Bagaimana menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah, dan bagaimana kenyataan di Indonesia dipaparkan di buku ini.

 Dalam Hadits ditegaskan,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الصَّوْمُ يَوْمَ تَصُومُونَ وَالْفِطْرُ يَوْمَ تُفْطِرُونَ وَالْأَضْحَى يَوْمَ تُضَحُّونَ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ وَفَسَّرَ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ هَذَا الْحَدِيثَ فَقَالَ إِنَّمَا مَعْنَى هَذَا أَنَّ الصَّوْمَ وَالْفِطْرَ مَعَ الْجَمَاعَةِ وَعُظْمِ النَّاسِ

Terjemahan

dari [Abu Hurairah] bahwasanya Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda: ” Berpuasa itu pada hari kalian berpuasa dan berbuka itu pada hari dimana kalian semua berbuka, demikian juga dengan Iedul Adlha, yaitu pada hari kalian semuanya berkurban.” Abu ‘Isa berkata, ini merupakan hadits hasan gharib, sebagian ulama menafsirkan hadits ini yaitu, Sesungguhnya shaum dan berbuka itu bersama jama’ah dan kebanyakan manusia. (Hadits Imam At Tirmidzi Nomor 633 hadits hasan gharib, dan Ibnu Majah nomor 1650)./ http://hadits.stiba.ac.id/

***

Terbaru Jelang Ramadhan
“Berpuasa & Berlebaran Bersama”
Karya Muhammad Hadi Bashori
Penerbit Pustaka Al Kautsar
Isi 232 halaman
Harga Rp 47.000,-
Sebuah buku tentang penentuan awal puasa dan berlebaran kita yang sering berbeda, Adakah jalan bagi kita untuk menyatukan pandangan agar kita berpuasa dan berlebaran bersama?

melalui buku ini penulis ingin memberikan beberapa pandangan para ahli mengenai 2 hal penting yang setiap tahun menjadi perdebatan dalam masyarakat indoensia. Awal Puasa dan penentuan Hari Raya.

Costumer care 0819.5238.0191

www.kautsar.co.id
Penerbit Pustaka Al-Kautsar-resmi

(nahimunkar.com)

(Dibaca 149 kali, 1 untuk hari ini)