MENTERI Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Saud Al-Faisal pada hari Kamis (25/9/2014) menyerukan kepada masyarakat internasional untuk mengambil “langkah-langkah praktis melemahkan rezim Suriah,” sambil menegaskan kembali kebutuhan untuk isolasi politik Bashar Assad.

Pangeran Saud juga berjanji untuk mengambil langkah-langkah pencegahan untuk memerangi ekstremisme dan mengekang teror, seperti Negara Islam (IS) dan Al-Qaeda, sementara mendesak aksi internasional untuk mengakhiri konflik di Suriah.

Berbicara atas nama Kerajaan pada pertemuan Majelis Umum PBB di New York, Pangeran Saud mengidentifikasi konflik di Suriah dan Irak sebagai prioritas utama dan mendesak.

“Posisi Arab Saudi adalah dan masih mendukung oposisi Suriah yang moderat dan memerangi kelompok teroris di wilayah Suriah, tetapi pertempuran kami dengan terorisme harus dimulai dengan penghapusan ketidakadilan yang diproduksi di rezim suriah,” tegasnya.

Arab Saudi memainkan peran kunci dalam operasi pimpinan AS di Suriah dan Irak. Berjanji untuk bersikap tegas, namun selalu adil, Pangeran Saud mengatakan kepada Majelis Umum PBB bahwa rezim Suriah telah “kehilangan legitimasi karena praktek-praktek tidak manusiawi dan kebijakan yang telah menciptakan lingkungan yang subur bagi terorisme.”

“Oleh karena itu kami tidak menemukan solusi untuk dilema ini, tetapi kami ingin membasmi rezim dari panggung politik.”

Dia menyerukan perlindungan warga sipil, sementara mengacu pada keengganan rezim Suriah untuk mencapai penyelesaian yang adil terhadap krisis di negara yang dilanda perang.

“Banyak bukti menunjukkan bahwa rezim Suriah adalah aliran pertama munculnya IS,” pungkasnya. [ds/islampos/arabnews]

(nahimunkar.com)

(Dibaca 888 kali, 1 untuk hari ini)