Innalillahi, Ayatullah Muqtadai mengimami shalat, tampak di shaff pertama, Dr. Ihsan Rambe, MA (Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Medan Sumut), KH. Mudrik Al Qari (Pimpinan Ponpes Al Ittifaqiyah Palembang), Dr. H. Daud Poliraja (Ketua Dewan Masjid Indonesia DKI Jakarta), juga Syaikh Dr. At Tijani As Samawi,, penulis buku fenomenal, “Akhirnya Kutemukan Kebenaran”… Selasa (23/9/14) di Qom, Iran….

Gambar yang diposting fp nahimunkar.com itu langsung dikomentari banyak pembaca dengan ucapann istirja’ tanda adanya musibah.

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

Rai Raka AsstagfiraAllah hal’adzim

Syiah Kejam

Syiah Kejam

Propaganda memuji syiah dan menyatakan para sahabat adalah murtad

Lppimakassar.com menulis, Penulis Buku “Akhirnya Kutemukan Kebenaran” Dr. Muhammad At-Tijani Tidak Konsisten dengan Janji dan Sumpahnya.

Ketika Muhammad At-Tijani memuji aqidah syiah, dan dengan gamblang menunjukkan kedekatannya syiah dan berlepas diri dari para sahabat, serta menuduh bahwa mereka telah murtad, ia mengatakan, “Saya telah banyak membaca dan saya mendpatkan bahwa Syiah berada pada pihak yang benar, maka saya menjadi pengikut syiah, dan memilih manhaj Ahlu Bait, berpegang teguh dengan wala’ kepadanya. Alhamdulillah saya telah menemukan pengganti daripada para Shahabat yang semuanya telah murtad, kecuali sangat sedikit, yang posisi mereka tergantikan oleh para Imam Ahlu Bait, yang telah disucikan oleh Allah….” (Tsumma Ihtadaitu 156)

Demikianlah, kelakuan para pemuja syiah warisan Majusi yang sangat dendam kepada para sahabat Nabi saw, karena para sahabatlah pewaris dan penyebar Islam yang langsung dibimbing oleh Nabi Muhammad shallalahu ‘alaihi wa sallam.

Kalau Yahudi langsung membenci Nabi Muhammad shallalahu ‘alaihi wa sallam, maka anak asuh Yahudi yakni syiah ini membenci para sahabat Nabi dan isteri-isteri Nabi terutama Aisyah radhiyallahu ‘anha. Sedangkan kepada Nabi Muhammad shallalahu ‘alaihi wa sallam cukup syiah lecehkan dan hinakan, dengan diposisikan kedudukan beliau lebih rendah dibanding imam-imam syiah.

Ketika seperti itu, maka perlu dipertanyakan, kenapa orang-orang dari Indonesia dan bahkan jadi tokoh di ormas Islam sudi-sudinya jadi makmum orang syiah.

Apa salahnya?

Salahnya, para sahabat saja dianggap murtad oleh orang syiah, bahkan isteri-isteri Nabi saw saja difitnah dan dihinakan, kenapa mereka rela jadi makmum orang syiah? Berarti rela dong…

Pantas saja banyak yang mengucapi innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Bahkan ada yang komentar: Semua krn fulussssss..

Bahaya tokoh yang menjerumuskan

 

Bahaya sikap-sikap yang menjerumuskan itu telah diingatkan pula oleh Nabi Muhammad shallalahu ‘alaihi wa sallam.

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam mengkhawatirkan ummatnya dari bahaya tokoh sesat lagi menyesatkan. Haditsnya sebagai berikut:

عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « إِنَّمَا أَخَافُ عَلَى أُمَّتِى الأَئِمَّةَ الْمُضِلِّينَ ».

Dari Tsauban, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Sesungguhnya yang aku takuti (bahayanya) atas ummatku hanyalah imam-imam/ pemimpin-pemimpin yang menyesatkan. (HR Ahmad, rijalnya tsiqot –terpercaya menurut Al-Haitsami, juga dikeluarkan oleh Abu Daud, Ad-Darimi, dan At-Tirmidzi, ia berkata: Hadits Shahih. Al-Albani dalam As-Silsilah As-Shahihah berkata, isnadnya shahih atas syarat Muslim).

Siapakah aimmah mudhillin (imam-imam/ pemimpin-pemimpin atau tokoh-tokoh yang menyesatkan) itu?

( إنما أخاف على أمتي الأئمة ) أي شر الأئمة ( المضلين ) المائلين عن الحق المميلين عنه(التيسير بشرح الجامع الصغير ـ للمناوى – (ج 1 / ص 728))

Imam-imam yang menyesatkan (al-Aimmah al-mudhillin) artinya seburuk-buruk imam/ pemimpin, yang menyimpang dari kebenaran dan menyelewengkan darinya. (Al-Munawi, At-Taisir bisyarhil Jami’is Shaghir juz 2 halaman 728).

أئمة مضلين أي داعين إلى البدع والفسق والفجور (تحفة الأحوذي – (ج 6 / ص 401))

Imam-imam yang menyesatkan, artinya penyeru-penyeru kepada bid’ah-bid’ah, kefasikan (pelanggaran-pelanggaran) dan fujur (kejahatan-kejahatan). (Al-Mubarokafuri, Tuhfatul Ahwadzi, syarah Jami’ At-Tirmidzi juz 6 halaman 401).  (lihat nahimunkar.com, Pemilihan Umum dan Gejala Ulama Blusak-blusuk, https://www.nahimunkar.org/487/pemilihan-umum-dan-gejala-ulama-blusak-blusuk/comment-page-1/#comment-4608)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 9.198 kali, 1 untuk hari ini)