Pangeran Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman mengatakan bahwa Pemimpin Iran, Ayatollah Ali Khamenei sebagai Hitler baru di Timur Tengah.


JAKARTA – Dalam sebuah wawancara pada Kamis (23/11/2017) waktu setempat, Pangeran Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, memberikan komentar keras dengan mengatakan bahwa sosok Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei sebagai “Hitler baru” di Timur Tengah.

Kerajaan Arab Saudi yang dikenal sebagai negara Muslim Sunni tengah bersitegang dengan Iran yang dikenal menjadi negara teokrasi Syiah atau cara memerintah negara berdasarkan kepercayaan bahwa Tuhan langsung memerintah negara. Perseteruan kedua negara ini yang sudah memutuskan hubungan diplomatik ini semakin memanas setelah krisis Lebanon pecah.

Mohammed bin Salman, putra dari Raja Arab Saudi  Salman bin Abdulaziz al-Saud yang juga menjabat sebagai Menteri Pertahanan Saudi. Menurut dia, seluruh pengaruh Republik Islam Iran di bawah kendali Ayatollah Ali Khamenei perlu dihadapi. “Tapi kami belajar dari Eropa bahwa pertaruhan tidak berjalan. Kami tidak ingin “Hitler baru” di Iran, mengulangi apa yang terjadi di Eropa, ke Timur Tengah,” tulis surat kabar yang berbasis di Amerika Serikat tersebut mengutip Mohammed bin Salman.

Teheran serta Riyadh berseberangan dalam kebijakan politik luar negerinya. Dalam krisis Suriah, Iran memberi dukungan rezim Presiden Bashar al-Assad, sedangkan Saudi memberi dukungan kelompok oposisi atau pemberontak. Dalam krisis Yaman, Riyadh serta sekutu Teluknya mendukung pemerintah Presiden Abd Rabbo Mansour Hadi. Sedangkan Teheran cenderung mendukung kelompok pemberontak Houthi.

Dalam krisis Lebanon, Arab Saudi menentang keras kelompok alirah Shiah, Hizbullah, serta menganggapnya sebagai organisasi teroris. Demikian sebaliknya, Iran menjadi sekutu paling utama Hizbullah di Lebanon.

Sumber : breakingnews.co.id

(nahimunkar.org)

(Dibaca 1.402 kali, 1 untuk hari ini)