Mobil Mewah Menteri dan Gaya Aliran Sesat

(Harga Mobil Menteri Rp 1,325 Miliar)

Sering Qarun yang pamer kekayaan dengan congkaknya yang kemudian ditenggelamkan ke perut bumi oleh Allah Ta’ala dijadikan materi khutbah dan ceramah agama. Namun dalam prakteknya justru tingkah Qarun itu diikuti dengan diprogram, dilaksanakan, dan dibiayai. Lebih dari itu, biaya untuk bergaya Qarun itupun di antaranya memungut dana dari orang-orang melarat.

Kalau toh gaya tak sedap itu bukan meniru Qarun, setidaknya adalah mirip dengan gaya tokoh aliran sesat yang memeras sekitar 10 persen penghasilan perbulan setiap pengikutnya, ditambah aneka pungutan lainnya. Maka kekayaan yang dikumpulkan dari hasil memeras secara sistematik itu pun melimpah, dan tak perduli bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengecam orang semacam itu sebagai ‘assyaaron عَشَّارًا (pemungut harta orang, persepuluhan, secara tidak syar’i). Bahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyejajarkan mereka (para pentolan pemungut harta secara tak syar’i) itu dengan pelacur. Hingga sama-sama tidak diterima do’anya.

عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : { تُفْتَحُ أَبْوَابُ السَّمَاءِ نِصْفَ اللَّيْلِ فَيُنَادِي مُنَادٍ هَلْ مِنْ دَاعٍ فَيُسْتَجَابُ لَهُ ؟ هَلْ مِنْ سَائِلٍ فَيُعْطَى ؟ هَلْ مِنْ مَكْرُوبٍ فَيُفَرَّجُ عَنْهُ ؟ فَلَا يَبْقَى مُسْلِمٌ يَدْعُو دَعْوَةً إلَّا اسْتَجَابَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لَهُ إلَّا زَانِيَةً تَسْعَى بِفَرْجِهَا أَوْ عَشَّارًا } . رَوَاهُ أَحْمَدُ وَالطَّبَرَانِيُّ وَاللَّفْظُ لَهُ صحيح الترغيب والترهيب – (ج 2 / ص 305) 2391 – ( صحيح )

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Pintu-pintu langit dibuka tengah malam maka pemanggil menyeru, adakah yang berdoa, maka (pasti) diijabahi baginya. Adakah yang meminta, maka (pasti) diberi. Adakah yang dirundung keruwetn, maka (pasti) dilapangkan darinya. Maka tidak tersisa seorang muslim pun yang berdoa dengan suatu doa kecuali Allah ‘Azza wa Jalla mengabulkan baginya kecuali pezina yang berusaha dengan farjinya (kemaluannya) atau ‘assyaaron –pemungut (harta orang) persepuluhan. (HR Ahmad dan At-Thabarani, lafal ini bagi At-Thabrani, dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih at-Targhib wat-Tarhib nomor 2391).

Nah, para pentolan Islam Jama’ah atau 354 dengan jajarannya itu tiap bulannya memungut sepersepuluh harta tiap orang yang dianggap sebagai jamaahnya. Bahkan kalau waktu-waktu tertentu seperti menjelang lebaran, khabarnya pemungutan pun bertambah tinggi. Apakah bukan عَشَّارًا yang doanya tertolak dan disejajarkan dengan pelacur, mereka itu?

Kenapa mereka bisa memungut harta pengikutnya?

Inilah penuturan orang yang pernah mengikuti aliran itu, dan dituangkan di blog airmatakumengalir.blogspot.com, sebagai berikut:

Anggota-anggota Islam Jamaah sangat milit untuk taat kepada amirnya. Mereka berdalil dengan surat An-Nisa ayat 59 :Hai orang-orang yang beriman, taatlah kalian kepada Allah dan taatlah kepada Rosul dan Ulil amri diantara kalian. Menurut mereka hanyalah disebut orang beriman jika telah taat kepada Allah, Rosulullah, dan amir mereka. Tidak cukup hanya taat kepada Allah dan Rosulullah. Jadi perintah Allah sama dengan perintah Rosul sama dengan perintah amir mereka. Bahkan jika mereka berbuat maksiat kepada Allah, bisa dimaafkan dengan cukup pengakuan taubat dalam kertas. Namun jika bersalah kepada amir, maka tidak cukup hanya beristigfar tapi juga harus dengan membuat surat pernyataan tobat (yang hal ini merupakan menyamai dengan orang-orang Kristen Katolik) dan membayar kafarah yang ditentukan sesuai dengan keinginan amir mereka.

Sistem Penggalangan dana Jalannya kegiatan amir dan para pengurus jamaah mereka yaitu melakukan penggalangan dana dengan menarik sodaqoh wajib dari setiap anggotanya 10 persen dari pendapatannya. Besar sodaqoh wajib (yang lebih cocok disebut pajak) ini berubah-ubah sesuai keputusan amir, dan setiap anggota tidak sama berdasarkan kekayaan mereka. Selain itu penggalangan dana di dapat dari:
Infaq lemparan:infaq lemparan adalah infaq rutinitas yang diadakan selepas shalat jumat, atau pada saat pengajian berlangsung.caranya jamaah-jamaah mengeluarkan uangnya kemudian dilempar di mana tempat yang ada tim keuangannya.
Infaq jimpitan : adalah beras dari para jamaah yang telah di bentukkan dalam jumlah uang, minimal perorang mengeluarkan infaq jimpitan seharga 3 Kg beras sesuai daerah masing-masing.
Infaq batu bata merah : adalah infaq yang dibebankan pada jamaah satu kelompok untuk merealisasikan infaq batu bata merah sejumlah 10.000 buah.atau dapat diuangkan senilai harga batu bata merah setempat.dan disetorkan ke imam pusat
Infaq ramadhan dan lailatul qodar :adalah infaq yang di bebankan pada masing-masing jamaah pada saat bulan puasa.setelah terkumpul disetorkan ke imam pusat.
Infaq kas daerah desa dan kelompok adalah infaq yang ditarik setiap pengajian secara substansial dan disetorkan ke imam daerah.
Infaq dadakan adalah infaq untuk keperluan kelompok yang mendadak.
Infaq hewan kurban adalah infaq yang dibebankan dalam satu kelompok untuk mewujudkan dana kurban senilai 3 ekor kambing per kelompok kemudian disetorkan ke imam pusat.
Dan masih banyak lagi infaq-infaq yang lain. (
http://airmatakumengalir.blogspot.com/2009/10/riwayat-ldii.html)


Anehnya, aliran sesat semacam itu justru mengklaim golongannya sajalah yang iman dan akan masuk surga, sedang yang lain adalah orang kafir calon ahli neraka semua. (lihat buku Pangkal Kekeliruan Golongan Sesat, Hartono Ahmad Jaiz dkk, Pustaka Nahimunkar, Jakarta, Nov 2009, halaman 246-247 menukil Makalah LDII berjudul Pentingnya Pembinaan Generasi Muda Jama’ah dengan kode H/ 97, halaman 8-9. Lihat juga artikel Arisan Lebaran dan Tipuan Aliran Sesat, di nahimunkar.com).

Tabloid Suara Islam menulis:

Sejak masih bernama Darul Hadis dan Islam Jamaah sudah dilarang pemerintah (1971). Bahkan Gubernur Jawa Timur, Sularso, tahun 1988 melarang Lemkari menyebarkan ajarannya di Jawa Timur karena menimbulkan keresahan masyarakat secara luas. Bahkan pada Munas MUI tahun 2005, telah merekomendasikan agar pemerintah melarang LDII menyebarkan ajarannya di Indonesia.

Menurut pakar LDII, Hartono Ahmad Jaiz, saat ini LDII memiliki dua badan yakni sebagai Keamiran yang berpusat di Kediri dan dipimpin Abdul Aziz dan sebagai sebuah organisasi yang berpusat di Jakarta dan dipimpin Abdullah Syam. Namun kepemimpinan tertinggi tetap berpusat di Kediri yang dipimpin Abdul Aziz. Jadi organisasi LDII tetap akan mendukung Keamiran LDII di Kediri. Dengan demikian, sesungguhnya organisasi LDII hanyalah sebuah baju, tetapi untuk urusan aqidah tetap menjadi kewenangan sang Amir, Abdul Aziz.

“Jadi kalau tahun 2006 lalu LDII menyatakan sudah memiliki paradigma baru, sesungguhnya itu hanyalah bithonah (kebohongan). Paradigma baru itu hanyalah dalam organisasi, bukan perubahan aqidah LDII,” tegas Hartono Ahmad Jaiz, penulis beberapa buku tentang LDII tersebut.

Mengenai besarnya dana yang dimiliki LDII, salah seorang mantan pengikut LDII menceriterakan kepada Suara Islam, dana tersebut diperoleh dari “zakat” 10 persen penghasilan perbulan dari pada anggotanya untuk disetorkan kepada pimpinan pusat di Kediri.

Karena LDII terbagi dalam 2 wilayah, yakni wilayah barat berpusat di Jakarta dan timur di Kediri, maka sumber pendanaan juga didapat dari kedua wilayah tersebut. Menurut sumber itu, untuk setiap bulan diperkirakan dana yang disetorkan dari wilayah barat mencapai Rp. 8 miliar, sedangkan dari wilayah timur mencapai Rp. 7 miliar. Dengan demikian, setiap bulannya terkumpul dana sebesar Rp. 15 miliar untuk disetorkan kepada sang Amirdi Kediri, Jawa Timur.

(Lim) (LDII Aliran Sesat dan Menyesatkan, http://indonesia.faithfreedom.org/forum/ldii-aliran-sesat-dan-menyesatkan-t32965/)

Memungut harta secara tidak syar’i

Dalam hal memungut harta secara tidak syar’i dan dikecam dengan sebutan ‘assyaaron (pemungut persepuluhan harta manusia secara tidak syar’i) tampaknya manusia di negeri inipun rata-rata menjadi obyek. Lihat saja apa yang disebut ppn (pajak pertambahan nilai).

Pajak Pertambahan Nilai merupakan pajak tidak langsung, yang dikenakan atas transaksi penyerahan Barang Kena Pajak maupun pemanfaatan Jasa Kena Pajak. Pada dasarnya pengenaan Pajak Pertambahan Nilai akan dibebankan kepada konsumen akhir.

Karena merupakan pajak tidak langsung, pengenaan Pajak Pertambahan Nilai atas Barang Kena Pajak yang sama dapat dikenakan berkali-kali. (http://www.ortax.org/ortax/?mod=buku&page=show&id=52&q=&hlm=1)

Berapa tarif PPN/PPnBM ?

1. Tarif PPN adalah 10% (sepuluh persen)

2. Tarif PPn BM (barang mewah) adalah serendah-rendahnya 10% (sepuluh persen) dan setinggi-tingginya 50% (lima puluh persen).
Perbedaan kelompok tarif tersebut didasarkan pada pengelompokan Barang Kena Pajak (BKP) yang tergolong mewah yang atas penyerahan/impor BKP-nya dikenakan PPn BM. (http://www.pajak.net/info/tarif_pajak_dan_cara_hitung_PPN_PPnBM.htm

Dalam hal pungutan duit kepada rakyat, kadang-kadang wakil rakyat seolah bersikap sebagai pembela rakyat, namun sebenarnya juga tetap membela pemeras, misalnya berita seperti berikut ini:

Kebutuhan Pokok Impor Harus Terkena PPN

Rabu, 26 Agustus 2009 | 9:16 WIB

JAKARTA-SURYA- Menteri Keuangan harus melakukan intervensi terhadap keputusan panitia kerja (panja) yang mengeluarkan produk susu, daging, buah-buahan dan sayur-mayur dari barang kena pajak.
Anggota Komisi II DPR RI Drajad Wibowo mengatakan, keputusan pembebasan dalam RUU PPnBM tersebut akan mematikan petani dalam negeri karena tidak akan mampu bersaing dengan produk impor yang semakin murah.

“Itu juga kontra dengan program swasembada daging dan program ketahanan pangan dalam negeri,” kata Drajad di Jakarta, Selasa (25/8).

Ia menambahkan, pemerintah seharusnya bertahan terhadap keinginan memberlakukan pajak terhadap bahan-bahan kebutuhan pangan masyarakat tersebut. Pasalnya, keputusan ini akan mematikan petani dan peternak nasional karena terlalu pro dengan importir dan petani/peternak asing. “Keputusan itu masih bisa digagalkan di Panitia Khusus, karena merupakan kesalahan besar,” tegas Drajad.

Ia menambahkan, jika memang alasan pembebasan itu untuk menurunkan harga komoditas menjelang Lebaran, seharusnya dibuat peraturan pemerintah (PP) atau peraturan lain yang bersifat sementara.
Ia berharap, daging, susu, buah-buahan dan sayuran tetap terkena PPN sebesar 10 persen seperti saat ini. “Pembebasan PPN akan membuat persaingan antara pelaku usaha dalam negeri dengan asing tidak berimbang,” tutur Drajad.

Sebelumnya, pemerintah dan DPR sepakat membebaskan barang kebutuhan pokok dari pengenaan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN), guna menjaga ketersediaan pangan dalam negeri dan menahan lonjakan harga.

Menurut Ketua Pansus Pajak DPR Melki Melchias Mekeng, jenis kebutuhan pokok yang akan dibebaskan dari PPN antara lain, beras, jagung, kedelai, garam yang beryodium dan tak beryodium, daging, telur, susu, dan buah-buahan.

“Jadi, dengan adanya kesepakatan ini, harga barang kebutuhan pokok diharapkan lebih murah dan terjangkau bagi masyarakat,” tandas Melki. Aturan ini nantinya akan dimasukkan ke dalam RUU PPN dan PPnBM yang akan segera disahkan oleh DPR sebagai amandemen UU yang lama. ktn

http://www.surya.co.id/2009/08/26/kebutuhan-pokok-impor-harus-terkena-ppn.html

Dari gambaran prilaku tokoh aliran sesat dan system yang dikenakan kepada masyarakat di negeri ini yang disahkan dan diamini oleh wakil rakyat, tampaknya gaya aliran sesat itulah yang diterapkan.

Berhubung gaya hidup tokoh aliran sesat itu diam-diam diadopsi, maka terjadilah apa yang terjadi. Dan tidak mengherankan, aliran sesat yang telah dinyatakan sesatnya oleh Munas MUI 2005 itu kadang dielus-elus, hingga menjadi aliran sesat terbesar di Indonesia.

Inilah kejadian yang kedengarannya ironis, namun justru dipamerkan di depan mata kita.

Dalam hal gaya hidup semacam itu, Allah Ta’ala mengecam keras orang yang tak peduli terhadap orang miskin (apalagi bahkan memerasnya pula) dengan kecaman pedas, bahkan disebut sebagai pendusta agama.

أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ ﴿١﴾ فَذَلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ ﴿٢﴾ وَلَا يَحُضُّ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ ﴿٣﴾ فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّينَ ﴿٤﴾ الَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ ﴿٥﴾ الَّذِينَ هُمْ يُرَاؤُونَ ﴿٦﴾ وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ ﴿٧﴾

01. Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?002. Itulah orang yang menghardik anak yatim,003. dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.004. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat,005. (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya,006. orang-orang yang berbuat riya.007. dan enggan (menolong dengan) barang berguna. (QS Al-Ma’un/ 107: 1-7)

Gaya hidup orang yang sering tampil di masyarakat, biasanya akan ditiru banyak orang. Lebih-lebih kalau berkaitan dengan hawa nafsu alias kemaksiatan. Berbeda dengan hal-hal kebaikan atau ketaatan agama, orang tidak mudah menirunya, walau dijelaskan akibat-akibat baiknya.

Dengan kenyataan seperti itu mestinya orang-orang yang sering tampil di masyarakat, lebih-lebih pemimpin masyarakat benar-benar berhati-hati. Hanya saja tampaknya pertimbangan seperti ini sudah tidak dianggap penting lagi. Maka terjadilah apa yang terjadi, dan inilah kenyataan pamer kemewahan di depan kemiskinan atas biaya orang-orang miskin pula pun diprogramkan dan dilaksanakan.

Inilah berita dan opini yang perlu kita baca:

Senin, 28/12/2009 11:23 WIB

Harga Mobil Menteri Rp 1,325 Miliar

Suhendra, Bagja Pratama – detikOto

Jakarta – Peningkatan fasilitas pada Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II sudah seharusnya diimbangi dengan kinerja yang meningkat pula. Bayangkan untuk sebuah mobil dinasnya saja, harus merogoh kocek Rp 1,325 miliar.

Harga selangit tersebut untuk menebus satu unit Toyota Crown Royal Saloon, sebuah luxury sedan yang sekelas dengan BMW seri 530, serta Mercedes-Benz E-Class, dan Audi A6.

“Harganya Rp 1,325 miliar, itu sudah termasuk pajaknya,” ujar Direktur Marketing
PT Toyota-Astra Motor Joko Trisanyoto, kepada detikOto, Senin (
28/12/2009).

Kisaran harga tersebut tentunya naik karena nilai pajaknya yang lebih dari 50 persen, sehingga tambah Joko, kalau harga bersihnya, bisa kurang dari setengah harga saat ini.

“Tadinya sempat berencana dijual bebas bea, namun peraturan tidak memungkinkan,” tambahnya.

Mobil dengan kapasitas mesin 3.000 cc bertransmisi otomatis ini dilengkapi dengan sistem navigasi satelit 3D yang dikendalikan oleh G-BOOK. Dengan fitur tersebut, peredaman suspensi bekerja secara otomatis sesuai dengan kondisi permukaan jalan.

Bahkan, perpindahan gigi bisa diatur sendiri. Komputer mobil akan mengaktifkan efek pengereman mesin ketika mendekati gerbang tol. Radar yang digunakannya sangat presisi dan bisa mengukur sampai ke tingkat milimeter.

Inilah kehebatan teknologi yang disebut Toyota dengan VDIM atau Vehicle Dynamics Integrated Management. Toyota seperti dikutip situs Departemen Perindustrian mengirim sekitar 150 Toyota Crown Royal Saloon.

Setidaknya sudah ada beberapa menteri yang menggunakan mobil anyar ini yakni menteri dengan plat mobil RI 12 (plat mobil dinas Menko Perekonomian), RI 37 (Menteri Negara Koperasi dan UKM), RI 21 (Menteri ESDM) dan RI 33 (Menteri Agama).

Namun ada juga menteri yang masih menggunakan mobil Toyota Camry lama yakni antara lain Menteri Keuangan Sri Mulyani.
( bgj / ddn )
http://oto.detik.com/read/2009/12/28/110446/1266764/648/harga-mobil-menteri-rp-1325-miliar

Di saat kemewahan dipamerkan, masih ditingkahi pula dengan menertawakan kemiskinan, inilah sorotannya, kami kutipkan sebagiannya:

…“sungguh tak enak menjadi orang miskin”, karena dalam dunia hiburan di layar kaca, orang miskin juga bisa menjadi bahan tertawaan.

Selain menjadi bahan tertawaan, orang miskin juga bisa menjadi “alat” untuk mencapai tujuan yang paling efektif. Di layar kaca, posisi orang miskin ditukar-tukar. Karena ada orang miskin, maka pada suatu masa sponsor program pun mengalir deras. Betapa banyak orang-orang penekun dunia hiburan, kadang-kadang membutuhkan orang miskin untuk menampakkan kebaikan hati. Posisi terakhir ini sama seperti pada pemburu jabatan yang ketika bertarung untuk mendapatkan suara rakyat, akan menampakkan dirinya sebagai yang pro miskin. (14 December 2009, 09:16, Menertawakan Orang Miskin, Sulaiman Tripa Opini, http://serambinews.com/news/view/19747/menertawakan-orang-miskin)

Orang miskin memang bisa diapa-apakan, tanpa banyak resiko di dunia ini. Dipameri kemewahan sambil diperas, dibujuk, ditipu, diobyekkan, ditertawakan sebagai bahan tontonan dan sebagainya.

Nasib orang miskin, lebih dekat kepada dua kemungkinan: pertama, mungkin jadi mangsa aliran sesat, bahkan diintai oleh aksi-aksi pemurtadan. Kedua, dijadikan obyek oleh bangsanya sendiri sambil dipameri kemewahan, sedang kemewahan itupun dihisap dari orang-orang miskin pula, dan kemudian meringisnya orang-orang miskin itu jadi bahan tontonan.

Betapa teganya manusia-manusia yang sesat menyesatkan, dan mereka yang mengadopsi cara-cara sesat itu dengan mengaku bekerja untuk kepentingan masyarakat dan bahkan mengaku sebagai pelayan masyarakat, namun kelakuannya belum tentu benar, di zaman yang penuh tipu-tipu ini. Jadi hakekatnya, rusaknya negeri ini adalah karena rujukannya tingkah licik aliran sesat, lalu diam-diam dipraktekkan bersama. Maka tidak mengherankan, betapa kompleknya ketika Ummat Islam ini menghadapi aliran sesat di sini. Sebagaimana betapa kompleknya ketika masyarakat ini diterapi system yang pada dasarnya mirip dengan system yang dibangun aliran sesat. (nahimunkar.com)

(Dibaca 1.462 kali, 1 untuk hari ini)