Habib Zein berikan buku bahaya Syiah kepada Menag di Kantor Kemenag, Rabu 925/2/2015)/Foto: Zakir Salmun

Menteri Agama Siap Ikuti Fatwa MUI terkait Kesesatan Syiah

Soal RUU Perlindungan Umat Beragama, Ustaz Al Khaththath sekjen FUI mengungkapkan kepada Menag supaya mencabut RUU tersebut. Menurutnya, berdasarkan kajian tim hukum FUI, RUU PUB justru berpotensi untuk melindungi aliran sesat dan mengkriminalisasi gerakan-gerakan yang menentangnya.

Inilah beritanya.

***

Menteri Agama: Cacian Syiah terhadap Istri Rasulullah adalah Problem Luar Biasa

MENTERI Agama Lukman Hakim Saefuddin menegaskan Indonesia adalah negeri Ahlussunah wal Jamaah. Sudah seharusnya kelompok Syiah menyadari kondisi ini untuk tidak melakukan penistaan terhadap ajaran Islam.

“Saya pikir dunia sangat mengenal bahwa Indonesia mayoritas umat Islam dan Islam Indonesia adalah Ahlusunnah wal jamaah,” ujar Lukman usai melakukan audiensi dengan Forum Umat Islam (FUI) dan ulama di Kantor Kemenag, Jl. Lapangan Banteng Barat, Jakarta Pusat, Rabu (25/2/2015).

Syiah yang berbeda dengan Ahlussunah, kata Lukman, harus dapat menghormati paham Ahlussunah yang berlaku di Indonesia.

“Cercaan kepada sahabat, istri Rasul, dan semuanya itu akan menimbulkan problem yang luar biasa bagi umat Islam Indonesia yang sunni ini,” ungkapnya.

Lukman mengaku siap mengikuti keputusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) jika keluar fatwa sesat Syiah.

“Tentu (siap). Bagaimanapun MUI merupakan kumpulan dari ormas-ormas Islam,” imbuh dia. [de/Islampos] Jumat 8 Jamadilawal 1436 / 27 Februari 2015 09:10

 ***

Menteri Agama Siap Ikuti Fatwa MUI terkait Kesesatan Syiah

Jumat 8 Jamadilawal 1436 / 27 Februari 2015 08:17

MENTERI Agama, Lukman Hakim Saefuddin mengaku siap mengikuti keputusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) jika keluar fatwa sesat Syiah.

 “Tentu (siap). Bagaimanapun MUI merupakan kumpulan dari ormas-ormas Islam,” ujar Lukman usai melakukan audiensi dengan Forum Umat Islam (FUI) dan ulama di Kantor Kemenag, Jl. Lapangan Banteng Barat, Jakarta Pusat, Rabu 925/2/2015).

Menag berharap, agar fatwa sesat Syiah itu merupakan pandangan kolektif MUI, dan bukan pandangan satu-dua pengurus.

“Saya sendiri berharap ormas-ormas Islam, MUI, NU atau Muhamadiyah bisa mengadakan halaqoh atau muzakaroh untuk bisa menyikapi persoalan aktual supaya bisa ada kejelasan,” terang Lukman.

Kementerian Agama, kata Lukman, amat menyadari bahwa kewenangan fatwa sesat Syiah ada di ulama bukan pemerintah. “Ini kewenangan ulama di NU, MUI, Muhammadiyah, agar umat ini punya panduan,” imbuhnya.

Sebelumnya, Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnaen mengatakan sikap MUI terhadap Syiah sudah jelas.

“Syiah di luar pagar,” ujarnya saat melakukan audiensi dengan Majelis Az Zikra dan sejumlah ormas Islam, Selasa (17/2/2015) di Kantor MUI Pusat bersama Ketua MUI KH. Kholil Ridwan, Wasekjen MUI, Amirsyah Tambunan, Anggota Komisi Pengkajian dan Penelitian, Fahmi Salim, dan staff Komisi Fatwa, Irfan Helmi.

Tengku melanjutkan, MUI sudah menolak Syiah sejak tahun 1984. Dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada bulan Maret 1984, MUI mengeluarkan rekomendasi tentang paham Syiah.

“Ini lebih tinggi dari fatwa. Kalau fatwa diputuskan oleh komisi fatwa, ini diputuskan oleh Munas. Tapi dia juga ditulis dalam Himpunan Fatwa,” ujar Tengku.

Selain itu, lanjut Tengku, tahun 2007 MUI sudah mengeluarkan fatwa haram nikah mut’ah. Setelah itu, MUI Jawa Timur mengeluarkan fatwa kesesatan Syiah.

“Tearakhir kita membuat buku Mewaspadai Kesesatan Syiah, ini langsung ditulis Komisi Pengkajian dan Penelitian MUI Pusat,” papar Tengku. [de/Islampos]

***

Temui Menag, FUI Bahas Soal Syiah, PKI Hingga RUU Perlindungan Umat Beragama

Kamis, 26/02/2015 06:13:47

Jakarta (SI Online) – Delegasi Forum Umat Islam (FUI) yang dipimpin Sekjennya, KH Muhammad Al Khaththath, Rabu (25/02) menemui Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Kantor Kemenag, Jl Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

Kedatangan FUI ke kantor Kemenag itu untuk membincang berbagai persoalan. Mulai dari persoalan Syiah, aliran sesat, PKI, hingga persoalan RUU Perlindungan Umat Beragama yang kini sedang digodok Kemenag.

Kepada Lukman Hakim, Sekjen FUI Ustaz Al Khaththath mengingatkan bila sejak dipimpin Menteri Maftuh Basyuni, hingga Suryadharma Ali, Kemenag telah menjalin kerja sama dan silaturahim yang baik dengan FUI. Karenanya, dia mengharapkan supaya jalinan kerja sama dan hubungan yang baik antara FUI dengan Kemanag terus berlanjut di era kepemimpinan Lukman Hakim Saifuddin.

“Kita juga telah bekerjsa sama dengan baik saat menghadapi gugatan UU Nomor 1 PNPS/1965 yang saat itu diajukan oleh kelompok AKKBB,” ingat Ustaz Al Khaththath.

Ustaz Al Khaththath juga mengharapkan supaya Kemenag mampu mewujudkan dirinya sebagai rumah besar bagi umat Islam. “Jadi bukan hanya PPP saja yang rumah besar umat Islam,” katanya sembari tersenyum.

Pertemuan yang berlangsung selama hampir satu setengah jam itu membahas beragam persoalan umat. Habib Zein Al Kaff, Ketua Al Bayyinah Surabaya, yang hadir dalam pertemuan tersebut menyampaikan soal aliran Syiah. Dia menyampaikan mengenai bahaya Syiah bagi agama dan juga negara.

“Bila tidak segera di atasi, apa yang terjadi di Timur Tengah, di Suriah, Pakistan, Irak, akan terjadi di sini,” ingatnya.

Sementara itu, Ketua Umum Taruna Muslim Alfian Tanjung, secara terinci menyampaikan data-data hasil penemuannya terkait geliat gerakan Partai Komunis Indonesia (PKI) di Jawa Timur. Terbaru, Alfian menunjukkan foto Putri Indonesia 2015 yang mengenakan kaos bergambar palu arit.

“Kalau orang memakai kaos bergambar kalimat tauhid ditangkap karena dituduh ISIS, mestinya ini yang bergambar palu arit harus ditangkap juga dong,” ungkapnya.

Soal RUU Perlindungan Umat Beragama, Ustaz Al Khaththath mengungkapkan kepada Menag supaya mencabut RUU tersebut. Menurutnya, berdasarkan kajian tim hukum FUI, RUU PUB justru berpotensi untuk melindungi aliran sesat dan mengkriminalisasi gerakan-gerakan yang menentangnya.

“Kami minta Kemenag untuk menarik RUU PUB dan kembali memperjuangkan RUU Kerukunan Umat Beragama (RUU KUB),” tandanya.

Delegasi FUI yang diterima Menag antara lain Ustaz Al Khaththath, Habib Zein Al Kaff (Al Bayyinah/PWNU Jatim), Aru Syeiff Assadullah (Suara Islam), KH Masrur Anhar (Daina), HM Mursalin (HDI), Alfian Tanjung (Taruna Muslim), HJ Nurdiati Akma (Forsap), Ustaz Said Samad (LPPI Makassar), Zulfi Syukur (DDII) dan KH A Shobri Lubis (FPI). Sementara Menag ditemani oleh Dirjen Bimas Islam Prof Machasin dan staf peneliti Balitbang Kemenag.

red: shodiq ramadhan/ si online

(nahimunkar.com)