Penjajah kafir Belanda punya antek khusus bikinannya bernama lascar Cina Po An Tui yang lebih kejam ketika menghadapi para pejuang kemerdekaan. Hingga tawanan pun dibunuhi oleh Po An Tui, padahal secara internasional tentunya itu merupakan kejahatan perang.

Kejamnya Milisi Cina Indonesia ‘Po An Tui’ Terhadap Kaum Pribumi

Posted on 18 Maret 2014

by Nahimunkar.com

 


Bukti nyata Cina Indonesia antek penjajah.

 Milisi Cina Indonesia yang dikenal sebagai ‘Po An Tui’ yang dibentuk oleh Administrasi Belanda untuk membantu mereka melawan Pejuang Indonesia. Beberapa unit (seperti di Jawa Tengah) Laskar Cina Indonesia  ini terlibat dalam Agresi, dan beberapa dugaan mereka melakukan kejahatan perang dengan membunuh POW (tawanan perang) di Temanggung./ militaryphotos.net/forums https://www.nahimunkar.org/kejamnya-milisi-cina-indonesia-po-tui-terhadap-kaum-pribumi/

 

Para Pejuang Islam, Laskar Hizbullah dan Sabilillah, Bertakbir Allahu Akbar

Para pejuang Islam lah yang menghadapi penjajah kafir Belanda dan anteknya itu. Lafal kafir itu dipandang melekat di diri penjajah kafir Belanda dan antek2nya, hingga ketika para pejuang Islam yang memperjuangkan kemerdekaan maju ke medan perang maka memekikkan takbir Allahu Akbar.

Bahkan ketika mempertahankan kemerdekaan (pertempuran 10 November 1945 di Surabaya) dari rongrongan penjajah kafir Belanda / sekutu yang hendak menjajah kembali Indonesia pun para pejuang Islam memekikkan takbir, Allahu Akbar. Sedang lascar-laskar pejuang Islam yang mengusir dan beperang melawan penjajah kafir Belanda/ tantara sekutu itupun tantara pejuang Islam Namanya Islami, di antaranya adalah lascar Hizbullah (partai Allah) dan Sabilillah (perang di jalan Allah).


PIN Anggota Lasykar Hizbullah (wajib baca.com)

 

Dari situ, jelaslah, perjuangan kemerdekaan yang mengorbankan darah, jiwa dan raga itu adalah perjuangan para pejuang Islam dengan lascar Islami (lascar Hizbullah, Sabilillah), dan teriakan takbir Alahu Akabr lafal agung Islami. Semangat itu didasari untuk mengusir penjajah kafir. Hingga dikenal perjuangannya dengan perang sabil (perang di jalan Allah melawan orang kafir).

Di balik itu, dalam sejarah, pengkhianat bangsa dan gerombolan pemberontak serta pembantai umat Islam adalah PKI (Partai Komunis Indonesia). Peristiwa pemberontakan PKI Madiun 1948 sangat sadis dan kejam, membantai para Ulama, kyai dan umat Islam. Selanjutnya, PKI memberontak lagi dalam peristiwa G30 S PKI 1965. Hingga akhirnya PKI resmi dilarang di Indonesia.

Inilah Salinan teksnya.

***

MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT SEMENTARA

REPUBLIK INDONESIA

KETETAPAN

MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT SEMENTARA

REPUBLIK INDONESIA

NO. : XXV/MPRS/1966

TENTANG

PEMBUBARAN PARTAI KOMUNIS INDONESIA. PERNYATAAN SEBAGAI ORGANISASI

TERLARANG DISELURUH WILAYAH NEGARA REPUBLIK INDONESIA BAGI PARTAI

KOMUNIS INDONESIA DAN LARANGAN SETIAP KEGIATAN UNTUK MENYEBARKAN

ATAU MENGEMBANGKAN FAHAM ATAU AJARAN KOMUNIS/MARXISME-LENINISME

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT SEMENTARA

REPUBLIK INDONESIA

Menimbang :

a. Bahwa faham atau ajaran Komunisme/Marxisme-Leninisme pada hakekatnya bertentangan

dengan Pancasila;

b. Bahwa orang-orang dan golongan-golongan di Indonesia yang mengenal faham atau ajaran

Komunisme/Marxisme-Leninisme, khususnya Partai Komunis Indonesia, dalam sejarah

Kemerdekaan Republik Indonesia telah nyata-nyata terbukti beberapa kali berusaha

merobohkan kekuasaan Pemerintah Republik Indonesia yang sah dengan cara kekerasan.

c. Bahwa berhubung dengan itu, perlu mengambil tindakan tegas terhadap Partai Komunis

Indonesia dan terhadap kegiatan-kegiatan yang menyebabkan atau mengembangkan faham

atau ajaran komunisme/Marxisme-Leninisme.

Mengingat :

Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 1 ayat (2) dan Pasal 2 ayat (3).

Mendengar :

Permusyawaratan dalam rapat-rapat MPRS dari tanggal 20 Juni sampai 5 Juli 1966.

MEMUTUSKAN :

Menetapkan :

KETETAPAN TENTANG PEMBUBARAN PARTAI KOMUNIS INDONESIA, PERNYATAAN

SEBAGAI ORGANISASI TERLARANG DISELURUH WILAYAH NEGARA REPUBLIK

INDONESIA DAN LARANGAN SETIAP KEGIATAN UNTUK MENYEBARKAN ATAU

MENGEMBANGKAN FAHAM ATAU AJARAN KOMUNISME/MARXISME-LENINISME.

Pasal 1

Menerima baik dan menguatkan kebijaksanaan Presiden/ Panglima Tertinggi Angkatan

Bersenjata Republik Indonesia/ Pemimpin Besar Revolusi/ Mandataris Majelis Permusyawaratan

Rakyat Sementara, berupa pembubaran Partai Komunis Indonesia termasuk semua bagian

organisasinya dari tingkat pusat sampai ke daerah beserta semua organisasinya yang seazas/

berlindung/ bernaung dibawahnya dan pernyataan sebagai organisasi terlarang di seluruh

2

wilayah kekuasaan Negara Republik Indonesia bagi Partai Komunis Indonesia, yang dituangkan

dalam Keputusannya tanggal 12 Maret 1966 No. 1/S/1966, dan meningkatkan kebijaksanaan

tersebut diatas menjadi Ketetapan MPRS.

Pasal 2

Setiap kegiatan di Indonesia untuk menyebarkan atau mengembangkan faham atau ajaran

Komunisme/Marxisme-Leninisme dalam segala bentuk dan manifestasinya, dan penggunaan

segala macam aparatur serta media bagi penyebaran atau pengembangan faham atau ajaran

tersebut dilarang.

Pasal 3

Khususnya mengenai kegiatan mempelajari secara ilmiah, seperti pada Universitas-universitas,

faham Komunisme/Marxisme-Leninisme dalam rangka mengamankan Pancasila dapat dilakukan

secara terpimpin dengan ketentuan bahwa Pemerintah dan DPR-GR diharuskan mengadakan

perundang-undangan untuk pengamanan.

Pasal 4

Ketentuan-ketentuan di atas, tidak mempengaruhi landasan dan sifat bebas aktif politik luar

negeri Republik Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta

Pada tanggal 5 Juli 1966

 

MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT SEMENTARA

REPUBLIK INDONESIA

Ketua,

Ttd

(DR. AH. Nasution)

Jenderal TNI

Wakil Ketua

Ttd

(Osa Maliki)

Wakil Ketua

Ttd

(HM. Sumchan ZE)

Wakil Ketua

Ttd

(M. Siregar)

Wakil Ketua

Ttd

(M a s h u d i)

Brigjen TNI

Sesuai dengan aslinya

Administrator Sidang Umum ke-IV MPRS

Ttd

(Walujo Puspo Judo)

Mayjen TNI

 

Sumber: https://radenfatah.ac.id

***

Sejarah, Kronologi Dan Daftar Kekejaman PKI Di Indonesia Sejak 1945-1965

Posted on 28 September 2018

by Nahimunkar.com

 


Tanggal 17 September 1948 : PKI menculik para Kyai Pesantren Takeran di Magetan Jawa Timur. KH Sulaiman Zuhdi Affandi digelandang secara keji oleh PKI dan dikubur hidup-hidup di sumur pembantaian Desa Koco, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan. Di sumur tersebut ditemukan 108 (seratus delapan) kerangka jenazah korban kebiadaban PKI. Selain itu, ratusan orang ditangkap dan dibantai PKI di Pabrik Gula Gorang Gareng.

Tanggal 8 – 11 September 1957 : Kongres Alim Ulama Seluruh Indonesia di Palembang – Sumatera Selatan mengharamkan ideologi Komunis. https://www.nahimunkar.org/sejarah-kronologi-dan-daftar-kekejaman-pki-di-indonesia-sejak-1945-1965-2/

***

Berserakan Gejala Mental Penjajah Kafir

Dengan kenyataan sejarah seperti itu, anehnya kini berserakan gejala mental penjajah kafir yang justru sinis kepada Islam, hingga sangat benci dengan mempersoalkan hal-hal yang dianggap sebagai symbol Islam. Sebaliknya, begitu menutupinya kejahatan Po An Tui lascar cina pengkhianat yang jadi antek penjajah kafir Belanda. Bahkan lebih dari itu, begitu longgar dadanya terhadap manusia yang bangga terhadap kebiadaban PKI pemberontak yang telah membantai Umat Islam dengan sadisnya.

Gejala itu hanyalah mengidap pada manusia2 yang bermental penjajah kafir Belanda atau antek2 dan penerus kebiadaban PKI pemberontak.

***


Yang Ngaku “Aku Bangga Jadi Anak PKI” Bisa Lolos DPR, Kenapa Bendera Tauhid Enzo Dipermasalahkan??



[PORTAL-ISLAM.ID]  Yang Ngaku “Aku Bangga Jadi Anak PKI” Bisa Lolos DPR, Kenapa Bendera Tauhid Enzo Dipermasalahkan??

(1) Ribka Tjiptaning

Adalah politisi PDIP, lolos menjadi anggota DPR RI tiga periode. 2009-2014, 2014-2019, dan pileg 2019 kemarin juga lolos ke Senayan dari Dapil Jawa Barat IV (Kab. Sukabumi, dan Kota Sukabumi)

Ribka Tjiptaning mungkin segelintir anak anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) yang berani bicara secara blak-blakan, bahkan mengaku bangga. Bukan cuma terbuka dalam berbagai kesempatan, wanita yang akrab disapa Ning ini juga sempat menulis buku “Aku Bangga jadi Anak PKI“.

Menurut Ning, tak ada yang patut ditutup-tutupi soal dirinya. Dua orang tuanya memang sosok yang sangat pantas untuk dibanggakan. “Bapak itu figur yang baik, prinsip hidupnya di dunia ini hanya ada dua ajaran yakni baik dan buruk sehingga tak ada perbedaan kelas,” kata Ning saat ditemui CNN Indonesia di ruang kerjanya di Kompleks DPR. Sementara sang ibu menurut Ning selalu mengajarkan cinta kasih.

Ning dilahirkan di tengah keluarga mapan. Maklum, ayahnya Raden Mas Soeripto Tjondro Saputro memiliki sebuah pabrik paku di Solo. “Di Solo sampai sekarang masih banyak yang tahu bapakku,” ujar Ning.

Di PKI, Suripto memang tak masuk dalam jabatan struktural. Setahu Ning, bapaknya itu salah satu anggota biro khusus PKI. Meski bukan pentolan PKI, tak sembarangan orang bisa bertemu dengannya. Hanya beberapa gelintir orang di PKI dan organisasi di bawahnya yang bisa menghadap ayah Ning kala itu.

 

Link: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20150929180907-20-81660/ribka-tjiptaning-yang-tak-pernah-malu-jadi-anak-pki

 

(2) Enzo Zenz Allie

 

Seorang WNI blasteran Prancis-Indonesia. Lulus menjadi Taruna Akademi Militer TNI 2019.

 

Seorang santri, bacaan Al-Quran bagus, hafal 1 juz, menguasai 4 bahasa Asing: Inggris, Prancis, Italia, Arab.

 

Anak yatim. Bukan anak PKI.

 

Kenapa hanya karena fotonya mengibarkan bendera Tauhid lantas dipermasalahkan?

 

Bahkan seorang Mahfud MD menyebut TNI kecolongan karena meloloskan Enzo sebagai Taruna Akmil.

 



Ada apa dengan mu Prof?

 

Lebih berbahaya Enzo dengan bendera Tauhidnya? Dibanding anak PKI yang bangga dengan itu?

 

Itukah tugas dari anggota Dewan Pengarah di Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dengan gaji ratusan juta??? Mewaspadai Bendera Tauhid? 

 

Kok bs ya anggota BPIP, seorang profesor hukum, cerdik cendekia, merendahkan TNI dan membully anak 18 thn yg bkn siapa2. Ckckck… sdh kekurangan lawan pak? https://t.co/ostREo8UdD

— Bu Carik (@luviku) August 10, 2019

@Puspen_TNI @tni_ad Jngan pernah mengeluarkan Adik kami Enzo dr AkMil @mohmahfudmd hai calon jenazah,busukny pikiran mu krna uang 100jt dr BPIP..Jngan mulutmu kau gunakan ntu’ mengomentari Enzo tapi pejabat rusak moral kau pura² buta dan tuli!! Menjijikan..

— Pantesan Lo ToGog (@OtakLo_jamuran) August 10, 2019

/prtlislm 10/8 2019

 

(nahimunkar.org)

(Dibaca 453 kali, 1 untuk hari ini)