Anak keturuan dan antek-antek PKI selalu berusaha menutupi FAKTA SEJARAH kekejaman PKI yang telah melakukan 4 kali pemberontakan. Bahkan mereka malah berusaha MEMBELOKAN SEJARAH dan mengklaim sebagai korban.

Pelaku sejarah, Letjend (Purn) Sintong Panjaitan tidak setuju jika PKI diposisikan sebagai korban pelanggaran HAM.

Sintong yang pernah bertugas sebagai prajurit di Resimen Pasukan Komando Angkatan Darat (RPKAD) menegaskan jika PKI bukanlah korban melainkan pelaku.

Sejarawan Ahmad Mansur Suryanegara juga menegaskan “PKI BUKAN KORBAN KEGANASAN. TAPI JUSTRU PKI LAH PELAKU PEMBANTAIAN. Terakhir terhadap PAHLAWAN REVOLUSI di Lubangbuaya.”

Ahmad Mansur mengemukakan sejarah mencatat PKI melakukan Empat Kali Kudeta:

(1) Kudeta PKI di Cirebon, 12 Februari 1946

(2) Kudeta PKI di Jogja 3 Juli 1946

(3) Kudeta PKI di Madiun 19 September 1948 dipimpin oleh Amir dan Muso.

(4) Dan terakhir Kudeta G30S PKI di Jakarta 30 September 1965 dipimpin DN Aidit. Yang terakhir ini PKI sebagai pelaksana dari rencana Kudeta RRC (Republik Rakyat Cina).

Berikut diantara penuturan keluarga korban kekejaman PKI.

JAS MERAH! JANGAN SEKALI-KALI MELUPAKAN SEJARAH.

JANGAN MENUNGGU TERULANG KEJADIAN, BARU TERSADAR, TERLAMBAT.

SEBARKAN…

AGAR GENERASI MUDA TAHU

DAN TIDAK DIBODOHI ANTEK-ANTEK PKI.

Sumber : buletinsatu.com

(nahimunkar.com)