Publik-News.com – Aksi unjuk rasa umat Islam yang dikabarkan bakal berlangsung 25 November dibarengi dengan isu penarikan uang massal di sejumlah bank (rush money).

Entah dari mana isu penarikan uang massal itu berawal. Tapi isu ini sudah menjadi pesan berantai di sejumlah media sosial. Terget penarikan uang massal ini dikabarkan sebanyak Rp 100 Triliun.

Kendati belum jelas siapa yang mempelopori gerakan ini, Ketua Majelis Syura DPP Partai Bulan Bintang (PBB), MS Kaban menyambut baik. Menurut Kaban, tidak ada yang salah dari gerakan penarikan uang massa di sejumlah bank tersebut.

“Rush money 25 nov boleh dan sah sah saja dan sangat baik jika dipindahkan ke bank bank ber basis syariah,ayo dukung.” tulis Kaban melalui akun twitternya @hmskaban.

Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF MUI) mengaku tidak pernah mempelopori gerakan aksi tarik uang di bank (rush money) untuk tujuan aksi unjuk rasa bela Islam yang dikabarkan bakal berlangsung 25 November 2016 mendatang.

GNPF MUI juga tidak melarang jika aksi unjuk rasa umat Islam tersebut. GNPF MUI sudah sepakat aksi bela Islam jilid III akan berlangsung pada 2 Desember 2016 yang akan datang. Kesepakatan aksi unjuk rasa tersebut di katakan Munarman, salah satu peserta GNPF MUI, setelah menggelar pertemuan dengan 67 pimpinan ormas di kantor MUI, Jakarta Pusat.

“Terkait isu rush money itu bukan di dalangi oleh GNFP Tapi kita tidak akna menghalangi silahkan saja. Terkait aksi tanggal 25 Desember 2016 kami persilahkan untuk tetap aksi tapi GNPF akan fokus menyiapkan aksi tanggal 2 desember,” ujar Munarman, Jumat (18/11/2016). (Taufik)

Sumber : publik-news.co

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.583 kali, 1 untuk hari ini)