.

 

BANGUI (voa-islam.com) – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan akan mengevakuasi 19.000 Muslim dari Bangui – Republik Afrika Tengah yang sekerang menghadapi pemusnahan oleh  milisi Kristen Balaka mengancam kehidupan mereka. Ribuan Muslim di Afrika Tengah (CAR), dibantai habis oleh milisi Kristen, tanpa peduli, Selasa, 1/4/2014.

Pasukan milisi Kristen Balaka mengontrol rute utama dari  dan ke Bangui serta banyak kota dan desa di barat daya, kata badan pengungsi PBB . Milisi Kristen yang menggunakan kekuatan militer dan berbagai senjata, terus mengarahkan ke komunitas Muslim dan pasukan penjaga perdamaian Uni Afrika.

“Apa yang tidak kita inginkan adalah hanya menonton orang-orang Muslim dibantai”,  kata juru bicara UNHCR Fatoumata Lejeune – Kaba, saat menyampaikan briefing tentang konflik di CAR, dan akan dapat berubah  menjadi genosida (pembantaian massal).

Pejuang Seleka Muslim merebut kekuasaan tahun lalu, dan memberi jalan pada bulan Januari ke pemerintahan sipil sementara. Namun, pemerintah – yang didukung oleh 2.000 pasukan penjaga perdamaian Perancis dan 6.000 Uni Afrika – belum mampu menghentikan serangan oleh milisi Kristen Balaka, dan ribuan dari mereka telah melarikan diri ke negara tetangga atau mencari perlindungan di kamp-kamp.

Milisi Kristen  Balaka mengancam bagi  kehidupan umat Islam di kota Bangui, kota Boda, Carnot, dan di sebelah barat ibukota dan Bossangoa ke utara, kata Lejeune – Kaba. “Kami takut terhadap kehidupan 19.000 Muslim di wilayah itu. UNHCR siap membantu dengan evakuasi mereka ke daerah yang lebih aman baik di dalam maupun di luar negeri”, ujarnya.

Setidaknya ratusan Muslim  tewas di Bangui sejak 22 Maret, terutama dalam serangkaian serangan oleh milisi Kristen  Balaka , kata juru bicara hak asasi manusia PBB Cecile Pouilly .

“Dalam menimbulkan kehancuran dan  kematian yang luas, kami sekali lagi mendesak negara-negara di dunia mendukung seruan Sekretaris Jenderal Ban Ki-moon, menyelamatkan Muslim, dan meningkatan jumlah pasukan penjaga perdamaian dan polisi”, tambah Pouilly briefing .

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki -moon memperingatkan terus berlangsunyanya kekerasan oleh kelompok-kelompok bersenjata di Republik Afrika Tengah, terutama milisi Kristen, dan dikawatirkan akan menyebar ke seluruh Afrika.

Pasukan milisi Kristen itu, di fasilitasi oleh kekuatan-kekuatan asing, yang memang ingin menciptakan kekacauan dan perang  terbuka antara Kristen dan Muslim. Dewan Keamanan memulai pembicaraan tentang kondisi di Arika Tengah, dan membuat  resolusi dibentuknya pasukan penjaga perdamaian PBB, yang memberikan wewenang kepada  Uni Afrika pada 15 September.

Muslim di Afrika Tengah benar-benar menjadi sasaran milisi Kristen yang menginginkan agar Muslim di negara itu, punah dan tidak ada lagi Muslim, dan mereka terus melancarkan serangan dengan kekuatan militer yang mereka miliki. Ini menjadi kecenderungan baru di Afrika, di mana kelompok-kelompok Kristen melakukan pembantaian secara massal. (afgh/wb/voa-islam.com)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.448 kali, 1 untuk hari ini)