Non Muslim menghalangi pembangunan masjid

Umat Islam di Denpasar yang berjumlah 30-an persen pun tidak dibolehkan mengadakan pekuburan Muslim. Sehingga untuk menguburkan jenazah orang Islam harus ke kampong Negara yang jarak perjalanan mobil sekitar dua jam. Demikian pula tidak diizinkan mendirikan masjid lagi bahkan mushalla sekalipun. Walau jama’ah shalat sudah tidak tertampung.

Bangunan

 https://www.nahimunkar.org/non-muslim-menghalangi-pembangunan-masjid/

Orang Non Muslim di negeri mayoritas Muslim pun berani menghalangi pembangunan masjid. Kini orang Non Islam berani menghalangi pembangunan masjid di Desa Nahornop Marsada, Kecamatan Pahe Jae, Tarutung, Tapanuli Utara, Sumatera Utara.

Bahkan di Indonesia, penghalangan terhadap Umat Islam itu ada yang secara sistematis memakai kekuasaan. Seperti di Bali –yang masih termasuk wilayah Indonesia yang mayoritas penduduknya Muslim–, di sana Umat Islam di Denpasar yang berjumlah 30-an persen pun tidak dibolehkan mengadakan pekuburan Muslim. Sehingga untuk menguburkan jenazah orang Islam harus ke kampong Negara yang jarak perjalanan mobil sekitar dua jam. Demikian pula tidak diizinkan mendirikan masjid lagi bahkan mushalla sekalipun. Walau jama’ah shalat sudah tidak tertampung.

Nasib Umat Islam di Indonesia, cukup memprihatinkan; sebagian dibunuhi oleh Densus 88 tanpa prosedur yang sah, langsung bunuh, kemudian mau beribadah dan bahkan menguburkan jenazah pun dihalangi secara formal, tanpa ada pembelaan.

Ketika ada petinggi yang dipuji-puji orang liberal sebagai tokoh pembela minoritas seperti mendiang Gus Dur  — yang jejak langkah tidak sukanya kepada Islam diteruskan oleh para muqalidnya–, ternyata yang dibela hanya kalau minoritasnya itu orang kafir. Kalau orang Muslim seperti Muslimin di Bali, maka sama sekali tidak dibela.

Anehnya, ketika orang kafir dan musyrik  punya gawe dalam agama kemusyrikan mereka, justru para pemimpin yang mereka mengaku Islam, ternyata ramai-ramai menghadiri upacara perayaan kemusyrikan yang diselenggarakan kaum musyrikin. Padahal bersamaan waktunya ini, musyrikin di kawasan ASEAN yakni Burma Myanmar sedang membunuhi Muslimin Rohingya, memperkosa wanita-wanita Muslimah, membakar rumah-rumah dan perkampungan Muslim. Tetapi para pemimpin Indonesia yang mengaku Muslim ramai-ramai ikut merayakan perayaan musyrikin. Betapa tidak pedulinya terhadap Muslimin, dan betapa komplotnya dengan musyrikin. Padahal jelas dilarang, sebagaimana ditegaskan dengan satu surat khusus dalam Al-Qur’an yakni Surat Al-Kafirun.

Tingkah yang tidak sesuai dengan Islam dan bahkan tidak ada pembelaannya terhadap Islam (sampai-sampai untuk diri mereka sendiri pun tidak mereka bela) seperti itu mengakibatkan semakin nglunjaknya orang kafir di Indonesia. Sebaliknya, menjadikan prihatinnya Umat Islam, diantaranya seperti tertuang dalam tulisan: Inilah mereka! Mencampur aduk Tauhid dengan Syirik dan mencontohi keburukan terang-terangan https://www.nahimunkar.org/inilah-mereka-mencampur-aduk-tauhid-dengan-syirik-dan-mencontohi-keburukan-terang-terangan/.

Doa laknat pun telah disabdakan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam atas permimpin yang mempersulit Umat Islam.

اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَاشْقُقْ عَلَيْهِ وَمَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَرَفَقَ بِهِمْ فَارْفُقْ بِهِ (أحمد ، ومسلم عن عائشة)

Ya Allah, siapa yang menjabat suatu jabatan dalam pemerintahan ummatku lalu dia mempersulit  urusan mereka, maka persulitlah dia. Dan siapa yang menjabat suatu jabatan dalam pemerintahan ummatku lalu dia berusaha menolong mereka, maka tolong pulalah dia.” (HR Ahmad dan Muslim dari Aisyah).

{ وَمَنْ وَلِيَ مِنْهُمْ شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَعَلَيْهِ بَهْلَةُ اللَّهِ فَقَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا بَهْلَةُ اللَّهِ قَالَ : لَعْنَةُ اللَّهِ } رَوَاهُ أَبُو عَوَانَة فِي صَحِيحِهِ

Dan barangsiapa memimpin mereka dalam suatu urusan lalu menyulitkan mereka maka semoga bahlatullah atasnya. Maka para sahabat  bertanya, ya RasulAllah, apa bahlatullah itu? Beliau menjawab: La’nat Allah. (HR Abu ‘Awanah dalam shahihnya. Terdapat di Subulus Salam syarah hadits nomor 1401).

Amien ya Rabbal ‘alamien.

***

Akibat dari gelagat dan sikap penguasa yang tidak suka kepada Islam seperti  itu maka orang kafir kini semakin nglunjak. Contohnya berita ini.

***

Jemaat Gereja Tolak Pembangunan Masjid

Selasa, 05 Maret 2013 08:08 rol

BangunanPembangunan Masjid Al Munawar di  Desa Nahornop Marsada, Kecamatan Pahe Jae, Tarutung, Tapanuli Utara ditentang oleh sebagian masyarakat.

Senin (4/3/2013), mereka melakukan aksi unjuk rasa di kantor Bupati Tapanuli Utara untuk menyatakan sikap menentang pembangunan rumah ibadah umat Islam itu.

“Iya masyarakat yang menentang pembangunan masjid hari ini melakukan aksi unjuk rasa menentang pembangunan masjid di Kantor Bupati Tapanuli Utara,” kata anggota Persatuan Kaum Muslim (PKM) Tarutung Munir seperti dirilis Republika, Senin (4/3/2013).

Ihwal penolakan pembangunan masjid itu diceritakan oleh Munir. Menurutnya, sudah ada masjid yang terletak di Desa Sarula, Kecamatan Pahe Jahe. Masjid itu digunakan untuk ibadah kaum minoritas Muslim yang berada di lima desa.

Masjid itu sudah tak bisa menampung kaum Muslimin dari lima desa. Alhasil, warga menyepakati untuk membangun masjid baru di daerah lain yaitu di Desa Nahornop Marsada pada 2010.

Namun, karena masjid itu berdekatan dengan dua buah gereja, masyarakat non-Muslim di lokasi tersebut menolaknya.

Panitia pembangunan masjid bernegosiasi dengan pihak masyarakat dan pemerintah. Setelah itu, pemerintah mengeluarkan surat keputusan pembangunan masjid yang berlokasi sekitar 150 meter dari kedua gereja tersebut.

“Setelah dapat izin dari Bupati Tapanuli Utara, panitia masjid dan masyarakat, kaum Muslimin mulai membangun masjid,” katanya.

Namun, setelah pembangunan dilaksanakan, masyarakat mayoritas yang non-Muslim kembali menentang pembangunan itu.

“Nah itulah yang mereka tentang. Hari ini mereka melakukan aksi unjuk rasa di kantor Bupati Tapanuli Utara menentang pembangunan masjid,” kata Munir.

Seperti dilansir Republika, sejauh ini diketahui  para penentang pembangunan masjid itu menamakan diri Aliansi Masyarakat Nahornop Marsada Peduli Kedamaian.

Mereka menyampaikan surat kepada Bupati Tapanuli Utara. Isi surat tersebut menyebutkan bahwa pada hari ini, Senin (4/3/2013) mereka menyampaikan aspirasi mengenai penolakan pembangunan masjid itu. (ROL)

kiblatindonesia.com

(nahimunkar.com)

 

(Dibaca 1.285 kali, 1 untuk hari ini)