JAKARTA (voa-islam.com) – Karena merasa memiliki dana cukup besar yang didapat dari APBN, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang sekarang dipimpin Komjen Pol Said Usma, ternyata nekat berusaha untuk menyuap Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Meski MUI lagi kesulitan keuangan berkenaan akan diselenggarakannya Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke 6 di Yogyakarta yang rencananya akan dibuka Presiden Jokowi pada 9 Februari 2015 nanti, namun dengan tegas menolak uang suap tersebut.

“Sudah dua kali sebanyak tiga orang utusan BNPT mendatangi kantor MUI Pusat guna memberikan bantuan bagi KUII ke 6, tetapi dengan syarat mereka menjadi salah satu pembicara pada kongres tersebut. Bantuan tersebut dengan tegas saya tolak untuk menjaga independensi MUI,” tegas Ketua Umum MUI Pusat, Din Syamsuddin di Kantor MUI, jalan Proklamasi Jakarta, Jum’at (30/2).

Din menjelaskan, seandainya pihaknya bersedia menerima bantuan (suap–red.) dari BNPT itu, maka masalah pendanaan kongres yang diperkirakan mencapaai Rp 1,9 miliar sudah selesai, tak perlu mencari bantuan sana-sini. Namun dirinya menolak bantuan pendanaan itu karena MUI tidak setuju akan policy deradikalisasi dari BNPT yang dinilai merugikan umat Islam.

“Saya jamin tidak akan ada pihak yang berhasil menunggangi KUII ke 6. MUI tak setuju kebijakan deradikalisasi dari BNPT,” tegas Ketua Umum PP Muhammadiyah tersebut. [Abdul Halim/Voa-Islam.Com]

(nahimunkar.com)

(Dibaca 289 kali, 1 untuk hari ini)