

Saat menghadiri KTT Kemanusiaan Dunia (World Humanitarian Summit) yang diselenggarakan di Istanbul 23-24 Mei 2016, Menteri Luar Negeri Saudi mengatakan bahwa lebih dari dua juta warga Suriah telah bermukim di KSA sejak awal krisis, dan menambahkan bahwa “Tidak ada kamp atau tenda untuk pengungsi Suriah di KSA. Sebaliknya, mereka menikmati hak yang sama untuk perawatan kesehatan, pendidikan dan pekerjaan “.

Al-Jubeir menunjukkan bahwa KTT Kemanusiaan Dunia adalah sebuah KTT yang pertama dari jenisnya dan merupakan langkah penting dalam pengembangan dan perkembangan kegiatan amal dan kemanusiaan untuk melayani umat manusia.

Menteri Luar Negeri Saudi mengadakan pertemuan kemarin dengan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon di antara acara KTT Kemanusiaan Dunia pertama yang diselenggarakan di kota Istanbul Turki. Dalam pertemuan tersebut, mereka membahas topik dalam agenda KTT. Mereka juga membahas upaya Arab Saudi untuk mengembangkan aspek kerjasama antara Arab Saudi dan PBB dan berbagai program dan lembaga, terutama di bidang kemanusiaan dan pembangunan. Dukungan yang diberikan oleh KSA kepada Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina di melalui UNRWA juga termasuk dalam pembicaraan.

Selain ini, perkembangan isu-isu regional dan internasional juga ditinjau pada pertemuan tersebut. Ketua Departemen Media di Kementerian Luar Negeri dan Duta Besar Osama Naqli, Duta Besar Saudi untuk Turki Dr Adil Murad Mirdad dan Asisten Wakil Kementerian Luar Negeri untuk Hubungan Multi-Lateral, Duta Besar Ali Jaafar juga menghadiri pertemuan tersebut.

Asharq Al-Awsat/Middle East Update/portalpiyungan.com – Jumat, 27 Mei 2016

(nahimunkar.com)

(Dibaca 210 kali, 1 untuk hari ini)