Ilustrasi


indopos.co.id – Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyatakan, sebanyak 4,1 juta anak Indonesia ditelantarkan orang tuanya. Penyebabnya, menurut dia adalah dipicu oleh perilaku yang kurang bermartabat dari orang tuanya.

“ Kita sangat prihatin dengan banyak bermunculan kasus penelantaran anak seperti Angeline, kasus Cibubur hingga kasus GT yang dianiaya oleh orang tuannya,” ujar Khofifah Indar Parawansa ketika mengunjungi Ponpes Metal di Pasuruan, Jawa Timur, Minggu(5/7).

Ia mengatakan, mengasuk anak itu merupakan perbuatan hukum dan diatur oleh perundang-undangan. Program perlindungan anak, dikatakan olehnya adanya hak-hak anak yang harus dipenuhi oleh orang tua.

” Pertama kewajiban orang tua adalah memenuhi hak anak,” tegasnya.

Tidak hanya itu, ia menambahkan membiarkan anak terlantar juga merupakan pelanggaran hukum pidana. Salah satu program pemerintah terkait perlindungan hak-hak anak salah satunya adalah pemenuhan untuk memperoleh pendidikan.

Oleh karena itu, ia mengungkapkan, anak-anak terlantar yang berada di panti sosial atau LKSA berhak menerima manfaat Kartu Indonesia Pintar dan Kartu Indonesia Sehat(KIS). “ Program kartu sakti ini harus dimanfaatkan, karena negara sudah menganggarkannya untuk anak-anak di panti asuhan atau LKSA,” tukasnya.(nas)

Sumber : indopos.co.id – Senin, 6 Juli 2015

(nahimunkar.com)

(Dibaca 782 kali, 1 untuk hari ini)