ldii terbakarIlustrasi/ eramslm

Disejajarkan dengan Pelacur, Doanya Tidak Diijabahi

Di dalam hadits ada yang disebut sebagai ’assyaar عَشَّارًا (pemungut persepuluhan harta orang tidak sesuai syari’at). Sebagaimana para pentolan Islam Jama’ah atau 354 (aliran sesat yang ganti-ganti nama didirikan oleh mendiang Nur Hasan Ubaidah Madigol), terkena ancaman do’anya tidak diijabahi. Karena mereka adalah tergolong orang-orang yang ditolak doanya, karena sebagai ‘assyaar (pemungut persepuluhan harta orang tidak sesuai syari’at). Hal itu termasuk dalam ancaman Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam:

عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : { تُفْتَحُ أَبْوَابُ السَّمَاءِ نِصْفَ اللَّيْلِ فَيُنَادِي مُنَادٍ هَلْ مِنْ دَاعٍ فَيُسْتَجَابُ لَهُ ؟ هَلْ مِنْ سَائِلٍ فَيُعْطَى ؟ هَلْ مِنْ مَكْرُوبٍ فَيُفَرَّجُ عَنْهُ ؟ فَلَا يَبْقَى مُسْلِمٌ يَدْعُو دَعْوَةً إلَّا اسْتَجَابَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لَهُ إلَّا زَانِيَةً تَسْعَى بِفَرْجِهَا أَوْ عَشَّارًا } . رَوَاهُ أَحْمَدُ وَالطَّبَرَانِيُّ وَاللَّفْظُ لَهُ صحيح الترغيب والترهيب – (ج 2 / ص 305) 2391 – ( صحيح)

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Pintu-pintu langit dibuka tengah malam maka pemanggil menyeru, adakah yang berdoa, maka (pasti) diijabahi baginya. Adakah yang meminta, maka (pasti) diberi. Adakah yang dirundung keruwetn, maka (pasti) dilapangkan darinya. Maka tidak tersisa seorang muslim pun yang berdoa dengan suatu doa kecuali Allah ‘Azza wa Jalla mengabulkan baginya kecuali wanita pezina (pelacur) yang berusaha dengan farjinya (kemaluannya) atau pemungut (harta orang) persepuluhan. (Hr Ahmad Dan At-Thabarani, Lafal Ini Bagi At-Thabrani, Dishahihkan Oleh Al-Albani Dalam Shahih At-Targhib Wat-Tarhib Nomor 2391).

Nah, para pentolan Islam Jama’ah atau kode kelompok itu 354 (lihat kalau ada warung-warung dan sebagainya ada kode 354 berarti kelompok mereka) dengan jajarannya itu tiap bulannya memungut “persenan” sepersepuluh harta tiap orang yang dianggap sebagai jamaahnya. Bahkan kalau waktu-waktu tertentu seperti menjelang lebaran, khabarnya pemungutan pun bertambah tinggi. Apakah bukan عَشَّارًا yang doanya tertolak dan disejajarkan dengan pelacur, mereka itu?

Pihak yang lain, memungutnya mungkin sampai 15 persenan. Lebih mantap lagi dhalimnya. Dan itulah sumber utama (70-an persen) uang belanja negeri yang banyak koruptornya ini. Makanya sumber itu dari mana, perlu kita sadari benar karena memang dari sana, yaitu dari yang telah sangat dikecam dan diancam oleh Allah Ta’ala lewat Nabi-Nya yang mulia.

Kenapa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengecam sedemikian, tidak lain karena harta orang Muslim itu dilindungi, dan tidak boleh diambil tanpa hak. Dalilnya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan cara yang batil….”[AN-NISA : 29]

Dalam ayat diatas Allah melarang hamba-Nya saling memakan harta sesamanya dengan jalan yang tidak dibenarkan. Dan pajak adalah salah satu jalan yang batil untuk memakan harta sesamanya.

Dalam sebuah hadits yang shahih Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَا يَحِلُّ مَالُ امْرِئٍ مُسْلِمٍ إلَّا بِطِيبِ نَفْسٍ مِنْهُ

“Tidak halal harta seseorang muslim kecuali dengan kerelaan dari pemiliknya” (Hr Abu Daud Dan Al-Baihaqi, Hadits ini shahih, dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih wa Dha’if Jami’ush Shagir 7662, dan dalam Irwa’al Ghalil 1761 dan 1459. (lihat Abu Ibrahim Muhammad Ali, Pajak dalam Islam, Majalah Al-Furqon, Edisi I, Tahun VI/Sya’ban 1427/2006.)

Itulah penjelasan, kenapa doa mereka tertolak, walau sampai dalam doa qunut nazilahnya menyebut agar yang celaka itu orang yang mendhaliminya. Ternyata tetap tidak dikabulkan!

Dari sumber berupa hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam maupun kenyataan yang terbukti nyata dalam kehidupan, maka semoga hal ini jadi pelajaran berharga. Paling kurang, semoga akan menambah kemantapan saudara-saudara kita yang mentas keluar dan bertaubat dari aliran sesat LDII – Islam Jamaah. Lebih dari itu, semoga menjadi peringatan bagi semuanya, termasuk mereka yang terkena oleh hadits tersebut.

 Bagi yang ingin membaca tentang Kuwalat dengan Qunut, dan tentang Bambang Irawan (yang semasa hidupnya didoakan dengan qunut nazilah –agar celaka— karena Bambang Irawan adalah gembong Islam Jama’ah yang kemudian keluar serta membeberkan kesesatan Islam Jamaah- LDII) yang ternyata tidak celaka apa-apa (tetapi justru Amir LDII yang mengomandoi untuk doa qunut nazilah itu justru terkapar sakit berlama-lama), silakan simak https://www.nahimunkar.org/doa-ldii-islam-jamaah-ternyata-tertolak-kenapa-ya/.

Lima ciri calon ahli neraka

Lima ciri calon ahli neraka disebutkan dalam Hadits Shahih Muslim:

وَأَهْلُ النَّارِ خَمْسَةٌ: اَلضَّعِيْفُ الَّذِي لاَ زَبْرَ لَهُ، اَلَّذِيْنَ هُمْ فِيْكُمْ تَبَعًا لاَ يَتْبَعُوْنَ أَهْلاً وَلاَ مَالاً. وَالْخَائِنُ الَّذِي لاَ يَخْفَى لَهُ طَمَعٌ، وَإِنْ دَقَّ إِلاَّ خَانَهُ. وَرَجُلٌ لاَ يُصْبِحُ وَلاَ يُمْسِي إِلاَّ وَهُوَ يُخَادِعُكَ عَنْ أَهْلِكَ وَمَالِكَ. “وَذَكَرَ الْبُخْلَ أَوِ الْكَذِبَ ” وَالشِّنْظِيْرُ الْفَحَّاشُ

Dan penghuni neraka ada lima golongan: ORANG LEMAH YANG TIADA MENGGUNAKAN AKALNYA, mereka hanya menjadi pengikut dan tiada berusaha mencari harta dan mengurus keluarga. PENGKHIANAT YANG TAMAK, biarpun perkara kecil dikhianatinya juga. Orang yang diwaktu pagi dan petang SENANTIASA MENIPUMU terhadap keluarga dan hartamu. Dan disebutkan lagi: orang yang BAKHIL (PELIT) ATAU PEMBOHONG DAN ORANG YANG SUKA BERKATA KOTOR.

(HR Muslim HADIST NO – 5109)

Di Indonesia ada aliran sesat yang mengklaim bahwa hanya golongan mereka saja yang sah Islamnya, yang lain masuk neraka semua. Namun menurut penuturan para mantan aliran sesat itu, pendiri aliran sesat ini suka sekali berkata jorok, kotor lagi porno, bahkan hampir selalu dalam setiap mengajar dalam pengajian.  Padahal suka berkata kotor  itu adalah merupakan ciri calon ahli eraka.  Dalam hadits itu secara umum. Maka dapat difahami, lebih buruk lagi bila suka berkata kotor itu di depan khalayak ramai, apalagi pengajian, berarti sama dengan mengajarkan agama dengan kata-kata kotor.

Dengan adanya hadits shahih tentang ciri calon ahli neraka itu, dan adanya kenyataan lakon manusia seperti tersebut, maka seyogyanya Umat Islam menyadari. Bahwa di Indonesia ini ada aliran sesat yang kalau dirujuk pada hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam secara lahiriyah terkena ancaman doanya tidak terkabul, dan juga diancam hadits tentang lima ciri ahli neraka. Pengakuan QHJ (Qur’an Hadits Jamaah) yang mereka gembar-gemborkan selama ini belum tentu dapat menyelamatkan mereka. Karena Islam tidak cukup dengan klaim-klaim apapun, tetapi apakah benar-benar sesuai dengan yang dituntunkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam atau tidak.

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلالا مُبِينًا (٣٦)

Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata. (QS Al-Ahzab/ 33: 36).

(nahimunkar.com)

(Dibaca 9.272 kali, 1 untuk hari ini)