Banyak orang mulai cemas dan resah dengan maraknya propaganda perilaku seks menyimpang; lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT).
“Propaganda LGBT ini sangat meresahkan, karena sejak dahulu Indonesia adalah negeri yang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Maka kemanusiaan atau HAM juga harus ditafsirkan berdasarkan nilai-nilai agama, bukan dengan ideologi sekularisme.”
Sebelumnya telah diberitakan, Di saat kasus pelecehan terhadap Islam oleh The Jakart Post sedang mulai disidik Polda Metro Jaya, ternyata muncul pula komik beride penyimpangan sex, homosex dan semacamnya, diterbitkan oleh PT. ELEX MEDIA KOMPUTINDO yang beralamat di Gedung KOMPAS GRAMEDIA Lantai 2. Jl. Palmerah Barat 29 – 37 Jakarta Pusat
Belum terdengar adanya pengaduan ke polisi, namun penerbit di kelompok Kompas itu telah dilabrak orang, disamping dikomentari dengan sengit.
– See more at: https://www.nahimunkar.org/heboh-komik-ajarkan-homosex-terbitan-kelompok-kompas-jakarta/#sthash.uMYk8k1H.dpuf
Baru-baru ini ada pertemuan tiga organisasi untuk menanggapi propaganda LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transenden) yang kian marak dan berkembang di Indonesia. Tiga organisasi yang didirikan oleh Fahira Idris itu adalah Aliansi Cinta Keluarga (AILA) Indonesia, #IndonesiaTanpaJIL (ITJ), dan Gerakan Anti Miras (GENAM). Mereka mengadakan acara silaturahim, Selasa, (19/8/2014) di Rumah Damai Indonesia (RDI), Jakarta. Silaturahim ini digalang untuk membahas maraknya propaganda perilakus seks menyimpang, LGBT.

Inilah beritanya.
***

Penolakan Propaganda LGBT adalah Suara Hati Masyarakat

BY TABLIGH · AUGUST 21, 2014

Banyak orang mulai cemas dan resah dengan maraknya propaganda perilaku seks menyimpang; lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT). Demikian pernyataan disampaikan Anggota DPD RI terpilih, Fahira Idris.
“Sebagian orang berusaha memberi kesan bahwa hanya saya saja yang memprotes keberadaan buku tersebut. Padahal, yang saya lakukan adalah menyuarakan keluhan masyarakat yang memang sudah sangat resah dengan propaganda semacam ini,” ujar Fahira dalam acara silaturrahim bersama sejumlah perwakilan Aliansi Cinta Keluarga (AILA) Indonesia dan IndonesiaTanpaJIL (ITJ) hari Selasa (19/08/2014) di Jakarta.
Pertemuan yang berlangsung di Rumah Damai Indonesia (RDI) sengaja digelar untuk membicarakan maraknya propaganda LGBT yang makin terbuka.
Sebelum ini, Fahira sempat mendatangi Penerbit Elex Media yang menerbitkan buku yang berisi propaganda LGBT pada remaja.
Ia mengaku tak datang dengan tangan kosong, namun dengan membawa lebih dari 500 surat keberatan dari berbagai kalangan masyarakat.
“Propaganda LGBT ini sangat meresahkan, karena sejak dahulu Indonesia adalah negeri yang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Kemanusiaan atau HAM juga harus ditafsirkan berdasarkan nilai-nilai agama, bukan dengan ideologi sekularisme,” kata Fahira.
Meski demikian, Fahira berharap kaum LGBT tidak menganggapnya sebagai musuh yang akan mengancam keberadaan mereka.
Fahira juga menghimbau semua pihak untuk menghindari cara-cara anarkis dalam menyelesaikan permasalahan.

“Banyak yang merasa saya memusuhi kaum LGBT ini. Sebenarnya tidak. Pada kenyataannya, mereka ada di antara kita, dan kita tidak menganggapnya sebagai musuh yang harus dimusnahkan. Akan tetapi propagandanya harus dicegah, dan kita semua berkepentingan untuk melindungi keluarga kita masing-masing,” ungkapnya.

Pendapat Fahira ini diamini juga oleh Rita Soebagio, psikolog yang aktif di AILA. Menurutnya, penanganan masalah LGBT ini memang harus dilakukan secara berhati-hati.
“Jika kita menekan kaum LGBT ini, mereka justru akan bersikap defensif dan mencari pembenaran,” ungkapnya.
Sementara Tetraswari, seorang penggiat AILA, juga berpendapat bahwa penolakan terhadap LGBT tidak perlu dipandang sebagai sikap ofensif kepada mereka.
“Kita harus menjelaskan kepada mereka bahwa mereka bisa sembuh dari kecenderungan ini, dan kita ingin mereka sembuh justru karena kita menyayangi mereka,” ujarnya.
Fahira menyayangkan sebagian pihak yang justru bersikap arogan dengan mempertanyakan motifnya. “Ada yang mempertanyakan mengapa saya mau repot-repot menyampaikan keluhan masyarakat? Saya memang sudah terpilih sebagai anggota DPD, tapi belum dilantik. Yang saya lakukan adalah menyuarakan suara hati masyarakat, termasuk suara hati saya sendiri. Di mana kesalahannya?” pungkas Fahira.
Seperti diketahui, propaganda LGBT belakangan ini dipandang telah sangat masif oleh sebagian masyarakat, terutama melalui opini-opini yang beredar di media massa dan di dunia hiburan. Sejumlah kalangan menilai bahwa propaganda ini merupakan anak kandung dari liberalisme yang jauh dari nilai-nilai agama dan telah mengancam tatanan keluarga di tanah air.*
Sumber: Hidcom/http://tabligh.or.id/
***

Hukuman berat bagi pelaku homo ataupun lesbi

Dalam Islam, haram dan dosa serta adzab atas pelaku homoseks telah dijelaskan di antaranya dalam Al-Qur’an Surat An-Naml ayat 54 – 58.:

وَلُوْطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتًوْنَ الْفَاحِشَةَ وَأَنْتًمْ تُبْصِرُوْنَ ( 54) أَئِنَّكُمْ لَتَأْتُوْنَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُوْنِ النِّسَاءِ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ تَجْهَلُوْنَ (55) فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِ إِلاَّ أَنْ قَالُوْا أَخْرِجُوْا ءَالَ لُوْطٍ مِنْ قَرْيَتِكُمْ إِنَّهُمْ أُنَاسٌ يَتَطَهَّرُوْنَ (56) فَأَنْجَيْنَاهُ وَأَهْلَهُ إِلاَّ امْرَأَتَهُ قَدَّرْنَاهَا مِنَ الْغَابِرِيْنَ (57) وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ مَطَرًا فَسَاءَ مَطُرٌ الْمُنْذَرِيْنَ (58) النمل : 54-58

54. Dan (ingatlah kisah) Luth, ketika dia Berkata kepada kaumnya: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan fahisyah[1101] itu sedang kamu memperlihatkan(nya)?”
55.”Mengapa kamu mendatangi laki-laki untuk (memenuhi) nafsu (mu), bukan (mendatangi) wanita? Sebenarnya kamu adalah kaum yang tidak mengetahui (akibat perbuatanmu)”.
56. Maka tidak lain jawaban kaumnya melainkan mengatakan: “Usirlah Luth beserta keluarganya dari negerimu; Karena Sesungguhnya mereka itu orang-orang yang (menda’wakan dirinya) bersih[1102]”.
57. Maka kami selamatkan dia beserta keluarganya, kecuali isterinya. Kami telah mentakdirkan dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan).
58. Dan kami turunkan hujan atas mereka (hujan batu), Maka amat buruklah hujan yang ditimpakan atas orang-orang yang diberi peringatan itu. (An Naml: 54-58).

[1101] perbuatan keji: menurut Jumhur Mufassirin yang dimaksud perbuatan keji ialah perbuatan zina, sedang menurut pendapat yang lain ialah segala perbuatan mesum seperti : zina, homosek dan yang sejenisnya. Menurut pendapat Muslim dan Mujahid yang dimaksud dengan perbuatan keji ialah musahaqah (homosek antara wanita dengan wanita).
[1102] perkataan kaum Luth kepada sesamanya. Ini merupakan ejekan terhadap Luth dan orang-orang beriman kepadanya, Karena Luth dan orang-orang yang bersamanya tidak mau mengerjakan perbuatan mereka.

Homoseks adalah laki-laki mendatangi (melakukan perbuatan seks dengan laki-laki). Sedang lesbi adalah seorang wanita mendatangi wanita lainnya (melakukan perbuatan seks).

( 1138 ) – وَعَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ : { مَنْ وَجَدْتُمُوهُ يَعْمَلُ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ فَاقْتُلُوا الْفَاعِلَ وَالْمَفْعُولَ بِهِ , وَمَنْ وَجَدْتُمُوهُ وَقَعَ عَلَى بَهِيمَةٍ فَاقْتُلُوهُ وَاقْتُلُوا الْبَهِيمَةَ } رَوَاهُ أَحْمَدُ وَالْأَرْبَعَةُ وَرِجَالُهُ مُوَثَّقُونَ , إلَّا أَنَّ فِيهِ اخْتِلَافًا .
.–الجزء :4 (سبل السلام) الصفحة :25

Dari Ibnu ‘Abbas, bahwasanya Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ٍ”Siapa-siapa yang kamu dapati dia mengerjakan perbuatan kaum Luth (homoseksual, laki-laki bersetubuh dengan laki-laki), maka bunuhlah yang berbuat (homoseks) dan yang dibuati (pasangan berbuat homoseks itu); dan barangsiapa kamu dapati dia menyetubuhi binatang maka bunuhlah dia dan bunuhlah binatang itu.” (HR Ahmad dan Empat (imam), dan para periwayatnya orang-orang yang terpercaya, tetapi ada perselisihan di dalamnya).

Dalam Kitab Subulus Salam dijelaskan, dalam hadis itu ada dua masalah.

Pertama, mengenai orang yang mengerjakan (homoseks) pekerjaan kaum Luth, tidak diragukan lagi bahwa itu adalah perbuatan dosa besar. Tentang hukumnya ada beberapa pendapat: Pertama, bahwa ia dihukum dengan hukuman zinadiqiyaskan (dianalogikan) dengan zina karena sama-sama memasukkan barang haram ke kemaluan yang haram. Ini adalah pendapat Hadawiyah dan jama’ah dari kaum salaf dan khalaf, demikian pula Imam Syafi’i. Yang kedua, pelaku homoseks dan yang dihomo itu dibunuh semua baik keduanya itu muhshon (sudah pernah nikah dan bersetubuh) atau ghoiru muhshon (belum pernah nikah) karena hadits tersebut. Itu menurut pendapat pendukung dan qaul qadim As-Syafi’i.

Masalah kedua tentang mendatangi/menyetubuhi binatang, hadits itu menunjukkan haramnya, dan hukuman atas pelakunya adalah hukum bunuh. Demikianlah pendapat akhir dari dua pendapat Imam As-Syafi’i. Ia mengatakan, kalau hadits itu shahih, aku berpendapat padanya (demikian). Dan diriwayatkan dari Al-Qasim, dan As-Syafi’I berpendapat dalam satu pendapatnya bahwa pelaku yang menyetubuhi binatang itu wajib dihukum dengan hukuman zina diqiyaskan dengan zina.. (Subulus Salam, juz 4, hal 25).

Dari ayat-ayat, hadits-hadits dan pendapat-pendapat itu jelas bahwa homoseks ataupun lesbian adalah dosa besar. Bahkan pelaku dan pasangannya di dalam hadits dijelaskan agar dibunuh. Maka tindakan dosa besar itu wajib dihindari, dan pelaku-pelakunya perlu dijatuhi hukuman. https://www.nahimunkar.org/hukuman-berat-bagi-pelaku-homo-ataupun-lesbi/

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.839 kali, 1 untuk hari ini)