Bahaya syiah dan sex jahat LGBT tampaknya tidak digubris oleh Nusron Wahid pemegang jabatan pengkaderan di NU. Tetapi yang dia gerahkan justru apa yang dia sebut ustad-ustad wahabi berkeliaran.

Selaku pemegang bidang pengkaderan, pantaskah Nusron Wahid memprovokasi NU dengan celotehnya yang menunjukkan kebencian seperti berikut ini?

***

 Nusron: Anak Muda Yang Aktif di Dunia Maya Adalah Target Wahabi

Ketua bidang Pengkaderan Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU), H Nusron Wahid mengatakan bahwa ustad-ustad wahabi berkeliaran di dunia maya tidak henti. Anak muda yang aktif di dunia maya menjadi target utama mereka.

Menurutnya, pendidikan merupakan hal utama yang harus diperkuat “Usia 18-23 biarkan mereka belajar” seperti dilansir di Nu Online. Ia melanjutkan, untuk usia 25-35 lebih ditekankan pada penguatan perekonomian dan yang tidak kalah penting adalah penataan kelembagaan NU.
Di sekolah-sekolah negeri, Rohis merupakan corong wahabi di kalangan siswa dimana tutornya berasal dari kampus-kammpus. Sehingga untuk mengentaskan ini, perlu pendampingan massif karena di sekolah umum susah memasukkan IPNU.
Penelitian yang dilakukan Nusron, menunjukkan fakta bahwa satu keluarga NU yang kebetulan kuliah diluar kota menjadi wahabi dan mengharamkan tradisi-tradisi NU seperti mauludan dan lain-lain.
Keprihatinan lainnya adalah 1600 dari penerima beasiswa LPDP disinyalir disiapkan untuk antek wahabi, karena itu Nusron menyeru NU untuk bergerak secara massif dalam melakukan pengawalan kader.
(mfa) moslemforall.com

***

* Nyolot

Bicara dengan nada tidak enak; seperti nantang – ngajak berantem/ kamusslang.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 7.961 kali, 1 untuk hari ini)