Kadang manusia ini bersikap terbalik.

Contohnya dalam bersikap justru menonjolkan peringatan, wanti-wanti terhadap sesuatu yang tidak ada ancamannya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Misalnya dalam menyikapi orang yang mengingkari terang2an kecurangan, kezaliman, dan kedustaan kepemimpinan yang nyata2 perlu diingkari (malah dianggap memprovokasi dan semacamnya dengan dianggap sebagai pelanggaran seakan pelanggaran besar, padahal pengingkarannya terhadap kecurangan pemimpin dan kroni2nya itu belum tentu melanggar, menurut Islam, dan belum tentu ada ancaman kerasnya).

Sebaliknya, manusia yang bersikap terbalik ini justru menyembunyikan atau tidak memperingatkan manusia secara lantang, sesuatu yang harus dikhawatirkan, yaitu yang jelas2 ada ancaman dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Yaitu kalau diamnya tokoh2 terhadap aneka kemunkaran yang digerakkan pemimpin itu, sampai terhitung sebagai mendukung pemimpin zalim lagi bohong maka diancam tidak termasuk golongan Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam. https://www.nahimunkar.org/pendukung-pemimpin-bohong…/…

Pendukung Pemimpin Bohong Lagi Zalim Bukan Golongannya Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam

Posted on 24 Juli 2017  – by Nahimunkar.com

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِكَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ أَعَاذَكَ اللَّهُ مِنْ إِمَارَةِ السُّفَهَاءِ قَالَ وَمَا إِمَارَةُ السُّفَهَاءِ قَالَ أُمَرَاءُ يَكُونُونَ بَعْدِي لَا يَقْتَدُونَ بِهَدْيِي وَلَا يَسْتَنُّونَ بِسُنَّتِي فَمَنْ صَدَّقَهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَأَعَانَهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَأُولَئِكَ لَيْسُوا مِنِّي وَلَسْتُ مِنْهُمْ وَلَا يَرِدُوا عَلَيَّ حَوْضِي وَمَنْ لَمْ يُصَدِّقْهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَلَمْ يُعِنْهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَأُولَئِكَ مِنِّي وَأَنَا مِنْهُمْ وَسَيَرِدُوا عَلَيَّ حَوْضِي

الراوي : جابر بن عبدالله المحدث : الألباني

المصدر : صحيح الترغيب الصفحة أو الرقم: 2242 خلاصة حكم المحدث : صحيح لغيره

/Dorar.net

Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada Ka’b bin’ Ujroh, “Semoga Allah melindungimu dari Imaratis Sufahaa’ (pemerintahan orang-orang yang bodoh)”, (Ka’b bin ‘Ujroh Radliyallahu’anhu) bertanya, apa itu pemerintahan orang-orang bodoh? (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) bersabda: “Yaitu para pemimpin (kekuasaan) sesudahku yang tidak mengikuti petunjukku dan tidak pula berjalan dengan sunnahku, barangsiapa yang membenarkan mereka dengan kebohongan mereka serta menolong mereka atas kedholiman mereka maka dia bukanlah golonganku, dan aku juga bukan termasuk golongannya, mereka tidak akan datang kepadaku di atas telagaku, barang siapa yang tidak membenarkan mereka atas kebohongan mereka, serta tidak menolong mereka atas kedholiman mereka maka mereka adalah golonganku dan aku juga golongan mereka serta mereka akan mendatangiku di atas telagaku. (Musnad Ahmad No.13919, shahih lighairihi menurut Al-Albani dalam Shahih at-Targhib).

(nahimunkar.org)

(Dibaca 840 kali, 1 untuk hari ini)