Menutup Portal Jalan, Bolehkah?

(Tanya Jawab Bersama Para Ustadz)

 

Beberapa waktu lalu Nahimunkar.org pernah muat Tulisan dari Ummu Nur Mujahid Irianti Dewi, SE (Warga RT.04/RW.15 Bekasi Permai) dengan Judul: Keprihatinan Warga Bekasi Permai atas Portal yang di tutup Pihak RW.15 padahal Akses Jalan Utama (Umum)

 

http://www.nahimunkar.org/ surat-keprihatinan-warga- bekasi-permai-atas-portal- yang-ditutup-pihak-rw-15- padahal-akses-jalan-utama- umum/

 

*Baca juga info ini via Website Radio Dakta 107 FM Bekasi hasil Wawancara dari Tokoh Masyarakat Warga RW.15 Bekasi Permai Bapak Dr. H. Subo Sukamto, M.Sc, dengan Judul Kisruh Soal Penutupan Portal Warga Bekasi Jaya (Bekasi Permai RW.15) minta lurah turun ke Lapangan:*

 

http://www.dakta.com/news/ 25222/kisruh-soal-penutupan- portal-warga-bekasi-jaya- minta-lurah-turun-ke-lapangan

 

Nah, Mari Simak Tanya Jawab bersama Para Ustadz berikut ini:

 

*Tanya Jawab Bersama Para Ustadz perihal Portal ditutup, Bolehkah?:*

 

Bismillah.

 

Afwan Ustadz tolong kirimkan dalil2 terkait jalan umum/jalan utama yang ditutup secara sepihak.. dalilnya kirim ya tadz, Sebelumnya Syukron. Barokallohu fiikum

 

Jawab:

 

*Menutup Jalan Umum (Jalan Utama) itu Haram sesuai Ajaran Islam bahkan Agama lainnya…*

 

Pesan orang bijak : *”Hidup ini jangan suka menutup (menghalangi) jalan orang, nanti di akherat jalanmu akan ditutup Alloh Tabarokta wa Ta’ala”*.

 

– “Orang mukmin yang paling baik ke-Islamannya adalah kompilasi orang lain aman dan nyaman dari kata-kata serta melakukannya”. (HR. Thabrani dari Ibnu Umar).

 

– ” Dari ‘Aisyah radhiyallhu ‘anha beliau berkata, Rasululloh shallallohu ‘alayhi wa sallam bersabda:

“Ya Alloh, barangsiapa yang mengurusi umatku lantas dia merepotkan (membuat susah) umatku, maka repotkannlah dia”. (HR Muslim)

 

Semoga bermanfaat. Barokallohu fiikum.

 

Tanya Jawab dengan *Al Ustadz Dr. Muhammad Ubaidillah Al Ghifari Slamet, Lc, M.PI* حفظه اللّٰه تعالى

{DOSEN PASCASARJANA INSTITUT ILMU AL QURAN/IIQ Jakarta, Alumnus Dauroh Masyayikh di Jeddah Saudi Arabia, Dewan Syuro’ (Penasehat) MADINA (Majelis Dakwah Islam Indonesia), Guru Ulum Syar’i Ponpes Al Binaa’ Islamic Boarding School, Pabayuran, Bekasi, Domisili di Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi}.

 

*Hukum-hukum Seputar Jalan*

 

1. Tidak boleh mempersempit jalan kaum muslim, bahkan harus melapangkan jalan dan menerapkan hal yang melayani. Bahkan yang demikian termasuk bagian keimanan.

 

2. Tidak boleh diadakan pada area mencari sesuatu yang menyempitkan jalan.

 

3. Tidak diadakan pada pihak mana saja yang mempersempit jalan. Misalnya membangun atap di atas jalan yang membuat para pengendara susah lewat atau membuat tempat duduk di jalan.

 

4. Tidak boleh menjadi sebuah tempat pemberhentian untuk hewan atau kendaraannya di jalan yang dipakai orang lewat, karena yang demikian dapat membuat jalan menjadi sempit dan menyebabkan kecelakaan.

 

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahulloh Ta’ala berkata, “Tidak boleh bagi seseorang mengeluarkan sesuatu dari bagian bangunan ke jalan kaum muslim… dst.”

 

5. Jalan adalah hak bersama, karena itu harus menjaganya dari semua yang mengganggu orang yang lewat, seperti mencampakkan sampah di jalan, karena hal yang mengganggu dari jalan termasuk cabang keimanan.

 

6. Di jalan umum juga dilarang menanam, membuat bangunan, membuat galian, menaruh kayu, menyembelih binatang, menutup akses jalan, mencampakkan sampah dan menaruh sesuatu yang berhaya bagi orang yang lewat.

 

7. Bagi pihak yang diatur juga harus mencegah hal-hal yang mengganggu jalan, menghukum orang yang menyalahi aturan agar berhenti dari perbuatannya itu.

 

Banyak orang meremehkan masalah ini, padahal penting. Sehingga kita lihat banyak orang yang membatasi jalan umum untuk kepentingan pribadi, yang menaruh menaruh perhatian pada batu-batu, dan semen untuk bangunannya dan dibuatkan galian. dsb.

 

Sedangkan yang lain ada yang membuang kotoran berupa sampah, barang najis maupun sisa-sia di pasar-pasar, tidak peduli akan bahayanya bagi kaum muslim. Hal ini adalah haram, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

 

Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sebenarnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata”. (QS. Al Ahzaab: 58)

 

Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

اَلْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُوْنَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

“Orang muslim adalah orang yang membuat rasa aman orang muslim lain, dengan menjaga lisan dan tangannya. (HR. al-Bukhari dan Muslim)

«الْإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ – أَوْ بِضْعٌ وَسِتُّونَ – شُعْبَةً، فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ الْأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ، وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ الْإِيمَانِ»».

 

Iman itu ada tujuh puluh atau enam puluh cabang lebih, yang paling utama adalah ucapan Laailaahaillallah, sedangkan yang paling rendahnya adalah sesuatu yang mengganggu dari jalan, dan malu itu salah satu cabang keimanan “. (HR. Bukhari dan Muslim)

 

Dan hadist-hadist lainnya yang mendorong menghormati hak kaum muslim dan tidak mengganggu mereka. Termasuk mengganggu mereka adalah mempersempit jalan kaum muslim dan rintangan-rintangan di sana, apalagi sampai Akses Jalan Umum ditutup.

 

Wallahu a’lam wa shallallahu ‘alaa nabiyyinaa Muhammad wa’ alaa aalhihi wa shahbihi wa sallam.

 

✍🏻 Oleh:

*Al Ustadz Abu Yahya Marwan Hadidi, S.Pd, I, M.Pd, I* حفظه اللّٰه تعالى bin Musa

(Mudarris Ibnu Hajar Boarding School, Jakarta, Penulis Buku Menyemai Adab Menuai Berkah, 14 Adab sehari-hari Seorang Muslim, Terbitan: Pro-U Media, Yogyakarta, Domisili di Tambun Utara, Kabupaten Bekasi)

*Maraji’/Referensi:* Kitab Al Mulakhkhash Al Fiqhi ( Syaikh Shalih Al Fauzan), Kitab Fiqh Muyassar , dll.

 

*✍🏻Catatan Kami:*

 

Semoga tidak ada lagi dimanapun Akses Jalan Utama/Umum ditutup sepihak… Semoga bermanfaat info ini. Barokallohu fiikum.

 

Info By

 

*Warga RT.05/RW.15 Perumahan Bekasi Permai, Kota Bekasi*

(nahimunkar.org)

(Dibaca 190 kali, 1 untuk hari ini)