Minta Perlindungan Allah Ta’ala dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila…

 Khasiat Baca Mu’awwidzat (Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas) Sebelum Tidur


Ilustrasi. Foto/ prtlislm

Adanya ‘gerilya’ makhluq2 yang belum tentu baik di malam2 yang sudah larut malam yang dimungkinkan akan banyak merugikan manusia terutama Umat Islam (misalnya: entah mengumumkan sesuatu yang belum tentu menguntungkan masyarakat lebih2 Umat Islam, atupun mengesahkan sesuatu yang juga belum tentu mengenakkan) seharusnya Umat Islam bangkit dan rajin memohon perlindungan kepada Allah Ta’ala dari aneka kejahatan.

Di antara dzikir yang penting terutama menjelang kita tidur adalah membaca Surat2 Mu’awwidzaat yaitu Surat Al-Ikhlash, al-Falaq, dan An-Naas.

Surat Al-Falaq itu sendiri jelas berisi minta perlindungan dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan lainnya.

Ini isi Surat Al-Falaq, silakan simak.

 

سورة الفلق

بسم الله الرحمن الرحيم

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ (1) مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ (2) وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ (3) وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ (4) وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ (5)

1. Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh, [Al Falaq:1]

2. dari kejahatan makhluk-Nya, [Al Falaq:2]

3. dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, [Al Falaq:3]

4. dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, [Al Falaq:4]

5. dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki”. [Al Falaq:5]

 

Adapun hadits mengenai pentingnya membaca ayat2 tersebut sebelum tidur, silakan simak ini.

***

Khasiat Baca Mu’awwidzat (Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas) Sebelum Tidur

By

Muhammad Abduh Tuasikal, MSc


November 22, 2018

 

Ada tiga surah yang bagus dibaca sebelum tidur, yaitu Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas. Bagaimana caranya? Lihatlah dalam kelanjutan bahasan Riyadhus Sholihin berikut ini.

Riyadhus Sholihin karya Imam Nawawi, Kitab Al-Adzkar, Bab 249. Dzikir Ketika Menjelang Tidur

 

Hadits #1461

وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا : أَنَّ رَسُولَ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ، كَانَ إِذَا أخَذَ مَضْجَعَهُ نَفَثَ في يَدَيْهِ ، وَقَرَأَ بالمُعَوِّذَاتِ ، ومَسَحَ بِهِمَا جَسَدَهُ . مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.

وًفٍي رٍوًايًةٍ لَهُمُا : أَنَّ النَّبِيَّ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – كَانَ إذا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ كُلَّ لَيْلَةٍ جَمَعَ كَفَّيْهِ ، ثُمَّ نَفَثَ فِيهِمَا فَقَرأَ فِيْهِمَا : (( قُلْ هُوَ اللهُ أحَدٌ ، وَقَلْ أعُوذُ بِرَبِّ الفَلَقِ ، وَقُلْ أعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ )) ثُمَّ مَسَحَ بِهِمَا مَا اسْتَطَاعَ مِنْ جَسَدِهِ ، يَبْدَأُ بِهِمَا عَلَى رَأْسِهِ وَوجْهِهِ ، وَمَا أَقْبَلَ مِنْ جَسَدِهِ ، يَفْعَلُ ذَلِكَ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ . مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.

قَالَ أَهْلُ اللُّغَةِ : (( النَّفْثُ )) نَفْخٌ لَطِيفٌ بِلاَ رِيْقٍ.

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila akan tidur, beliau meniup di kedua tangannya, membaca surah mu’awwidzaat (surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas) lalu mengusapkan kedua tangannya pada tubuhnya. (Muttafaqun ‘alaih)

Dalam riwayat lain oleh Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila menghampiri tempat tidurnya, beliau menyatukan kedua telapak tangannya kemudian meniupnya, lalu membacakan pada keduanya, “Qul huwallahu ahad, Qul a’udzu birobbil falaq, Qul a’udzu birobbin naas.” Kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangannya ke seluruh tubuhnya yang dapat ia jangkau. Beliau mulai dari kepala, wajah, dan bagian depan tubuhnya. Beliau melakukan itu tiga kali. (Muttafaqun ‘alaih) [HR. Bukhari, no. 6320 dan Muslim, no. 2714]

Ahli bahasa mengatakan bahwa an-naftsu adalah meniup dengan pelan tanpa disertai air liur/ ludah.

 

Faedah Hadits

1. Banyak wirid berupa dzikir dan doa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika hendak tidur. Hendaklah kita bisa mencontoh praktik beliau sehingga kita mendapatkan keberkahan. Lihat Kunuz Riyadh Ash-Shalihin, 17:324.

2. Hadits ini menunjukkan sunnah yang dianjurkan ketika hendak tidur.

3. Al-Qur’an dapat menjaga jasad kita dari gangguan setan dengan izin Allah Ta’ala.

4. Tangan menyentuh langsung saat ruqyah lebih kuat manfaatnya.

 

Referensi:

1. Bahjah An-Nazhirin Syarh Riyadh Ash-Shalihin. Cetakan pertama, Tahun 1430 H. Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali. Penerbit Dar Ibnul Jauzi.

2. Kunuz Riyadh Ash-Shalihin. Cetakan pertama, Tahun 1430 H. Prof. Dr. Hamad bin Nashir bin ‘Abdurrahman Al-‘Ammar. Penerbit Dar Kunuz Isbiliyya.


Disusun di Pesantren Darush Sholihin, 14 Rabi’ul Awwal 1440 H

Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Rumaysho.Com

 

Akhi, ukhti, yuk baca tulisan lengkapnya di Rumaysho:

https://rumaysho.com/19024-khasiat-baca-muawwidzat-al-ikhla…

(nahimunkar.org)

(Dibaca 180 kali, 1 untuk hari ini)