tolak missworld

Ilustrasi/ voaislam

SIAPA YANG mau disuruh telanjang, atau berpakaian minim di depan orang banyak? Rasanya, dalam keadaan normal tidak seorang perempuan muda pun yang mau melakukan itu, meski di ruang tertutup. Apalagi, bila perempuan muda tadi selain cantik juga berpendidikan tinggi.

Namun, tipu daya kafirin (orang-orang kafir) yang licik bisa membuat sejumlah perempuan muda yang cantik dan berpendidikan tidak malu bertelanjang-ria di depan orang banyak serta disorot kamera televisi seluruh dunia.

 Tipu daya itu, berbentuk sebuah kemasan yang elegan, berupa sebuah even yang diorganisasikan oleh orang-orang berpendidikan, di tempat yang mewah, bertabur pujian, bertabur hadiah, popularitas, dan aspek glamor lainnya. Antara lain, even Miss World yang sudah berlangsung sejak 1951.

 Sebelum dikenal dengan nama Miss World, even ini merupakan upaya memperkenalkan bikini, pakaian renang model baru untuk menggantikan model baju renang perempuan yang saat itu mirip baju monyet. Di Indonesia, baju monyet dikenal sebagai baju praktis untuk bayi hingga anak-anak usia 1-2 tahun. Di Jawa dikenal dengan sebutan baju kodok atawa kodokan.

Bila baju renang perempuan model sebelumnya terdiri dari satu potong pakaian minim yang menutup sebagian bahu, dada, pusar, hingga pangkal paha; maka bikini lebih minim lagi. Meski terdiri dari dua potong, bikini hanya menutupi buah dada dan kemaluan wanita serta bokong. Bahkan bikini masa kini semakin minim lagi, bagian bokong bebas terbuka. Masih lebih luas katok.

Bagi masyarakat Inggris yang berbudaya, saat itu, bikini termasuk busana tidak sopan. Agar masyarakat Inggris menerimanya, dibuatkan kontes, namanya Kontes Bikini. Pesertanya, harus muda dan cantik. Sehingga, kedudukan bikini menjadi daya tarik yang luar biasa. Berbeda kalau bikini itu dikenakan oleh perempuan tua renta.

Apalagi, saat itu, 1951, Inggris dalam keadaan was-was karena pamornya sebagai negara adidaya mulai surut. Keluasan imperiumnya berangsur susut. Sejumlah negara jajahan Inggris mulai lepas. Trauma Perang Dunia II juga masih menghantui.

Kontes bikini akhirnya bukan sekedar ajang promosi model baru pakaian renang perempuan di Inggris, tetapi menjadi even internasional yang mampu membuat sejumlah perempuan muda dari berbagai negara rela telanjang di depan orang banyak.

Bikini saat ini sudah menjadi sesuatu yang lazim. Bahkan di negara berpenduduk mayoritas Islam, di tempat pemandian umum, bikini sudah merupakan bagian dari keseharian. Katok dan Kutang yang seharusnya berada di dalam, kini boleh berada di luar, asal tempatnya sesuai yaitu pantai dan kolam renang.

Lebih parah lagi, Katok dan Kutang menjadi salah satu syarat bagi yang namanya Miss World untuk masuk seleksi hingga menjadi pemenangnya. Salah satu unsur penilaian Miss World adalah kecantikan yang ditonjolkan saat peserta mengenakan bikini. Logika ngawur. Memangnya cantik itu apa harus telanjang?

Kalau seorang perempuan sudah mau disuruh telanjang di depan umum untuk mendapatkan penghargaan, tentu lebih mudah membawanya pada tahap lanjutan, yaitu memasuki dunia prostitusi alias persundalan tingkat tinggi.

Jadi, kalau ada yang mengatakan ada bisnis seks di balik kontes Ratu Kecantikan seperti Miss Wolrd, Miss Universe dan sebagainya, rasanya tidak mengada-ada. Kemungkinan, sisi negatif tadi terbungkus rapi. Karena yang membungkusnya orang berpendidikan dan berstatus sosial tinggi.

Di Indonesia tahun 2013

Tahun ini, Indonesia didaulat menjadi tuan rumah Miss World 2013 yang direncanakan berlangsung di Jakarta dan Bali.

MUI (Majelis Ulama Indonesia) melalui Tengku Zulkarnain (Wakil Sekretaris Jenderal MUI), mengatakan, kontes Miss World merupakan ajang yang tidak berpendidikan dan mengeksploitasi tubuh wanita. Tengku Zulkarnain juga mengatakan, penyelenggaraan Miss World 2013 di Indonesia menjadi bentuk pengkhianatan kepada para pejuang yang memerdekakan Indonesia. Sebab, mereka dulu ikut membela norma dan nilai serta budaya yang dianut, sebaliknya adanya ajang Miss World, malah menghapus semua nilai-nilai yang telah diperjuangkan dulu.

Acara puncak Miss World 2013 di Indonesia, rencananya akan berlangsung di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat. Sebagaimana kita ketahui, Gubenur Jawa Barat adalah sosok penting dari partai berbau Islam yang presidennya terjungkal karena jadi tersangka dalam kasus korupsi impor sapi. Wakil Gubernurnya, seniman senior yang belakangan ini populer dengan produksi film bertema agama seperti Para Pencari Tuhan, Kiamat Sudah Dekat, dan sebagainya.

Nah, apakah pasangan yang terkesan agamis ini rela wilayahnya dijadikan acara puncak Miss World 2013? Kita nantikan saja. Kalau ternyata tetap berlangsung, jangan-jangan ini merupakan tanda-tanda kiamat semakin dekat…

Ancaman Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bagi wanita yang kaasiyaat ‘aariyaat (berpakaian tetapi telanjang) sangat dahsyat. Tidak mendapatkan bau surga di akherat kelak.

Relakah para pemimpin itu terhadap keluarganya, bahkan jutaan wanita yang dipimpinnya tidak akan mendapatkan bau surga?

Ancamannya memang sangat dahsyat dalam Hadits.

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلَاتٌ مَائِلَاتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلَا يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا. (أحمد و مسلم عن أبي هريرة، صحيح).

“Dua macam manusia dari ahli neraka yang aku belum melihatnya sekarang, yaitu: (pertama) kaum yang membawa cemeti-cemeti seperti ekor-ekor sapi, mereka memukul manusia dengannya; dan (kedua)wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang, berjalan dengan menggoyang-goyangkan pundaknya dan berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk onta yang condong. Mereka tidak masuk surga bahkan tidak akan mendapat wanginya, dan sungguh wangi surga telah tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian.” (HR Muslim, dan Ahmad dari Abi Hurairah, Shahih).

Bila ada yang berkilah bahwa pakaian mereka nanti dalam kontes itu pakaian sopan, maka logika seperti itu justru akan merusak juga. Prostitusi alias persundalan pun akan dobolehkan bila dibungkus dengan pakaian sopan. Lalu tinggal dilabeli Indonesiawi. Hingga akan beralihlah apa-apa yang sopan lagi Indonesiawi maknanya adalah bungkus kemaksiatan. Betapa parahnya bila tetap diteruskan. Bila demikian, maka Indonesia dijadikan model perintis dari bungkus bagus isi busuk. Yang paling busuk adalah bungkusnya Islam namun isinya kafir. Maka rembesannya pun kerja-kerja ala kafir, di antaranya kini berupa sikap ngotot untuk menyelenggarakan miss world yang memang produk orang kafir. (haji/tede/nahimunkar.com)

(Dibaca 908 kali, 1 untuk hari ini)