Jakarta : Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) serahkan 7.500 penolakan terhadap RUU Kesetaraan dan Keadilan Gender (RUU KKG).

Pimpinan MIUMI beserta narasumber partner riset KKG, menyerahkan 7.500 penolakan terhadap draft RUU KKG. Ke-7.500 suara masyarakat itu disertai dengan identitas yg jelas yang berasal dari berbagai propinsi.

Bachtiar Nasir, Sekjen MIUMI dalam sambutannya menyatakan bahwa penolakan MIUMI terhadap paham kesetaraan gender tidak berarti kami menyetujui patriarkisme dan penindasan terhadap perempuan.

Selain menceritakan kronologi respon MIUMI terhadap draf RUU KKG yg beredar mulai dari kajian interrnal, tablig akbar, penggalangan dukungan penolakan terhadap draf tersebut dan kajian-kajian dan riset partner MIUMI dari IPB UI, UMJ, beberapa narasumber MIUMI menyoroti draf tersebut dari sudut hukum dan falsafahnya serta dampak draf KKG terhadap ketahanan institusi keluarga. Seperti rilisnya yang diterima RRI, Senin (18/6).

Dr. Ir. Euis Sunarti dari IPB dalam paparannya menyatakan bahwa draf KKG dan semangatnya bertentangan dengan UU no.52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Sejahtera. Pun Dr. Fal. Arovah Windiani dr UMJ menyorotinya dari segi pertentangannya dengan Panca Sila.

Sekjen MIUMI Bachtiar Nasir juga mnyerahkan buku riset brjudul “Indahnya Keserasian Jender dalam Islam” karya pakar gender  MIUMI, Henri Solahuddin MA.

Ahmad Rubaie, anggota komisi VIII FPAN, mengaku sangat respek  dengan keseriusan MIUMI dalam mengkaji isu Gender dengan publikasi riset, pernyataan sikap dan kajian-kajian ilmiah.

Sikap MIUMI jelas tetap akan menolak draf resmi RUU KKG jika substansinya masih tetap sama dengan draf tidak resmi yang menurut salah satu pimpinan komisi Ibu Chayrunnisa berasal dari rumusan deputi PUU (panitia undang-undang) DPR.

Selain itu juga akan terus mengedukasi masyarakat tentang bahayanya paham KKG sebagai wacana atau produk UU. (Syariful/WDA) Oleh : Syariful Alam

(Editor : Waddi Armi) KBRN, Senin , 18 Juni 2012 19:37:25

(nahimunkar.com)

(Dibaca 273 kali, 1 untuk hari ini)