Miris, 2 Pegawai BNN Dicokok karena Coba Jual Narkoba Barang Bukti

 


 

Dua orang pegawai Badan Nasional Narkotika (BNN) diamankan buntut kedapatan menjual barang bukti. Adalah narkoba jenis sabu seberat 2,5 kilogram yang dijual.

 

Mereka adalah MK yang merupakan seorang oknum anggota polisi dan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS), MR. Berdasar informasi yang dihimpun, MR diamankan saat coba menjual barang haram itu ke seorang pembeli di sebuah apartemen kawasan Jakarta pada Jumat, 11 Oktober 2019.

 

BNN membenarkan adanya hal ini. Tapi, dia belum bisa merinci soal penangkapan ini karena masih didalami. Keduanya diamankan Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya.

 

“Memang betul diamankan dan saat ini sedang diproses di Direktorat Narkotika Polda Metro Jaya,” kata Kepala Biro Humas dan Protokol BNN, Brigjen Pol Sulistyo Pudjo, saat dikonfirmasi wartawan, Kamis, 17 Oktober 2019.

 

Saat mengamankan MR, ternyata MK mendatanginya. Lantas karena MK juga sudah diketahui terlibat, langsung ditangkap saat itu juga. Lebih lanjut, Pudjo menambahkan instansinya akan terus berkomitmen memberangus peredaran narkoba. Apalagi, kasus melibatkan oknum pegawai BNN yang harusnya melakukan penindakan.

 

“Untuk oknum yang terlibat akan diproses sesuai hukum dan ketentuan yang berlaku,” kata dia lagi. [vn]

 

@geloranews
17 Oktober 2019

 

***

 

China Selundupkan 840 Kg Sabu ke Indonesia, BNN: “Ini yang Paling Terbesar Sepanjang Sejarah”

Posted on 24 Oktober 2016by Nahimunkar.com

 

Jurnalmuslim.com – BNN telah menghitung ulang barang bukti sabu yang disita dari sindikat Wong Chi Ping. Total keseluruhan sabu itu seberat 840 kilogram.

 

“Estimasi awal, kita pikir jumlah 800 kilogram, namun setelah dihitung ulang ternyata 839 kilogram. Kalau dibulatkan kurang lebih 840 kilogram,” ujar Deputi Pemberantasan BNN Deddy Fauzi Elhakim di kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (6/1/2014).

 

Deddy mengatakan hasil pengungkapan barang haram kali ini terbesar sepanjang sejarah penegak hukum di kawasan Asia. Terlebih Wong Chi Ping merupakan buronan di 7 negara tingkat Asean.

 

“Ini merupakan terbesar sepanjang sejarah penegak hukum di Asia, biasanya hanya 10 sampai 20 kilogram, tetapi kali ini hingga 800 kilogram,” ujarnya.

 

Deddy mengatakan, penegak hukum narkotika dari China, Malaysia, Hongkong, dan Thailand telah berkoordinasi dengan pihaknya. Meski begitu proses hukum tetap dilakukan di Indonesia.

 

“Penindakan tetap di sini. Kalau seandainya selesai di sini, tidak mungkin tidak bisa diekstradisi,” tutupnya.(rjo/nrl)*/jurnalmuslim.com – 22 Oktober 2016

***

 

Edan, BNN Sebut Narkoba Banyak dari China dan Dibuat “Home Industry”

Posted on 11 Mei 2016by Nahimunkar.com

 

Edan, BNN Sebut Narkoba Banyak dari China dan Dibuat “Home Industry”

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso mengatakan, sulitnya pemberantasan narkoba di Indonesia karena zat atau bahan untuk pembuatan narkoba dan psikotropika dihasilkan melalui home industry, yang sebagian besar berada di China sebelum di pasarkan.

 

Menyikapi hal tersebut, pemerintah China sendiri mengakui adanya jaringan pengedar yang menjadikan Indonesia sebagai target peredaran narkoba.

 

“Ini suatu permasalahan kenapa narkoba jadi sulit untuk dikendalikan, karena dibuat dengan home industry. Pemerintah China juga memberitahukan bahwa ada sejumlah barang dari negara China yang arahnya ke Indonesia,” ujar Budi Waseso, saat ditemui di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Senin, (9/5).

 

Dalam hal ini, Buwas–panggilan akrab Budi Waseso, menyatakan, kendala lain yang dihadapi pemerintah dalam pemberantasan narkoba adalah banyaknya pintu masuk yang digunakan oleh pengedar untuk menyelundupkan narkoba ke wilayah indonesia.

 

Narkoba yang berasal dari luar biasanya tidak langsung menuju Indonesia, tetapi dikirim terlebih dulu ke Singapura atau Malaysia sebagai tempat transit. Kemudian, diselundupkan ke Indonesia melalui banyak tempat.

 

“Sampai ke Indonesia serangan tidak hanya ke satu bagian, bisa pecah ke beberapa bagian. Ada yang lewat Aceh, Medan, Riau sampai ada yang lewat Kalimantan. Itu yang jadi permasalahan kita juga,” pungkas Buwas.

 

Sumber: suaranasional.com/11/05/2016

 

***

 

Punya Dermaga Pribadi, Warga Keturunan Tionghoa Diduga Terlibat Bisnis Haram dan Siap Kabur

by nahimunkar.com, Apr 18th, 2016

 

Beberapa warga keturunan Tionghoa yang tinggal pinggir Pantai Marina dan Mutiara mempunyai dermaga pribadi. Mereka yang memiliki dermaga pribadi patut ducurigai menjalankan bisnis haram dan persiapan kabur jika terjadi kerusuhan.

 

“Kalau saya lihat penghuni di pinggir Pantai Marina dan Mutiara kebanyakan warga keturunan Tionghoa dan kaya-kaya. Saya setuju dengan Wagub DKI Djarot patut dicurigai mereka menjalankan bisnis haram narkoba karena tidak ada yang ngecek,” kata pengamat politik Muslim Arbi kepada suaranasional, Senin (18/4).

 

Menurut Muslim, keberadaan dermaga milik pribadi itu menunjukkan ada sesuatu yang disembunyikan. “Harusnya pihak Pemprov DKI memberikan teguran, keberadaan mereka seolah-olah ekslusif sendiri,” ujar Muslim.

 

Kata Muslim, selama ini warga keturunan Tionghoa yang menempati perumahan di pinggir Pantai Marina dan Mutiara sangat tertutup. “Mereka membentuk komunitas sendiri. Ini yang harus dibongkar,” jelas Muslim.

 

Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mempertanyakan keberadaan dermaga di perumahan pinggir pantai. Dermaga pribadi tersebut dianggap minim pengawasan.

 

“Itu harus diatur perumahan mewah di Pantai Mutiara dan Pantai Marina. Terutama keluar masuk yacht,” kata Djarot di Ancol, Jakarta, Selasa (12/4/2016).

 

Dermaga pribadi yang berada di dalam rumah itu dianggap membahayakan. Salah satunya karena tak ada aktivitas yang diketahui saat keluar masuk kapal.*/suaranasional.com/18/04/2016

 

(nahimunkar.org)


 

(Dibaca 166 kali, 1 untuk hari ini)