Foto : MENYINGKIRKAN GANGGUAN DARI JALAN/Nikmat Hidayah


Dalam hadits shahih disebutkan:

… وَ تُمِيْطُ اْلأَذَى عَنِ الطَّرِيْقِ صَدَقَةٌ [ رواه البخاري ومسلم ]

… dan kamu membuang gangguan dari jalan adalah sedekah.”(HR.al-Bukhari ,no.2989 dan Muslim, no 1009)

Perlu disadari, gangguan yang lebih berbahaya adalah gangguan terhadap iman.

Gangguan keimanan terbesar adalah merasuknya kemusyrikan. Maka kapanpun dan di manapun wajib menghindari kemusyrikan, bahkan mencegahnya, dan kalau mampu hendaknya memberantasnya sekuat tenaga. Karena kalau sampai keimanan Umat Islam dirasuki kemusyrikan, maka rusak imannya, bahkan bila syirik akbar (kemusyrikan besar) maka mengeluarkan pelakunya dari Islam.

Bila ada gejala tumbuhnya kemusyrikan, maka wajib dicegah. Apalagi ada gejala ditumbuh suburkan lewat kekuasaan, misalnya. Oleh karena itu bila ada kesempatan yang dapat digunakan untuk mencegah kemusyrikan itu, semustinya digunakan.

Contoh, dalam pemilu dan pilpres, ada gejala orang yang ditengarai mengusung dan diusung gerombolan2 yang menghidupkan/ menyuburkan kemusyrikan. Maka Umat Islam semustinya menyingkiri itu, sebagaimana menyingkiri gangguan di jalan, bahkan perlu menyingkirkannya.

Jangan dibiarkan gangguan yang ada di jalan. Demikian pula (lebih2) gangguan keimanan, yaitu gerombolan2 yang mengusung kemusyrikan, jangan dibiarkan, tapi singkiri, dan bila mampu maka singkirkan.

Dalam situs yang dapat dibaca, ada gerombolan2 yang mengusung kemusyrikan.

Ketika Sang Junjungan Dilingkupi Gerombolan Kemusyrikan

https://www.nahimunkar.org/ketika-sang-junjungan-dilingkupi-gerombolan-kemusyrikan/

Juga ada yang menyuburkan kemusyrikan.

Ketika Kemusyrikan Diusung Lewat Politik Kekuasaan

https://www.nahimunkar.org/ketika-kemusyrikan-diusung-lewat-politik-kekuasaan/

Semoga ini bermanfaat.

(nahimunkar.org)

(Dibaca 119 kali, 1 untuk hari ini)