Menteri dari PDIP Jadi Tersangka Korupsi Bansos Covid-19, Ini Profil Mensos Juliari Batubara


Foto Jpbatubara.com

 

Menteri Sosial Juliari Batubara ditetapkan jadi tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan korupsi dana bantuan sosial atau Bansos Covid-19. 

***

06 Desember 2020  SOSIAL MEDIA

Jadi Tersangka Korupsi Bansos Covid-19, Mensos Kunci Akun Twitternya


[PORTAL-ISLAM.ID]  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara sebagai tersangka kasus korupsi Bansos Covid-19.

 

KPK menyebut Juliari Batubara menerima Rp 17 miliar dari korupsi bantuan sosial Covid-19. Duit itu diduga berasal dari dua kali periode proyek pengadaan bansos.

 

KPK menduga mereka menarik fee sebanyak Rp 10 ribu dari tiap paket sembako yang disalurkan ke masyarakat di Jabodetabek. Adapun setiap paket sembako itu seharga Rp 300 ribu.

 

“Diawali adanya pengadaan bansos penanganan Covid 19 berupa paket sembako di Kementerian Sosial RI tahun 2020 dengan nilai sekitar Rp 5,9 triliun,” kata Ketua KPK Firli Bahuri di kantornya, Jakarta, Minggu, 6 Desember 2020.

 

Setelah ditetapkan jadi tersangka oleh KPK, tiba-tiba akun twitter menteri dari PDIP itu mengunci akunnya @juliaribatubara sehingga tidak bisa dilihat.

 

Link: https://twitter.com/juliaribatubara

 

 

***

 

Menteri dari PDIP Jadi Tersangka KPK, Korupsi Bansos Covid-19, Ini Profil Mensos Juliari Batubara

Profil Juliari Batubara, Menteri Sosial, yang dibekuk KPK adalah seorang pengusaha sukses sebelum diangkat menjadi Menteri Sosial.

Juliari Batubara merupakan anggota DPR dari PDI Perjuangan sebelum ditetapkan sebagai anggota kabinet pemeritntahan Presiden Joko Widodo.

Artinya, pemilik nama lengkap Juliari Peter Batubara adalah pengusaha yang juga politisi atau politisi pengusaha.

Seperti diketahui, Menteri Sosial Juliari Batubara ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan korupsi dana bantuan sosial atau Bansos Covid-19.

Juliari Batubara tiba di Gedung KPK pada Minggu (6/12/2020) dini hari sekitar pukul 02.45 WIB.

Saat tiba, ia terlihat mengenakan jaket dan top hitam, celana cokelat, dan masker saat masuk ke dalam Gedung Merah Putih KPK. 

Politikus PDI Perjuangan atau PDIP itu terlihat didampingi oleh sejumlah petugas KPK.

Selanjutnya, Juliari akan menjalani pemeriksaan di lantai dua gedung KPK.

Ketua KPK Firli Bahuri sebelumnya mengatakan Juliari Batubara ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus dugaan korupsi bansos Covid-19 bersama empat orang lainnya. 

Seperti diberitakan sebelumnya, politisi PDI Perjuangan Juliari Peter Batubara  adalah calon menteri pertama dari Partai PDIP Perjuangan yang dipanggil Jokowi ke istana.

Sejak awal Juliari memang disebut-sebut sebagai calon menteri yang diajukan PDIP.

Ia merupakan wajah baru di Kabinet Jokowi, sedang calon menteri PDIP lainnya disebut-sebut masih wajah lama seperti Pramono Anung dan Tjahjo Kumolo.

Juliari Batubara adalah Anggota DPR RI periode 2019-2024 dari Dapil Jateng I.

Juliari baru saja kembali terpilih menjadi Wakil Bendahara Umum Bidang Program dalam Kongres ke-V PDI Perjuangan yang berlangsung di Sanur, Bali (8/8/2019).

Juliari yang berada di Komisi VI – Perdagangan, Perindustrian, Investasi, Koperasi, UKM & BUMN, Standarisasi Nasional ini, terkenal sangat kritis terhadap hal-hal yang melanggar konstitusi dan hak rakyat.

Seperti ditulis dalam web pribadinya, Jpbatubara.com 

Sikap politik dan komitmennya dalam memperjuangkan hak-hak rakyat melalui parlemen sudah teruji.

Dan inilah yang menjadi pertimbangan mengapa Megawati Soekarno Putri masih memberi kepercayaan kepada Juliari untuk tetap hadir sebagai penyeimbang dalam struktur kepengurusan baru di internal PDI Perjuangan.

Setelah lulus dari SMA pada tahun 1991, Juliari atau sering dipanggil Ari, lantas memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya di negeri Paman Sam, Amerika Serikat.

Baca juga: Kesaksian Muslim Uighur Mantan Tahanan Kamp Xinjiang: Setiap Jumat Kami Dipaksa Makan Daging Babi

Ia mengenyam bangku kuliah di Riverside City College dan kembali melanjutkannya di Chapman University, California.

Setelah lulus tahun 1997, Ari langsung kembali ke tanah air dan mulai masuk ke perusahaan sang ayah pada tahun 1998.

Setelah menamatkan pendidikan di Amerika, tahun 1998, Ari memang langsung ikut dalam perusahaan yang didirikan sang ayah.

“Tapi saya mulai dari jenjang bawahlah,” aku Ari.

Sebagai anak tertua, ayahnya memang sengaja mempersiapkan Ari untuk meneruskan bisnis keluarga.

Keinginan tersebut disambut baik oleh Ari sendiri.

“Awalnya saya diajak untuk membesarkan perusahaan keluarga,” ungkap Ketua RW di lingkungan rumahnya ini.

Saat pertama kali masuk, ia mengaku hanya digaji sekitar Rp 1 juta.

Kendati demikian, Ari banyak belajar tentang penerapan manajemen perusahaan di kehidupan nyata setelah puas menimba ilmu di bangku kuliah.

Barulah sejak tahun 2003, Ari dipercaya sang ayah untuk memimpin perusahaan yang memproduksi pelumas ini.

Sebagai perusahaan swasta pertama dan terbesar yang memproduksi pelumas, Ari memang banyak menorehkan prestasi tersendiri dari segi bisnis dan perusahaan.

Awal ketika masih dipegang oleh sang ayah, perusahaan tidaklah terlalu ketat dalam pelaksanaan manajemen di dalam tubuh perusahaan.

Pemuda Batak kelahiran Jakarta, 22 Juli 1972 ini memulai kiprah politiknya bersama PDI Perjuangan saat ia menjadi anggota Badan Pemenangan Pemilu Pusat PDI Perjuangan tahun 2003 dan 2008.

Kemudian pada 2010, Juliari akhirnya dipercaya menjabat sebagai Wakil Bendahara Umum DPP PDI Perjuangan.

Sebelum berpolitik, Juliari juga menduduki jabatan penting di beberapa perusahaan.

Pada 2003, Juliari terpantau sempat menjabat sebagai Direktur Utama PT Wiraswasta Gemilang Indonesia dan Direktur Utama PT Arlinto Perkasa Buana.

Juliari juga mencicipi kedudukan sebagai Direktur PT Bwana Energy pada 2004 dan Komisaris Utama PT Tridaya Mandiri pada 2005. Juliari tampak menekuni karir di bidang bisnis seperti itu.

Tak heran, Juliari sebelumnya sempat menempuh pendidikan Business Administration with minor in Finance di Chapman University.

Selain di dunia bisnis, Ari juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia (PP IMI) tahun 2003 – 2011, dan Ketua IV Pemberdayaan Usaha dan Masyarakat PB PERBASI (Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia), tahun 2002 – 2004.

Pengalaman Ari dalam menjalankan bisnis dan keaktifannya di dunia organisasi, membentuknya menjadi pakar dan sosok penting di Komisi VI DPR RI (Perdagangan, Perindustrian, Investasi, Koperasi, UKM & BUMN, Standarisasi Nasional).

JULIARI P. BATUBARA
No. Anggota: 177

Fraksi: Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
Daerah Pemilihan: JAWA TENGAH I

Riwayat Pendidikan

SD St.Franciscus ASISI Tebet Jakarta. Tahun: 1979 – 1985

SMP ST.Franciscus ASISI Tebet Jakarta. Tahun: 1985 – 1988

SMAN 8 Tebet Jakarta. Tahun: 1988 – 1991

Riverside City College USA. Tahun: 1991 – 1995

Bussiness Administration with minor in Finance, Chapman University USA. Tahun: 1995 – 1997

Riwayat Pekerjaan

PT.Tridaya Mandiri, Sebagai: Komisaris Utama. Tahun: 2005 – –

PT.Bwana Energy, Sebagai: Direktur Utama. Tahun: 2004 – –

PT.Arlinto Perkasa Buana, Sebagai: Direktur Utama. Tahun: 2003 –

PT.Wiraswasta Gemilang Indonesia, Sebagai: Direktur Utama. Tahun: 2003 – 2012

PT.Wiraswasta Gemilang Indonesia, Sebagai: Commercial Division. Tahun: 2002 – 2003

PT.Wiraswasta Gemilang Indonesia, Sebagai: Marketing Supervisor & Business Devollopment Nanager. Tahun: 1008 – 2002

Riwayat Organisasi

PDI Perjuangan, Sebagai: Wakil Bendahara. Tahun: 2010 – skrg

Komite Tetap Akses Imformasi Peluang Bisnis-Bidang UMKM KADIN Indonesia, Sebagai: Wakil Ketua. Tahun: 2009 – 2010

Masyarakat Pelumas Indonesia (MASPI), Sebagai: Amggota Dewan Penasehat. Tahun: 2008 – 2014

Badan Pemenangan Pemilu Pusat PDI Perjuangan, Sebagai: Anggota. Tahun: 2008 –

Asosiasi Produsen Pelumas Indonesia (ASPELINDO), Sebagai: Ketua Harian. Tahun: 2007 – 2014

Biro Promosi & Pemasaran KONI Pusat, Sebagai: Ketua. Tahun: 2007 – 2011

Badan Pemenangan Pemilu Pusat PDI Perjuangan, Sebagai: Amggota . Tahun: 2003 –

Yayasan Pendidikan Menengah 17 Agustus 1945, Sebagai: Ketua. Tahun: 2003 – 2014

Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia (PP IMI), Sebagai: Ketua Umum. Tahun: 2003 – 2011

Pemberdayaan Usaha dan Masyarakat PB PERBASI (Persatuan Bola Basket Seluruh Indpnesia), Sebagai: Ketua IV. Tahun: 2002 – 2004

OSIS SMAN 8 Tebet, Sebagai: Pengurus. Tahun: 1989 – 1990
OSIS SMP ASISI Tebet, Sebagai: Pengurus. Tahun: 1986 – 1987

Sumber: Dpr.go.id

Editor: Muhammad Hadi

Sumber: Warta Kota/ SERAMBINEWS.COM -6 Desember 2020 08:31

(nahimunkar.org)

   
 


 

(Dibaca 984 kali, 1 untuk hari ini)