Peringatan dari Allah Ta’ala:

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لا تُفْسِدُوا فِي الأرْضِ قَالُوا إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ (١١)

11. Dan bila dikatakan kepada mereka:”Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi”. mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.”

أَلا إِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُونَ وَلَكِنْ لا يَشْعُرُونَ (١٢)

12. Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar. (QS Al-Baqarah: 11-12).

وَإِذَا تَوَلَّى سَعَى فِي الْأَرْضِ لِيُفْسِدَ فِيهَا وَيُهْلِكَ الْحَرْثَ وَالنَّسْلَ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الْفَسَادَ (205) وَإِذَا قِيلَ لَهُ اتَّقِ اللَّهَ أَخَذَتْهُ الْعِزَّةُ بِالْإِثْمِ فَحَسْبُهُ جَهَنَّمُ وَلَبِئْسَ الْمِهَادُ  [البقرة : 205 ، 206]

205. Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak wanita dan anak-anak; dan Allah tidak menyukai kebinasaan.

206. Dan apabila dikatakan kepadanya: “Bertakwalah kepada Allah”, bangkitlah kesombongannya yang menyebabkannya berbuat dosa. Maka cukuplah (balasannya) neraka Jahannam. dan sungguh neraka Jahannam itu tempat tinggal yang seburuk-buruknya. (QS Al-Baqarah: 205-206)

زاد المسير في علم التفسير – (1 / 197)

وحكى الزجاج عن قوم : أن الحرث : النساء ، والنسل : الأولاد . قال : وليس هذا بمنكر ، لأن المرأة تسمى حرثاً .

AzZajaj menceritakan dari suatu kaum bahwa al-harts adalah wanita dan an-nasl adalah anak-anak. Dia berkata, ini bukan tak dikenal, karena wanita itu (memang) dinamakan harts (ladang). (Zadul Masir fi ‘ilmit tafsir 1/197).

تفسير البغوي – (1 / 236)

والنسل: نسل كل دابة والناس منهم

(merusak) annasl (keturunan) adalah (merusak) keturunan tiap binatang, dan manusia termasuk mereka. (Tafsir Al-Baghawi 1/ 236)

Dalam kenyataan, wanita dan anak-anak dijadikan sasaran untuk pemerataan zina, dengan proyek nasional penyebaran gratis kondom serta dikampanyekan pada para remaja se-Indonesia, pakai dana yang dirancang secara resmi dan ketetapan resmi. Itu sama sekali bukan membangun namun merusak. Itupun merusaknya pakai duit yang diserap dari mayoritas Ummat Islam pula. Betapa dhalimnya.

Inilah kisah nyata di negeri yang para pengendali manusianya merusak generasi mudanya, wanita dan anak-anak.

***

Pemerintah anggarkan Rp 25,2 milyar untuk pengadaan kondom

JAKARTA – Koordinator Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA), Uchok Sky Khadafi, mengatakan lelang untuk pengadaan kondom Tahun Anggaran 2012 sudah selesai dilakukan dan penandatanganan kontrak pengadaan barang kondom itu sudah dilakukan pada 7 hingga 17 Februari 2012.

Adalah PT Kimia Farma Trading & Distribution yang berkantor pada Jl Budi Utomo No 1 Jakarta Pusat, menjadi pemenang tender senilai Rp 24,8 miliar.

“Dan alokasi dalam Pagu Anggaran APBN Tahun 2012 sebesar Rp 25,2 miliar,” kata Koordinator Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA), Uchok Sky Khadafi, dikutip Tribunnews.com, Senin (25/6/2012).

Menurut Uchok, dengan rampungnya proses lelang pengadaan kondom, maka langkah pemerintah selanjutnya adalah kampanye dan pembagian kondom gratis untuk para remaja.

Tapi sangat disayangkan, Nafsiah Mboi tidak pernah memberitahu kepada publik tentang tempat-tempat Kemenkes akan membagi atau kampanye pengunaan kondom dengan sasaran kalangan dengan kelompok seks berisiko sebagaimana klaimnya.

Apalagi, kalau melihat alokasi anggaran untuk kampanye, baik melalui televisi, radio, dan cerdas cermat di televisi hanya akan membuang-buang anggaran sebesar Rp 28,4 miliar dari alokasi anggaran APBN yang disediakan sebesar Rp 30,2 miliar.

“Sekali lagi, Menteri Kesehatan jangan sesumbar kalau tidak punya data daerah atau tempat mana masyarakat dengan perilaku seks berisiko,” tandasnya.

Bagi FITRA, cara kampanye seperti ini tersirat bahwa sasarannya bukan saja orang-orang yang berperilaku seks berisiko, tapi juga untuk masayarakat umum.

Hal ini bisa dilihat dari alokasi anggaran kampanye Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Menteri Kesehatan RI (Menkes) Nafsiah Mboi menggebrak publik di awal jabatannya dengan kebijakan yang menuai kontroversi, kampanye kondom.

Komisi IX DPR sebagai mitra kerja merasa belum pernah mendapat penjelasan dari pihak Kemenkes tentang kebijakan tersebut. Namun, anggaran APBN 2012 untuk program pengadaan kondom itu telah ada sebesar Rp 25,2 miliar. (bilal/arrahmah.com) Bilal

Senin, 25 Juni 2012 17:07:31

***

Apakah Ummat Islam se-Indonesia rela?

Proyek perusakan generasi muda remaja dan wanita serta pemerataan kebejatan moral ini bila sampai berangsung dan tidak digagalkan oleh Ummat Islam, maka tidak menutup kemungkinan untuk dilanjutkan dengan ditingkatan lagi perusakannya, dan dibiayai sebesar-besarnya agar lebih dahsyat lagi rusaknya.

Apakah Ummat Islam se-Indonesia ridho?

Kalau diam, bearti pertanda rela. Apakah Ummat Islam se-Indonesia aan diam saja dan rela generasi Muslim dirusak sehebat-hebatnya dan nantti makin ditingkatkan perusakannya?

(nahimunkar.com)

(Dibaca 596 kali, 1 untuk hari ini)