Buku ajaran agama sesat di Rengat. ©2018 Mdkcom/Abdullah Sani

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Guntur Aryo Tejo menyebut, dari informasi yang diterimanya dari pihak kepolisian Inhu, pada sampul depan buku tersebut, berisi tentang ajaran-ajaran agama Islam. Namun di dalamnya, berisi tentang agama lain. Bahkan, tulisan dalam selebaran ini juga ada menyinggung soal ibadah salah satu agama, yang memang menjurus pada SARA.

Dari foto buku yang beredar, sampulnya berwarna biru. Di sampul tersebut, tertulis “Umat Islam, Bukalah Hatimu”. Ada juga tulisan “Bacaan Bagi Para Pencari Surga”. Salah satu isi buku tersebut, tertulis juga nomor seluler. “Bagi yang tergerak hatinya ingin lebih dalam mengenal Tuhan Yesus dapat SMS ke No: 081391818397.

Inilah beritanya.

***

Polisi Dalami Peredaran Buku Berisi Ajaran Sesat di Inhu


Ket Foto : Buku yang disebar orang tak di kenal di rumah-rumah warga di Inhu.

RIAUMANDIRI.CO, PEKANBARU – Kepolisian Daerah (Polda) Riau masih mendalami beredarnya buku-buku yang diduga berisi ajaran sesat di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Buku tersebut diketahui beredar pada hari libur nasional Jumat Agung atau Paskah, Jumat (30/3/2018) lalu.

Dikatakan Kabid Humas Polda Riau, Kombes Guntur Aryo Tejo, buku ini diedarkan oleh pelaku yang masih diburu polisi di beberapa rumah warga di dua daerah, yakni di Kelurahan Kampung Besar Kota, dan Kelurahan Sekip Hulu.

“Sudah kita amankan, jumlahnya sekitar 10 buku” ungkap Guntur kepada Riaumandiri.co, Senin (2/4/2018).

Menurut Guntur, beredarnya buku ini diduga untuk membawa warga penerima yang semuanya adalah muslim ke jalan yang sesat. Upaya pihak tertentu itu disinyalir untuk memperkeruh suasana pada perayaan Paskah, dan menyudutkan agama tertentu.

Meski demikian, kata Guntur, pihaknya akan terus mengusut penyebar buku ini. Para pelaku, masih diburu. Untuk mempermudah upaya kepolisian menemukan pelaku, telah dilakukan pengecekan melalui kamera tersembunyi atau CCTv yang terdapat di rumah warga.

“Pelaku ini diduga menggunakan mobil. Jadi, dia melempar selebaran tersebut ke pekarangan rumah warga. Dia bentuknya berupa selebaran. Ini yang masih didalami,” terangnya memaparkan rekaman CCTv.

Lebih lanjut Guntur mengatakan, selebaran ini secara umumnya tidak berpengaruh kepada warga yang menemukannya. Karena menurutnya, warga di sana sudah memiliki pengetahuan agama yang cukup baik. Meski demikian, kepolisian tetap menelusuri siapa dalang di balik aksi ini.

Guntur menyebut, dari informasi yang diterimanya dari pihak kepolisian Inhu, pada sampul depan buku tersebut, berisi tentang ajaran-ajaran agama Islam. Namun di dalamnya, berisi tentang agama lain. Bahkan, tulisan dalam selebaran ini juga ada menyinggung soal ibadah salah satu agama, yang memang menjurus pada SARA.

Dari foto buku yang beredar, sampulnya berwarna biru. Di sampul tersebut, tertulis “Umat Islam, Bukalah Hatimu”. Ada juga tulisan “Bacaan Bagi Para Pencari Surga”. Salah satu isi buku tersebut, tertulis juga nomor seluler. “Bagi yang tergerak hatinya ingin lebih dalam mengenal Tuhan Yesus dapat SMS ke No: 081391818397.

“Kita imbau kepada masyarakat agar tidak terpancing dengan selebaran itu. Kita yakin, masyarakat sudah sangat cerdas, dan masing-masing memiliki keyakinan yang tentunya tidak bisa dipaksakan. Memang isi selebarannya menjurus pada SARA,” kata Guntur.

Reporter: Dodi Ferdian

Editor: Rico Mardianto / riaumandiri.co

(nahimunkar.org)

(Dibaca 484 kali, 1 untuk hari ini)