Ulil Abshar Abdalla (IST)


Dedengkot Jaringan Islam Liberal (JIL) Ulil Abshar Abdalla membuat pernyataan kontroversi dan memberikan pembelaan terhadap kelompok Lesbian, Gay, Biseksual, Trangender (LGBT).

Inilah beritanya.

***

Ulil JIL Tegaskan di Al Quran tak Ada Azab Kaum Sodom

Dedengkot Jaringan Islam Liberal (JIL) Ulil Abshar Abdalla membuat pernyataan kontroversi dan memberikan pembelaan terhadap kelompok Lesbian, Gay, Biseksual, Trangender (LGBT).

Twitter Ulil Abshar Abdalla

Twitter Ulil Abshar Abdalla (IST)

“Apakah Quran dengan “sharih” (eksplisit) menjelaskan bahwa kaum sodom disiksa karena orientasi seksual mereka? Apa ada?” kicau Ulil di akun Twitter-nya @ulil.

Kicaun Ulil ini langsung mendapat tangggapan pengasuh pesantren Sidogiri Jawa Timur Ustadz Achyat Ahmad. “Ketika seorang liberalis tiba² begitu tekstualis,” kicau di akun Twitter-nya @AchyatAhmad

Sedangkan netizen lainnya bliss fanatic @cracshell: hahaha. Biasanya ngejek ahlusunnah sbg tekstualis picik, bahkan wahhabi jika mmprtahankn agama. Sekarang jilat ludah sendiri.

By: suaranasional.com/02/02/2016 

***

Saggahan untuk Ulil

Untuk menyanggah Ulil, sebenarnya cukup diajukan pertanyaan:

  1. Kaum sodom (kaumnya Nabi Luth ‘alaihissalam) apakah prilaku sexnya bagus menurut Al-Qur’an?
  2. Dengan prilaku sex mereka itu, dalam Al-Qur’an dijuluki mujrimun (penjahat, pendosa) ataukah mushlihun (pembuat kebaikan)?
  3. Dalam Al-Qur’an apakah kaum sodom itu diselamatkan atau diazab oleh Allah?

Ternyata di Al-Qur’an dijelaskan:

وَلُوطًا إِذۡ قَالَ لِقَوۡمِهِۦٓ أَتَأۡتُونَ ٱلۡفَٰحِشَةَ مَا سَبَقَكُم بِهَا مِنۡ أَحَدٖ مِّنَ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٨٠ إِنَّكُمۡ لَتَأۡتُونَ ٱلرِّجَالَ شَهۡوَةٗ مِّن دُونِ ٱلنِّسَآءِۚ بَلۡ أَنتُمۡ قَوۡمٞ مُّسۡرِفُونَ ٨١ وَمَا كَانَ جَوَابَ قَوۡمِهِۦٓ إِلَّآ أَن قَالُوٓاْ أَخۡرِجُوهُم مِّن قَرۡيَتِكُمۡۖ إِنَّهُمۡ أُنَاسٞ يَتَطَهَّرُونَ ٨٢ فَأَنجَيۡنَٰهُ وَأَهۡلَهُۥٓ إِلَّا ٱمۡرَأَتَهُۥ كَانَتۡ مِنَ ٱلۡغَٰبِرِينَ ٨٣ وَأَمۡطَرۡنَا عَلَيۡهِم مَّطَرٗاۖ فَٱنظُرۡ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلۡمُجۡرِمِينَ ٨٤ [سورة الأعراف,٨٠-٨٤]

  1. Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah/ keji itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?
  2. Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas
  3. Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan: “Usirlah mereka (Luth dan pengikut-pengikutnya) dari kotamu ini; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri”
  4. Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali isterinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan)
  5. Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu. [Al A’raf,80-84].

Bagi orang yang masih menggunakan akalnya, ayat-ayat itu sudah jelas. Tapi bagi yang ngotot membela makhluk homo yang sering disebut dengan maho atau homreng, ya masih bercuit macem-macem.

Bila ilmu yang dimilikinya itu untuk kebaikan, maka insya Allah diberi petunjuk oleh Allah Ta’ala, hingga mampu melihat ayat lainnya, hingga dapat membandingkannya. Di antaranya dapat dilihat ayat:

{وَمَا كَانَ رَبُّكَ لِيُهْلِكَ الْقُرَى بِظُلْمٍ وَأَهْلُهَا مُصْلِحُونَ} [هود: 117]

  1. Dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, sedang penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan [Hud: 117]

Dalam tafsir Al-Wajiz oleh Al-Wahidi dijelaskan:

الوجيز للواحدي (ص: 536)

وَمَا كَانَ رَبُّكَ لِيُهْلِكَ الْقُرَى بِظُلْمٍ وَأَهْلُهَا مُصْلِحُونَ (117)

{وما كان ربك ليهلك القرى} أَيْ: أهلها {بظلمٍ} بشركٍ {وأهلها مصلحون} فيما بينهم أَيْ: ليس من سبيل الكفَّار إذا قصدوا الحقَّ في المعاملة أن يُنزِّل اللَّهُ بهم عذاب الاستئصال كقوم لوطٍ عُذِّبوا باللِّواط وقوم شعيب عُذِّبوا ببخس المكيال

Dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri karena kemusyrikan (mereka), sedang penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan – di antara mereka. Artinya tidak (dibinasakan) dari jalan kekafiran mereka – jika mereka menghendaki kebenaran dalam pergaulan— untuk dituruni Allah azab pembasmian kepada mereka  seperti kaum Luth diazab karena liwath (sodomi, homosex) dan kaum Syu’aib diazab karena mencurangi timbangan.  (Tafsir Al-Wajiz oleh Al-Wahidi halaman 536/ maktaba shamela).

Masih mau ngotot membela kaum homo?

Na’udzubillahi min dzalik!

(nahimunkar.com)

(Dibaca 4.179 kali, 1 untuk hari ini)