• Mengaku hanya golongannya lah yang sah Islamnya

{يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَمَا يَخْدَعُونَ إِلَّا أَنْفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ } [البقرة: 9]

Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar. (QS Al-Baqarah:9)

Ada aliran sesat yang menganggap selain golongannya, Islamnya tidak sah. Maka ketika ada anak dari golongan sesat itu punya orang tua yang tidak mau masuk ke golongan sesat itu, bila sang orang tua itu meninggal, maka sang anak tidak boleh mensholatinya. Bila mensholatinya, maka tidak usah wudhu, artinya pura-pura tampaknya shalat, tapi sebenarnya dalam keadaan batal, punya hadats, tidak berwudhu.

Shalat tanpa wudhu (dalam keadaan punya hadats) seperti itu jelas mempermainkan shalat. Bahkan menipu Allah Ta’ala, sekaligus menipu orang Islam.

Ngakunya hanya golongannya lah yang Islamnya sah, tapi justru menipu Allah dan orang-orang mukmin sebagaimana kecaman terhadap orang2 munafik di QS Al-Baqarah ayat 9 tersebut.

Pendiri atau amir aliran sesat itupun doanya termasuk yang tertolak dan disejajarkan dengan pelacur.

Silakan simak berikut ini

***

Untuk merujuk kepada hadits, coba bandingkan lakon pendiri Islam Jamaah dengan hadits tentang ‘assyaaron (pemungut ‘usyur, persepuluhan, yakni pemungut harta muslimin secara tidak syar’i), dan hadits lima penghuni neraka di antaranya yang suka berkata kotor.

Di dalam hadits ada yang disebut sebagai ‘assyaar عَشَّارًا (pemungut persepuluhan harta orang tidak sesuai syari’at). Sebagaimana para pentolan Islam Jama’ah atau 354 (aliran sesat yang ganti-ganti nama didirikan oleh mendiang Nur Hasan Ubaidah Madigol), terkena ancaman do’anya tidak diijabahi. Karena mereka adalah tergolong orang-orang yang ditolak doanya, karena sebagai ‘assyaar (pemungut persepuluhan harta orang tidak sesuai syari’at). Hal itu termasuk dalam ancaman Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam:

عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : { تُفْتَحُ أَبْوَابُ السَّمَاءِ نِصْفَ اللَّيْلِ فَيُنَادِي مُنَادٍ هَلْ مِنْ دَاعٍ فَيُسْتَجَابُ لَهُ ؟ هَلْ مِنْ سَائِلٍ فَيُعْطَى ؟ هَلْ مِنْ مَكْرُوبٍ فَيُفَرَّجُ عَنْهُ ؟ فَلَا يَبْقَى مُسْلِمٌ يَدْعُو دَعْوَةً إلَّا اسْتَجَابَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لَهُ إلَّا زَانِيَةً تَسْعَى بِفَرْجِهَا أَوْ عَشَّارًا } . رَوَاهُ أَحْمَدُ وَالطَّبَرَانِيُّ وَاللَّفْظُ لَهُ صحيح الترغيب والترهيب – (ج 2 / ص 305) 2391 – ( صحيح)

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Pintu-pintu langit dibuka tengah malam maka pemanggil menyeru, adakah yang berdoa, maka (pasti) diijabahi baginya. Adakah yang meminta, maka (pasti) diberi. Adakah yang dirundung keruwetn, maka (pasti) dilapangkan darinya. Maka tidak tersisa seorang muslim pun yang berdoa dengan suatu doa kecuali Allah ‘Azza wa Jalla mengabulkan baginya kecuali wanita pezina (pelacur) yang berusaha dengan farjinya (kemaluannya) atau pemungut (harta orang) persepuluhan. (HR Ahmad Dan At-Thabarani, Lafal Ini Bagi At-Thabrani, Dishahihkan Oleh Al-Albani Dalam Shahih At-Targhib Wat-Tarhib Nomor 2391).

Hadits tentang Lima ahli neraka disebutkan dalam Hadits Shahih Muslim:

وَأَهْلُ النَّارِ خَمْسَةٌ: اَلضَّعِيْفُ الَّذِي لاَ زَبْرَ لَهُ، اَلَّذِيْنَ هُمْ فِيْكُمْ تَبَعًا لاَ يَتْبَعُوْنَ أَهْلاً وَلاَ مَالاً. وَالْخَائِنُ الَّذِي لاَ يَخْفَى لَهُ طَمَعٌ، وَإِنْ دَقَّ إِلاَّ خَانَهُ. وَرَجُلٌ لاَ يُصْبِحُ وَلاَ يُمْسِي إِلاَّ وَهُوَ يُخَادِعُكَ عَنْ أَهْلِكَ وَمَالِكَ. “وَذَكَرَ الْبُخْلَ أَوِ الْكَذِبَ ” وَالشِّنْظِيْرُ الْفَحَّاشُ

Dan penghuni neraka ada lima golongan: ORANG LEMAH YANG TIADA MENGGUNAKAN AKALNYA, mereka hanya menjadi pengikut dan tiada berusaha mencari harta dan mengurus keluarga. PENGKHIANAT YANG TAMAK, biarpun perkara kecil dikhianatinya juga. Orang yang diwaktu pagi dan petang SENANTIASA MENIPUMU terhadap keluarga dan hartamu. Dan disebutkan lagi: orang yang BAKHIL (PELIT) ATAU PEMBOHONG DAN ORANG YANG SUKA BERKATA KOTOR.

(HR Muslim HADIST NO – 5109)

Di Indonesia ada aliran sesat yang mengklaim bahwa hanya golongan mereka saja yang sah Islamnya, yang lain masuk neraka semua. Namun menurut penuturan para mantan aliran sesat itu, pendiri aliran sesat ini suka sekali berkata jorok, kotor lagi porno, bahkan hampir selalu dalam setiap mengajar dalam pengajian.  Padahal suka berkata kotor  itu adalah merupakan ciri calon ahli neraka.  Dalam hadits itu secara umum. Maka dapat difahami, lebih buruk lagi bila suka berkata kotor itu di depan khalayak ramai, apalagi pengajian, berarti sama dengan mengajarkan agama dengan kata-kata kotor.

Hujjah dan bukti telah dikemukakan.  Tinggal pilih ikut aliran yang telah jelas-jelas dilarang dan memang menyimpang dari Islam lagi sesat menyesatkan, atau pilih selamat dengan mengikuti Al-Qur’an dan As-Sunnah dalam pemahaman para sahabat radhiyallahu ‘anhum yang telah diwarisi oleh para ulama ahlus sunnah.

Posted on 14 Juli 2013

by Nahimunkar.org

https://www.nahimunkar.org/beredar-di-medsos-omong-kosong-paradigma-baru-ldii/

Ilutrasi Foto/pinterest

 

(nahimunkar.org)