Trump melontarkan pertanyaan,”Apa mereka tidak bisa melakukan hal lain? Kenapa mereka melakukan hal itu di Texas dan menghina Muhammad serta semua orang?”

“Apa yang dia lakukan? Untuk apa dia melakukan itu? Apakah Pam Geller (wanita anti Islam penggelar lomba kartun menghina Nabi Muhammad, red nm) senang menyerempet risiko? Tetapi untuk apa dia melakukan hal tersebut?,” tanya Trump.

Pamela Geller, wanita pengusung kontes menggambar kartun Nabi di Texas memang anti-Islam

Geller menggelar kontes menggambar nabi Muhammad di Texas, Ahad (3/5/2015). Ia menawarkan hadiah 10 ribu dolar bagi pemanang kontes itu. Geller berdalih, kontes itu bertujuan kebebasan berpendapat sebagai respons dari kekerasan ketika menggambar Nabi Muhammad di Charlie Hebdo.

Inilah beritanya.

***

Donald Trump Kecam Pelaksanaan Kontes Kartun Nabi Muhammad

Rabu, 06 Mei 2015 pukul 14:20 WIB

 Polisi

New York — Miliuner Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengecam panitia pelaksana kontes kartun Nabi Muhammad di Texas. Kecaman seperti ini tak pernah sebelumnya keluar dari mulut Trump.

Sosok pendukung Partai Republik itu selama dikenal sebagai orang yang menilai serangan di kantor Charlie Hebdo di Prancis, karena kurangnya senjata untuk bertahan. Charlie Hebdo adalah tabloid yang menerbitkan karikatur Nabi Muhammad.

Awalnya Trump membahas pelaksanaan kontes itu seperti ciri khasnya, dengan memuji kerja polisi yang telah mengambil tindakan keras. Namun ucapannya berubah.

“Saya melihat Pam Geller (panitia kontes karikatur Nabi Muhammad) dan sepertinya dia membuat takut banyak pihak,” ujar Trump, seperti dikutip Fox News, Rabu (6/5/2015).

“Untuk apa dia menggambar karikatur Muhammad? Ini sangat menjijikan. Apa tidak ada hal yang bisa dia lakukan? Menggambar Muhammad?” tanya Trump.

Kecaman Trump dibantah oleh Elisabeth Hasselback yang membela motif Geller. Menurut Hasselback, ini adalah cara untuk melawan perang atas kebebasan berpendapat,” tegasnya.

Namun Trump melontarkan pertanyaan lagi,”Apa mereka tidak bisa melakukan hal lain? Kenapa mereka melakukan hal itu di Texas dan menghina Muhammad serta semua orang?”

“Apa yang dia lakukan? Untuk apa dia melakukan itu? Apakah Pam Geller senang menyerempet risiko? Tetapi untuk apa dia melakukan hal tersebut?” Trump kembali mempertanyakan.

Dua orang tewas dalam penembakan di lokasi kontes karikatur Nabi Muhammad, Minggu (3/5/2015). ISIS mengklaim kedua orang itu adalah suruhan mereka.http://lampost.co/

***

Ternyata Inilah Otak di Balik Kontes Menggambar Kartun Nabi

By Siyasa -May 5, 2015

 

Pamela Geller (pamelageller.com)

Kendati telah dibubarkan polisi, kontes menggambar kartun Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam menyulut protes banyak umat Islam di berbagai negara. Sosok di balik kontes itu pun menjadi sorotan internasional.

Siapakah dia? Ternyata otak di balik kontes itu adalah seorang wanita berususia 56 tahun. Pamela Geller, namanya. Seorang aktivis anti Islam asal New York. Ia juga seorang blogger dan banyak menyebarkan kebencian terhadap Islam melalui situsnya pamelageller.com.

Dikutip Republika Online dari the Daily Beast, Geller adalah seorang aktivis sekaligus blogger yang sangat tidak suka Islam berkembang di Amerika. Untuk itu, ia bersama Robert Spencer mendirikan American Freedom Defense Initiative (AFDI). Organisasi itu bertujuan menghentikan Islamisasi di Amerika.

Pada tahun 1980-an, Geller pernah bekerja di New York Daily News. Namanya sebagai aktivis anti-Islam mulai meroket pada tahun 2009-2010 saat ia menulis tulisan kontroversial melalui situs-nya, pamelageller.com yang menyebut bahwa Presiden Obama adalah muslim yang ingin menghancurkan Amerika.

Kebencian Geller terhadap Islam bukan hanya dituangkan dalam bentuk tulisan. Ia juga terlibat dalam sejumlah gerakan anti-Islam. Ia pernah memimpin gerakan untuk mencegah berdirinya masjid dan mushola di perkantoran.

Terakhir, Geller menggelar kontes menggambar nabi Muhammad di Texas, Ahad (3/5/2015). Ia menawarkan hadiah 10 ribu dolar bagi pemanang kontes itu. Geller berdalih, kontes itu bertujuan kebebasan berpendapat sebagai respons dari kekerasan ketika menggambar Nabi Muhammad di Charlie Hebdo.

Sebanyak 75 orang hadir dalam kontes menggambar kartun Nabi Muhammad tersebut. Namun polisi membubarkan acara tersebut setelah mendengar ada tembakan di luar gedung. “Satu polisi dan dua terduga tersangka tertembak,” kata seorang berseragam SWAT mengumumkan di panggung pada saat pembubaran kontes tersebut. Setelah dibubarkan, sebagian peserta kontes diamankan menggunakan bus sekolah. Mereka dibawa ke lingkungan sekolah yang aman. [Siyasa/bersamadakwah]

***

Pamela Geller, wanita pengusung kontes menggambar kartun Nabi di Texas memang anti-Islam

Adiba HasanSelasa, 16 Rajab 1436 H / 5 Mei 2015 16:03

Pamela Geller, doc. Reuters

NEW YORK (Arrahmah.com) – Kontes menggambar kartun Nabi Muhammad yang digelar di Dallas, Texas, Amerika Serikat (AS) memicu insiden penembakan. Ternyata ada wanita kontroversial di balik pagelaran ini. Dialah Pamela Geller, yang juga menggagas iklan ‘Bunuh Yahudi’ di bus-bus New York.

Sebagai Presiden organisasi Amerika Freedom Defense Initiative (AFDI), Pamela Geller mensponsori kontes melecehkan itu. Pamella dan AFDI punya program besar menghentikan apa yang disebutnya “Islamisasi Amerika dan Islamisasi dunia”.

“Saya anti-jihad dan anti-syariah,” ujarnya dalam wawancara dengan CNN, Selasa (5/5/2015).

Geller kerap menggunakan kata-kata biadab dalam menggambarkan aksi kekerasan yang dilakukan muslim. Lewat blog pribadinya Atlas Shrugs, Geller mempromosikan kebebasan berbicara dan berekspresi. Bahkan kini dia mendeklarasikan “perang” pasca penembakan 2 korban pada kontes penistaan nabi Ahad lalu (3/5), sebagaimana dilansir The Guardian.

“Jihad itu biadab,” tutur Geller.

Salah satu pembicara dalam kontes tersebut, Geert Wilders, seorang politisi Belanda yang juga anti Islam, mengatakan budaya Yahudi-Kristen jauh lebih superior dari budaya Islam. Salah satunya adalah soal selera humornya.

“Islam tidak mengakomodasi kebebasan berbicara, karena kebebasan berbicara akan menunjukkan betapa salahnya Islam itu. Islam tidak membolehkan humor karena humor akan menunjukkan kebodohan mereka,” tutur Geert Wilders kala itu.

Geller pun tidak mempermasalahkan opini Geert Wilders. Dia juga sependapat kalau Islam tidak suka humor. “Itu benar (soal humor-red),” kata Geller yang mengaku kritik-kritik yang dilontarkannya itu tidak ditujukan bagi penganut Islam secara general.

Geller dan AFDI juga pernah melakukan aksi anti-Islam pada tahun 2012 tak lama setelah Kedubes AS di Libya diserang lalu menewaskan 4 WN Amerika, salah satunya adalah duta besar. Mereka menempelkan iklan di kereta bawah tanah yang isinya dukungan pada “Israel”.

“Dalam peperangan orang berbudaya dan orang biadab, dukunglah orang yang berbudaya. Dukung Israel, kalahkan jihad,” demikian bunyi iklan itu.

“Saya tidak berpikir itu kontroversial,” kata Geller kepada CNN tahun 2012 lalu.

Sedangkan pada April 2015 lalu, AFDI membiayai iklan di sejumlah angkutan umum di Chicago dan San Francisco. Dalam iklan itu terlihat seorang pria dengan kepala dan wajah yang ditutupi syal tengah mengancam, di sebelahnya terdapat kutipan terkait video musik dari kelompok militan Palestina Hamas.

Kutipan itu berbunyi: “Membunuh kaum Yahudi adalah ibadah yang mendekatkan kita kepada Allah.”

Lalu iklan itu melontarkan pertanyaan: “Itu adalah jihad dia. Bagaimana jihad Anda?”

Iklan Anti Islam

Salah satu iklan anti-Islam yang disponsori Pamela Geller

Di lain pihak, menurut jurnalis senior Jamal Dajani pada laman Facebooknya, Senin (4/5), organisasi Pamela Geller yang Islamofobia, AFDI, diidentifikasi sebagai kelompok pembenci oleh Southern Poverty Law Center. AFDI mendanai iklan-iklan di bagian besar wilayah AS untuk menginisiasi kebencian dan mempromosikan Islamofobia. Salah satu agenda AFDI yang dikemuka senada dengan argumentasi gerakan First Amendment dan kelompok kristen Klu Klux Klan. (adibahasan/arrahmah.com)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 5.395 kali, 1 untuk hari ini)