JAKARTA – Menteri Agama baru, Lukman Hakim Syarifuddin menjadi salah satu tokoh yang masuk dalam jajaran kabinet bayangan Capres Jokowi sebagai calon Menag selain tokoh Sepilis Musdah Mulia dan tokoh Syiah Indonesia, Jalaluddin Rahmat.

Banyak kalangan menilai, Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin melakukan ‘test the water’ untuk mengukur reaksi masyarakat meski kini ia telah menyangkal telah meresmikan agama Baha’i menjadi agama baru di Indonesia.

Sebelumnya dalam akun jejaring sosial twiter pribadinya, @lukmansaifuddin, politikus PPP tersebut menjelaskan alasan dan dasar agama Baha’i mendapat perlindungan di negeri ini dalam 10 serial kultwit.

“Menteri agama tidak ada kata-kata meresmikan atau mengakui. Saya hanya merespon terkait pernyataan Menteri Dalam Negeri terkait status kependudukan di catatan sipil. Mendagri bertanya apa betul Baha’i itu agama baru,” katanya kepada wartawan usai sidang Isbat penetapan 1 Syawal 1435 H di kementerian Agama, Jakarta, Minggu (27/7) lalu.

Menurut Lukman Baha’i itu bukan agama baru yang diresmikan di negeri ini. Menurutnya, mengenai agama sudah gamblang dijelaskan dalam UU Nomor 1 PNPS 1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan atau Penodaan Agama. Dalam UU itu disebutkan hanya enam agama yang sudah terdaftar di Indonesia yakni Islam, Kristen Katolik, Protestan, Hindu, Buddha dan Konghucu.

Baha’i menurut Lukman sudah eksis di dunia sejak tahun 1800-an. Namun bukan agama resmi di Indonesia. (voa-islam.com) Rabu, 3 Syawwal 1435 H / 30 Juli 2014 00:04 wib

(nahimunkar.com)

(Dibaca 466 kali, 1 untuk hari ini)