Menorah Yahudi dan Israeli Minded Ada di Manado

Logo UIN Jakarta Bertulisan Arab Al-Qur’anul Kariem Dicopot dan Diganti dengan Latar Biru “Yahudi”?

Menorah Yahudi diakui memang itu menara Yahudi. Pemda (pemerintah daerah) Minahasa Utara Sulawesi Utara telah membuat Menorah Yahudi berdasarkan isi Kitab Perjanjian Lama (Taurat).

Keadaan mencolok berupa penonjolan symbol Yahudi itu dibangun dan dibiayai Pemerintah Daerah. Menurut harian New York Times, menara setinggi 19 meter di ketinggian 600 meter daripermukaan laut ini disebut sebagai menara Yahudi. Dibangun Pemda setempat dengan biaya US$. 150.000.

Disamping itu masih pula di Manado ada aksi yang disebut “Israeli minded” berupa pengibaran bendera Zionis-Israel di tempat umum, pemasangan stiker di kendaraan-kendaraan, hingga penamaan pangkalan ojek dengan nama Israel.

Meskipun demikian, tampaknya Jakarta masih tutup mata. (lihat nahimunkar.com, Manado Bangun Menorah Yahudi Terbesar Sedunia, Jakarta Tutup Mata? December 1, 2010 10:17 pm admin, https://www.nahimunkar.org/manado-bangun-menorah-yahudi-terbesar-sedunia-jakarta-tutup-mata/#more-3903).

Dengan adanya gejala symbol Yahudi yang sudah terang-terangan bahkan dibiayai Pemda secara resmi, dan ditingkahi dengan aksi lainnya yang pro Israel, tidak dapat dimaknakan lain kecuali hanya untuk menunjukkan dada demi menghadapi Ummat Islam. Sama sekali bukan untuk menghadapi orang Kristen ataupun menghadapi kristenisasi, karena justru pengusul maupun pelaksana aksi adalah dari kelompok Kristen, menurut pengakuan pihak Yahudi di Minahasa Utara.

Yang lebih memprihatinkan lagi, yang kemungkinan ada gejala ingin mendekat-dekat Yahudi bukan hanya dari pihak Kristen seperti DPRD dan Pemda Minahasa Utara, tetapi ada pula dari pihak yang mengaku Islam bahkan lembaga pendidikan tinggi Islam di antaranya UIN Jakrata. Logo IAIN/ UIN Jakarta yang tadinya masih ada tulisan Arab القرآن الكريم al-Qur’anul Kariem” di atas symbol kitab, kini sudah diganti beberapa waktu lalu, tidak ada tulisan Arab “Al-Qur’anul Kariem” lagi, dan bahkan dilatari oleh gambar bulat berwarna biru, dimana orang tentu saja dapat mengasosiasikan bahwa bintang david Yahudi mempunyai warna dasar biru.

Masalah symbol atau logo UIN Jakarta insya Allah akan kita baca lagi setelah menyimak berita dari Minahasa Utara liputan hidayatullah.com ini:

“Menorah Memang Menara Yahudi”

Pemda Minahasa Utara telah membuat Menorah berdasarkan isi Kitab Perjanjian Lama

Hidayatullah.com—Ketua Indonesia Jews Community (IJC), Yaacov Baruch mengatakan, monumen berbentuk tempat lilin di Minahasa Utara, Sulawesi Utara memang simbol khas Yahudi bernama “menorah”.

Kata Yaacov, Pemda Minahasa Utara secara sadar atau tidak telah membuat Menorah itu berdasarkan isi Kitab Perjanjian Lama yang merupakan ajaran Musa yang merupakan Nabi orang Yahudi. “Menorah adalah ornamen penerang dalam “Bait Suci” di Jerusalem,” kata Yaacov kepada www.hidayatullah.com dalam wawancara dengannya di Manado, Rabu (15/12).

Yaacov mengatakan, meski senang dengan keberadaan Menorah itu, dia mengaku tidak berniat untuk melakukan acara ibadah Yahudi di tempat itu. Karena pembuatan Menorah itu tidak sesuai dengan ajaran Yahudi.

Yaacov menilai, aksi-aksi pro Zionis-Israel yang kerap ditunjukkan banyak umat Kristiani, terutama di Manado, justru membahayakan pemeluk Yahudi di bumi Minahasa tersebut. Aksi yang disebutnya “Israeli minded” itu berupa pengibaran bendera Zionis-Israel di tempat umum, pemasangan stiker di kendaraan-kendaraan, hingga penamaan pangkalan ojek dengan nama Israel.

Yaacov menilai, aksi-aksi itu sebenarnya bukan semata cerminan pro Yahudi atau pro Israel, tapi lebih kepada rasa jengkel mereka terhadap kelompok-kelompok tertentu di negeri ini, seperti FPI (Front Pembela Islam) misalnya.

“Hal-hal seperti itu malah membuat komunitas Yahudi di Indonesia, khususnya di Manado, menjadi bulan-bulanan. Yahudi dengan Zionisme itu berbeda. Tidak semua Yahudi mendukung adanya negara Zionis-Israel, terutama Yahudi ortodoks,” kata Yaacov  yang kini menjadi rabbi Yahudi ortodoks untuk komunitas Yahudi di Sulawesi Utara ini. [Sur/www.hidayatullah.com]

Hidayatullah.com, Thursday, 16 December 2010 05:06 NASIONAL

Beda orang Yahudi Minahasa Utara dan orang UIN Jakarta

Kalau orang Yahudi di Minahasa Utara masih ada keterus terangannya bahwa Menorah itu memang Menara Yahudi dan dibangunnya berdasarkan kitab Perjanjian Lama, tampaknya berbeda pengakuan tentang pencopotan logo UIN Jakarta yang Islami diganti dengan yang Yahudiyawi (?). Karena pihak petinggi UIN Jakarta tidak berterus terang sebagai berbau Yahudi.

Inilah beritanya:

Logo Baru UIN Tanpa Tulisan Arab Al-Qur’anul Kariem

November 14, 2008 4:58 am admin Artikel

Logo Baru UIN

Tanpa Tulisan Arab Al-Qur’anul Kariem

SEBUAH logo tidak sekedar menampilkan keindahan seni grafis, tetapi justru untuk memancarkan makna filosofis di baliknya. Perubahan logo UIN (Universitas Islam Negeri, dahulu IAIN- Institut Agama Islam Negeri) Jakarta nampaknya mempertegas kecurigaan Ummat  Islam selama ini, bahwa di sana ada kencenderungan membawa mahasiswanya ke arah yang justru bertolak-belakang dengan ajaran Islam.

Selama ini, Ummat Islam mencurigai di UIN atau IAIN selain ada pemurtadan, juga menjadi pabrik sepilis (sekularisme, pluralisme agama, dan liberalisme) yang telah diharamkan oleh MUI (Majelis Ulama Indonesia) secara nasional dalam Munas (Musyawarah Nasional) Ulama, Juli 2005. Dan ada gejala, sepilis merupakan cara yang ditempuh petinggi UIN untuk menyelundupkan ajaran komunisme dan atheisme di UIN. (lihat artikel berjudul Gejala Bahaya Laten Neo Komunisme di UIN, November 2, 2008 9:44 pm; juga artikel berjudul Membenci Islam, Menjajakan Sekulerisme Bermuara Komunisme dan Atheisme, November 7, 2008 4:50 am).

Menurut penjelasan Prof Dr Komaruddin Hidayat, Rektor UIN Jakarta, logo baru UIN Jakarta terdiri dari empat elemen, yakni bola dunia, partikel atom, kitab suci, dan tulisan “UIN”. Gambar bola dunia yang berwarna biru, mewakili makna filosofis UIN Jakarta yang ber-wawasan universal dan juga misi Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin.

Sedangkan partikel atom berwarna emas, menggambarkan keilmuan dan dinamika serta keajegan hukum alam (sunnatullah) yang diperintahkan Allah untuk selalu dibaca dan diteliti demi kesejahteraan ummat manusia. Partikel itu juga dapat dilihat sebagai bunga lotus atau sidrah (sidrah al-muntaha), yakni lambang cita-cita setiap mukmin untuk menggapai pengetahuan kebenaran tertinggi (ma’rifah al-haq).

Untuk gambar kitab suci dipilih warna putih dengan garis tepi berwarna kehijauan, melambangkan sumber inspirasi dan kaidah hukum serta moral bagi pengembangan UIN Jakarta. Sementara tulisan “UIN” berwarna biru melambangkan kedalaman ilmu, kedamaian, dan kepulauan nusantara yang berada di antara dua lautan besar, yakni sebuah wilayah yang mempertemukan berbagai peradaban dunia. Selain itu, menurut Komar, terdapat juga garis putih horizontal yang membelah tulisan “UIN”. Garis ini merupakah pengikat UIN Jakarta sebagai universitas yang kuat (sirah al-mustaqim).

Namun, bagi sebagian mahasiswa UIN, logo baru tadi justru dianggap kian jauh dari nilai dan identitas UIN sebagai kampus Islam. Apalagi, partikel atom yang berwarna emas jelas-jelas merupakan lambang Yahudi. Mahasiswa UIN ini juga menilai, jelas sekali bahwa sambungan partikel atom itu membentuk sebuah lambang bintang david, apalagi dilatari oleh gambar bulat berwarna biru, dimana bintang david mempunyai warna dasar biru.

Begitu juga dengan gambar buku berwarna putih dengan garis hijau yang diklaim sebagai filosofi kitab suci (Al-Qur’an?), menurut sang mahasiswa, sangat jauh sekali dari makna dimaksud. “Bahkan bisa saja saya atau orang lain mengatakan itu adalah buku biasa, koran, Kitab Taurat, Injil, atau kitab Yahudi (Talmud).” Begitu pendapat sang mahasiswa yang kecewa dengan logo baru kampusnya itu.

https://www.nahimunkar.org/logo-baru-uin-tanpa-tulisan-arab-al-qur%E2%80%99anul-kariem/#more-172

Perlu disimak kembali ayat-ayat Al-Qur’an, hadits Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, pelajaran Sierah dan Tarikh Islam tentang betapa berbahayanya ketika orang Yahudi (dan yang meniru watak Yahudi) diberi amanah. Bahkan ketika Ummat Islam bersatu di bawah kepemimpinan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam saja, orang-orang Yahudi Bani Nadhir, Bani Qainuqa’, dan Bani Quraidhah semuanya mengingkari perjanjian. Hingga mereka mesti diusir, diperangi, dan yang Yahudi Bani Quraidhah diekskusi. Itu semua karena bahaya mereka sangat tinggi akibat mengingkari perjanjian.

Orang-orang yang mengaku Islam tetapi jiwanya condong atau bahkan mendukung Yahudi, maka perlu menyimak kembali tentang Pengusiran Bani Nadhir dari Madinah yang diabadikan dalam ayat suci firman Allah Ta’ala:

سَبَّحَ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ (1) هُوَ الَّذِي أَخْرَجَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ مِنْ دِيَارِهِمْ لِأَوَّلِ الْحَشْرِ مَا ظَنَنْتُمْ أَنْ يَخْرُجُوا وَظَنُّوا أَنَّهُمْ مَانِعَتُهُمْ حُصُونُهُمْ مِنَ اللَّهِ فَأَتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ حَيْثُ لَمْ يَحْتَسِبُوا وَقَذَفَ فِي قُلُوبِهِمُ الرُّعْبَ يُخْرِبُونَ بُيُوتَهُمْ بِأَيْدِيهِمْ وَأَيْدِي الْمُؤْمِنِينَ فَاعْتَبِرُوا يَا أُولِي الْأَبْصَارِ [الحشر/1، 2]

1. Telah bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan bumi; dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

2. Dia-lah yang mengeluarkan orang-orang kafir di antara ahli kitab dari kampung-kampung mereka pada saat pengusiran yang pertama[1463]. Kamu tidak menyangka, bahwa mereka akan keluar dan merekapun yakin, bahwa benteng-benteng mereka dapat mempertahankan mereka dari (siksa) Allah; maka Allah mendatangkan kepada mereka (hukuman) dari arah yang tidak mereka sangka-sangka. Dan Allah melemparkan ketakutan dalam hati mereka; mereka memusnahkan rumah-rumah mereka dengan tangan mereka sendiri dan tangan orang-orang mukmin. Maka ambillah (kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, hai orang-orang yang mempunyai wawasan.

[1463]. Yang dimaksud dengan ahli kitab ialah orang-orang Yahudi Bani Nadhir, merekalah yang mula-mula dikumpulkan untuk diusir keluar dari Madinah.

Kalau orang Gereja dalam memusuhi Islam sampai terang-terangan membakar Al-Qur’an, maka orang Islam yang memusuhi Islam (?) cukup mencopot logo UIN Jakarta yang ada tulisannya القرآن الكريم Al-Qur’anul Kariem” diganti dengan yang tidak ada tulisannya itu lagi dan dapat diasosiasikan sebagai berlatar warna biru Yahudi. Apakah memang demikian, wallahu a’lam.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.668 kali, 1 untuk hari ini)