Meski Ada Corona, Pemerintah RI Impor Bawang Putih 103.000 ton dari China

 


***

Meski Ada Corona, Pemerintah Impor Bawang Putih 103.000 ton dari China

 

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian telah menerbitkan izin Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) untuk bawang putih sebesar 103.000 ton dari China.

 

Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Prihasto Setyanto mengatakan penerbitan izin impor ini dilakukan karena stok bawang putih di dalam negeri kian menipis, yakni 70.000 ton. Stok tersebut hanya mampu memenuhi kebutuhan sampai pertengahan Maret mendatang.

 

“Stok kurang lebih 70.000 ton. Jadi sampai bulan Maret itu sebetulnya dari stok masih cukup, tetapi kita sudah buka (impor) untuk mengantisipasi sampai dua-tiga bulan ke depan,” kata Prihasto saat ditemui usai Rapat Dengar Pendapat Komisi IV DPR di Jakarta, Senin.

 

Prihasto memperkirakan impor bawang putih sebesar 103.000 ton tersebut dapat memenuhi kebutuhan sampai 2-3 bulan ke depan. Ada pun kebutuhan konsumsi bawang putih nasional mencapai 560.000-850.000 ton per tahun atau sekitar 47.000 ton per bulan.

 

Sebagai informasi, produksi bawang putih dalam negeri baru mencapai 85.000 ton per tahun atau sekitar 10 persen dari kebutuhan nasional, sedangkan 90 persennya harus dipenuhi lewat impor.

 

Sebagian besar impor bawang putih tersebut didatangkan dari China, mengingat negara tersebut memiliki produksi terbesar di dunia untuk komoditas bawang putih. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, Indonesia mengimpor bawang putih dari China pada 2019 mencapai 465.000 ton atau setara 529,96 juta dolar AS.

 

Terkait dengan kekhawatiran virus Corona yang mewabah di China, Prihasto memastikan bahwa komoditas berbasis tanaman, termasuk bawang putih, tidak dikategorikan sebagai media pembawa virus corona.

 

Namun demikian, Kementan tetap waspada terhadap pemasukan komoditas pangan dari negeri Tirai Bambu tersebut.

 

“Memang kemarin sempat ada penundaan. Dari hasil rapat terbatas kemarin, sudah dinyatakan barang konsumsi dari tanaman itu aman, tetapi walaupun begitu tetap tidak boleh lalai, tidak boleh lengah dan tidak boleh abai,” kata Prihasto.(*)

 

Gelora News 
10 Februari 2020

 

 

***

Ngeri, Ada Cacing Nematoda di Bawang Putih Asal China


Posted on 1 Juni 2018

by Nahimunkarcom


Polisi tunjukan barang bukti bawang putih bercacing.

Oleh Bayu Adi Wicaksono, Foe Peace Simbolon

VIVA – Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus dari Badan Reserse Kriminal Polri membongkar praktik impor ilegal bawang putih yang tak layak konsumsi. Dan yang mengerikan, setelah diperiksa di laboratorium, dalam bawang putih itu terkandung cacing nematoda.

Menurut Wakil Direktur Tipideksus Bareskrim Polri, Komisaris Besar Polisi Daniel Tahi Monang Silitonga, bawang putih mengandung cacing itu diimpor dari China dan Taiwan. Pada label impor telah diubah dari untuk pembibitan menjadi untuk konsumsi.

“Menurut laboratorium yang bibit mengandung cacing nematoda yang tidak bisa dikonsumsi,” kata Daniel Tahi Monang Silitonga di Gedung Bareskrim KKP, Kamis 31 Mei 2018.

Para pelaku, lanjut dia, tahu kalau hal itu ilegal. Meski bawang mengandung bibit penyakit mereka tetap melakukan tindakan curang itu demi keuntungan semata.

“Tersangka melakukan impor tadi bawang putih dengan memberikan keterangan yang menyesatkan atau pernyataan yang tidak benar sehingga merugikan konsumen,” kata dia.

Dalam kasus ini, 300 ton bawang putih di Surabaya hasil impor para pelaku disita. Direktur PT. TSR, TKS ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka karena sengaja memperdagangkan bawang putih impor yang tidak sesuai peruntukan.

Kemudian, Direktur PT. PTI, MYI dan Direktur PT. CGM, TDJ selaku importir lain pun demikian. Seorang pejabat berinisial PN pun ditetapkan sebagai tersangka lantaran memberikan kewenangan sebagai pengendali dan pembiayaan barang impor.

Akibat perbuatannya, para pelaku disangkakan dengan Pasal 144 Juncto Pasal 147 UU No 18 tahun 2012 tentang Pangan; Pasal 62 Juncto Pasal 8 ayat (1) UU No. 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan/atau Pasal 3 UU No 8 tahun 2010 tentang TPPU Juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP.

“Sedang kami dalami siapa saja yang terlibat dan apa saja perannya. Sebagian sudah kami panggil sebagai tersangka,” ucapnya lagi. (ren)

Sumber: m.viva.co.id/berita

(nahimunkar.org)

***

Bawang Putih China dan pestisida berbahaya

Para petani bawang putih di China juga menggunakan pestisida berbahaya untuk membasmi hama. Secara umum, pestisida yang digunakan pada tanaman bawang putih adalah jenis methyl bromide, dan ini sangat berbahaya.

China memang terkenal sebagai negara industri dengan polusi udara dan pencemaran lingkungan yang parah. Sebab itu, kita harus benar-benar berhati-hati saat ingin mengkonsumsi makanan yang di ekspor dari negara asal Jackie Chan tersebut.

Sebagai tindak pencegahan, alangkah lebih baik jika Anda memilih produk makanan dari petani lokal di Indonesia. Selain lebih sehat dan terjamin, Anda juga mendukung petani lokal lebih maju dan berkembang.

id.theasianparent.com

https://www.nahimunkar.org/bela-china-dan-abaikan-rakyat-sebut-makanan-dari-china-aman-corona-menkes-diminta-kasih-contoh-menyantapnya/

(nahimunkar.org)


 

(Dibaca 456 kali, 1 untuk hari ini)