Miskinmu, Puasamu, dan Kayamu

 

Ketika miskinmu, kamu rajin shalat, perhatian sama orang lain, rajin puasa baik karena rela maupun terpaksa dan bercita-cita kelak kalau kaya kamu akan rajin menderma.

Namun ketika kayamu, shalat adalah beban beratmu, jangankan perhatian sama orang lain; keseharianmu penuh dengan selfi kenikmatan hidup. Kau pamerkan seluruh kekayaanmu. Gaunmu hingga rendanya pun adalah kebanggaanmu. Puasa justru glamoritasmu saat berbuka. Cita-cita lamamu usang, berganti cita-cita selfi tiap hari.

Allah Ta’ala berfirman:

۞ وَاِذَا مَسَّ الْاِنْسَانَ ضُرٌّ دَعَا رَبَّهٗ
مُنِيْبًا اِلَيْهِ ثُمَّ اِذَا خَوَّلَهٗ
نِعْمَةً مِّنْهُ نَسِيَ مَا كَانَ يَدْعُوْٓا اِلَيْهِ مِنْ قَبْلُ وَجَعَلَ لِلّٰهِ اَنْدَادًا لِّيُضِلَّ عَنْ سَبِيْلِهٖ
ۗ قُلْ تَمَتَّعْ بِكُفْرِكَ قَلِيْلًا ۖاِنَّكَ مِنْ اَصْحٰبِ النَّارِ

“Dan apabila manusia ditimpa bencana, dia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali (taat) kepada-Nya; tetapi apabila Dia memberikan nikmat kepadanya dia lupa (akan bencana) yang pernah dia berdoa kepada Allah sebelum itu, dan diadakannya sekutu-sekutu bagi Allah untuk menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah, “Bersenang-senanglah kamu dengan kekafiranmu itu untuk sementara waktu. Sungguh, kamu termasuk penghuni neraka.” [Q.S. Az-Zumar, ayat 8]

 

Penyair berkata:

صَلَّى الْمُصَلِّي لِأَمْرٍ كَانَ يَطْلُبُهُ لَمَّا انْقَضَى الْأَمْرُ لاَ صَلَّى وَلاَ صَامَا

“Ada orang shalat karena mengejar suatu hajat

Ketika hajat tertunaikan, ia tidak shalat tidak pula puasa.”

Jika saya ajak dirimu kembali, hendakkah kau berkehendak kembali?

Hasan Al-Jaizy Al-Jaizy

tKtSemmearicphunu oophaulgnkecuesl h1o1.rclred4u9

(nahimunkar.org)

(Dibaca 128 kali, 1 untuk hari ini)