Rabu, 22/10/2014 20:01:32

Jakarta (SI Online) – Sejumlah Ulama, Habaib, Pimpinan Ormas/Lembaga Islam bergabung dalam Gerakan Masyakat Jakarta (GMJ), mereka bersepakat untuk menolak Basuki Purnama (Ahok) menjadi Gubernur DKI Jakarta.

GMJ berasalan, Ahok bukan Islam dan haram hukumnya umat Islam dipimpin oleh orang kafir. Selain itu, Ahok juga telah menyakiti umat Islam dengan prilakunya arogan dan kerap bicara kasar serta kebijakannya yang menodai ajaran Islam seperti pelarangan pemotongan hewan kurban di lingkungan sekolah dasar. Tidak hanya itu, ada puluhan alasan lainnya kenapa umat Islam wajib menolak Ahok.

Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Jakarta, salah satu elemen yang bergabung dalam GMJ mengaku siap untuk mendukung gerakan ini. Sekjen MIUMI Jakarta, Ustaz Haikal Hassan mengatakan jika ulama sudah bersatu membuat gerakan maka umat wajib ikut.

“Jadi kalau ulama sudah kasih arahan, maka kita wajib ikut,” ujarnya dihadapan para tokoh umat yang tergabung dalam GMJ di Jakarta, Selasa (21/10/2014).

Dalam gerakan ini sudah jelas latar belakang dan arahnya, untuk itu umat harus yakin ikut berjuang dijalan Allah bersama para ulama. Bahkan diceritakan Ustaz Haikal, kisah para Nabi pun mereka hanya ikut menjalani perintahNya saja.

“Nabiyullah Ibrahim gak tau menang ape kalah ketika disuruh sembelih anaknya, yang penting Allah suruh sembelih, sembelih aje, entar kambing Allah siapin. Nabi Nuh juga begitu, disuruh bikin perahu bikin aje, banjirnya kapan? Wallahua’lam. Nabi Musa disuruh jalan, jalan aje ke laut, die bisa belah apa engga die kagak tau,” kata Ustaz Haikal dengan logat betawinya.

“Nah kita disuruh jalan, ya jalan aje. Entar insyaAllah Allah yang akan tentukan kemenangan kite,” pungkasnya.

GMJ akan mengadakan aksi damai sejuta umat tolak Ahok pada 10 November 2014 mendatang. Selain itu, GMJ juga menyebarkan angket penolakan Ahok kepada masyarakat Jakarta untuk diserahkan kepada DPRD DKI Jakarta, dengan harapan bisa digunakan DPRD DKI sebagai bahan pertimbangan untuk menggunakan hak angket, hak interplasi, dan hak impeachmentnya dalam menolak Ahok.

red: adhila

***

Habib Idrus Ajak DKM Masjid se-Jakarta Tolak Ahok

ahok-marah-pkl-jakarta-punya-cer

Rabu, 22/10/2014 18:50:59 |

Jakarta (SI Online) – Pimpinan Yayasan Assaadah Jakarta, Habib Idrus Hasyim Alatas mengajak para pengurus DKM Masjid dan pengurus majelis taklim se Jakarta yang belum bergabung dalam Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ) untuk ikut berjuang bersama para ulama untuk menolak Basuki Purnama (Ahok) menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Ia mencontohkan, yayasan yang dipimpinnya sudah membuat surat penolakan Ahok yang ditujukan untuk DPRD DKI Jakarta.

“Dengan ini kami menolak tegas pencalonan Ahok sebagai Gubernur DKI, karena terlalu arogan dan bertindak sara dengan menghina syariat Islam yaitu lewat Instruksi Gubernur DKI no 67/2014 tentang larangan potong kurban di lingkungan sekolah dasar. Kurban dalam ajaran Islam adalah syiar Allah Swt dimana tertulis dalam Surat Al Hajj 36 “Telah kami jadikan untuk kamu hewan-hewan kurban sebagian dari syiar Allah, kamu telah mendapatkan kebaikan darinya” dan Surat Al Hajj 32 “Demikianlah perintah-perintah Allah maka barang siapa yang mengagungkan syiar-syiar Allah maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati,” ujar Habib Idrus membacakan isi suratnya dihadapan tokoh umat yang tergabung dalam GMJ di Jakarta, Selasa (21/10/2014).

Selain itu, kata Habib Idrus, Ahok juga sangat arogan dan tidak ada etika termasuk kepada bawahannya, padahal gubernur adalah pelayan untuk masyarakat bukan sebagai raja.

“Jadi si Ahok yang mulai sara, bukan kita. Kalau dulu ada Aceng Fikri yang lengser karena tekanan media sekuler, maka kita punya masjid dan majelis taklim. Karena itu kita manfaatkan untuk gerakan fi sabilillah ini,” kata Habib Idrus.

GMJ rencananya akan mengadakan aksi damai sejuta umat tolak Ahok pada 10 November mendatang. Selain itu, GMJ juga menyebarkan angket penolakan Ahok kepada masyarakat Jakarta untuk diserahkan kepada DPRD DKI Jakarta, dengan harapan bisa digunakan DPRD DKI sebagai bahan pertimbangan untuk menggunakan hak angket, hak interplasi, dan hak impeachmentnya dalam menolak Ahok.

red: adhila

(nahimunkar.com)

(Dibaca 540 kali, 1 untuk hari ini)