Mereka yang Hidup untuk Mengejar Dunia Akan Membenci Orang yang Takut kepada Allah Ta’ala

  • Penting juga untuk materi khutbah

Mereka yang mengejar dunia senantiasa akan mengikuti hawa nafsunya. Sedangkan mengikuti hawa nafsu itu justru akan menjerumuskan manusia itu sendiri, baik di dunia maupun di akherat kelak. Makanya sejak semula sudah diperingatan dengan tegas, siapa saja yang mengikuti hawa nafsunya, yang otomatis akan melampaui batas2 yang ditentukan Allah Ta’ala, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya).

{ فَأَمَّا مَنْ طَغَى (37) وَآثَرَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا (38) فَإِنَّ الْجَحِيمَ هِيَ الْمَأْوَى (39)

37. Adapun orang yang melampaui batas

38. dan lebih mengutamakan kehidupan dunia

39. maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya) [An Nazi’at,37, 38, 39].

Sebaliknya, orang yang menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, dalam keadaan takut kepada kebesaran Allah Ta’ala, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya)

وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَى (40) فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَى } [النازعات: -4041]

40. Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya

41. maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya)

[An Nazi’at,40-41]

Ancaman kepada siapapun yang mengikuti hawa nafsu dan lebih mementingkan kehidupan dunia itu umum. Bukan hanya ditujukan kepada orang2 kafir yang memang tidak akan menggubris batas2 yang digariskan Allah Ta’ala. Sehingga walaupun mengaku diri sebagai muslim, beragama Islam, namun ketika pola dan tatacara hidupnya justru memakai pola pihak kafir yng telah diancam neraka itu, maka disadari atau tidak, sepak terjangnya juga tidak jauh beda dengan yang kafir. Bahkan keberpihakannya pun lebih berpihak kepada pihak kafir. Sampai2 lafal kafir itu sendiri yang sudah jelas2 ditetapkan lafalnya dalam Al-Qur’an pun dipersoalkan, agar tidak digunakan untuk menyebut orang2 kafir.

Saking berpihaknya sudah sedemikian terhadap pihak kafir, maka bila manusia2 macam itu banyak jumlahnya, apalagi bersimharaja di dunia, maka bidikan utama yang mereka bidikkan tidak lain adalah segala hal yang dianggap akan menghalangi kepentingan2 pihak kafir.

Karena memang jelas2 Allah itu tidak ridho kepada kekafiran, maka segala hal yang diatur oleh agama Allah yaitu Islam, pasti tidak bersesuaian dengan kekafiran. Oleh karena itu, pasti orang kafir membencinya. Sehingga, siapapun yang dianggap mengusung, mendukung dan konsisten dalam agama Allah, maka pasti dibenci oleh orang kafir. Karena dianggap pasti akan menghalangi kepentingan orang kafir. Hingga betapa bencinya orang2 kafir terhadap azan panggilan shalat dari masjid2, sebagaimana setan2 sangat benci pada azan itu. Hingga orang komunis China ada yang jadi Timnas China Komunis untuk bertanding di Indonesia, lalu mereka pulang berkoar mengemukakan kebenciannya terhadap suara azan dari masjid2 di Indonesia. Nah, siapapun yang walau berada di Indonesia, kalau sejatinya kafir atau pro kepada pihak kafir, maka secara gen keyakinan, ya tentunya tidak jauh dari yang kafir komunis China yang terang2an berkoar membenci suara azan tersebut.

Menyadari hal itu, maka bagaimanapun, Umat Islam yang istiqomah dalam Islamnya perlu menyadari, bahwa bila suatu masyarakat yang dominan itu adalah yang pro kekafiran, apalagi yang sampai mengemukakan kebencian terhadap Isam seperti China komunis, maka tidak bakalan mereka ada simpati terhadap Islam maupun tokoh Islam. Jalan mereka memang sudah berbeda. Bila ada sebagain Umat Islam merelakan dirinya berpihk kepada yang seharusnya tidak diberpihaki padanya itu, maka sudah saatnya kini menyadari. Toh ayatnya sudah jelas. Jalan mereka memang sudah berbeda. Dan kebencian mereka memang telah nyata.

Allah Ta’ala telah memperingatan:

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِنْ دُونِكُمْ لَا يَأْلُونَكُمْ خَبَالًا وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الْآيَاتِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُونَ} [آل عمران: 118]

118. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya

[Al ‘Imran118]

Demikianlah. Ketika Allah Ta’ala telah memperingatkan sedemikian rupa, maka sepantasnya bagi siapapun yang tunduk dan taat kepada Allah Ta’ala untuk senantiasa mengikuti firmanNya itu.

Semoga Allah Ta’ala memberkahi Umat Islam yang istiqomah, hingga diberi kesabaran dan kekuatan dalam menghadapi kebencian pihak2 yang benci terhadap Islam di manapun dan kapanpun.

Aamiin ya Rabbal ‘aalamiin.

(nahimunkar.org)

 

 


 

(Dibaca 168 kali, 1 untuk hari ini)