awas yahudi

Seruan Mufti Al-Quds untuk mewaspadai Yahudisasi Masjid Al-Aqsha dapat dilacak dengan mudah landasannya, baik kenyataan yang berlangsung nyata maupun ayat-ayat suci Al-Qur’an.

Sebaliknya, Din Syamsuddin Ketua Umum Muhammadiyah malah berpidato di Kongres Yahudi Sedunia di di Hongaria. Dia  sejak 5-7 Mei 2013 lalu diundang untuk menyampaikan pidato diWorld Jewish Congress di Budapest.

“Yahudi, Kristen, dan Islam, sebagai tiga agama samawi atau Abrahamic religions perlu semakin mendekat dan hidup berdampingan secara damai, serta mengembangkan kerja sama peradaban untuk kemanusiaan,” ujarnya, dikutip hidayatullah.com.

Terhadap pidato Din Syamsuddin itu, perlu diketahui, tidak ada contoh dari Nabi Muhammad shallAllahu ‘alaihi wa sallam seperti yang Din Syamsuddin ucapkan itu, apalagi di depan kongres Yahudi sedunia. Yang ada justru ajakan untuk masuk Islam, agar selamat. Dan kalau berpaling (tida mau masuk Islam), maka Anda (dalam hadits maksudnya Raja Heraclius, nasrani, biasanya sama-sama disebut ahli kitab sebagaimana Yahudi) maka atas diri Andalah dosa arisiyyin (para pengikut).

Dalam Kitab Shahih Bukhari dapat dibaca riwayat tentang itu.

Disebutkan oleh Ibnu Abbas dalam sebuah kisah yang panjang, bahwa Rasulullah shallAllahu ‘alaihi wa sallam pernah mengirim surat kepada raja Romawi, Heraclius. Selanjutnya dia mencari orang Mekah, yang saat itu sedang berdagang di Syam. Pada saat yang sama, ternyata Abu Sufyan sedang menjalankan bisnis di Syam. Terjadilah dialog antara raja dengan Abu Sufyan –sebelum ia masuk Islam- radhiAllahu ‘anhu, membahas ciri-ciri nabi yang diutus di Mekah.

Selanjutnya Abu Sufyan menceritakan tentang isi surat yang dikirim Rasulullah shallAllahu ‘alaihi wa sallam kepada Raja Heraclius :

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ، مِنْ مُحَمَّدٍ عَبْدِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ إِلَى هِرَقْلَ عَظِيمِ الرُّومِ: سَلاَمٌ عَلَى مَنِ اتَّبَعَ الهُدَى، أَمَّا بَعْدُ، فَإِنِّي أَدْعُوكَ بِدِعَايَةِ الإِسْلاَمِ، أَسْلِمْ تَسْلَمْ، يُؤْتِكَ اللَّهُ أَجْرَكَ مَرَّتَيْنِ، فَإِنْ تَوَلَّيْتَ فَإِنَّ عَلَيْكَ إِثْمَ الأَرِيسِيِّينَ ” وَ {يَا أَهْلَ الكِتَابِ تَعَالَوْا إِلَى كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَنْ لاَ نَعْبُدَ إِلَّا اللَّهَ وَلاَ نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَلاَ يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُولُوا اشْهَدُوا بِأَنَّا مُسْلِمُونَ}

Bismillahir rahmanir rahiim…

Dari Muhammad, hamba Allah dan utusan-Nya

Kepada Heraclius, raja Romawi

Salaamun ‘ala manit-taba’al huda, amma ba’du

(keselamatan bagi yang mengikuti petunjuk, selanjutnya).

Saya mengajak Anda dengan seruan Islam. Masuklah Islam, niscaya Anda akan selamat. Allah akan memberikan pahala kepada-Mu dua kali. Jika Anda berpaling (tidak menerima) maka Anda menanggung semua dosa kaum Arisiyin. Katakanlah, “Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah”. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. (QS. Ali Imran: 64).

Hadis ini diriwayatkan Bukhari, Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, dan yang lainnya.

Keterangan:

1. Makna ‘seruan Islam’ adalah kalimat syahadah, dimana setiap pemeluk agama lain diajak untuk mengucapkan dua kalimat ini.

2. Pahala dua kali adalah pahala yang berlipat, sejumlah orang yang mengikutinya untuk masuk Islam.

3. Kaum Arisiyin adalah para pengikut dari kalangan keluarga kerajaan. Dosa Arisiyin ditanggung oleh Heraclius, karena posisi Heraclius sebagai pemimpin, sehigga diikuti anggota kerajaannya, termasuk dalam beragama.

(Keterangan Dr. Dib Bagha As-Syafii dalam ta’liq shahih bukhari).

Artikel www.KonsultasiSyariah.com

Baca selengkapnya: http://www.konsultasisyariah.com/isi-surat-rasulullah-kepada-heraclius/#ixzz2T2KjkQLP

Dari sisi kedekatan Din Syamsuddin tokoh Muhammadiyah dengan tokoh-tokoh Yahudi sedunia hingga dia dipercaya untuk jadi satu-satunya orang Islam yang berpidato di kongres Yahudi sedunia itu kalau dirujuk kepada ayat Al-Qur’an, perlu kita baca ayat-ayat yang telah memperingatkan dengan tegas, masalah wala’ (cinta, loyal) dan bara’ (lepas diri, benci).

] تَرَى كَثِيرًا مِنْهُمْ يَتَوَلَّوْنَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَبِئْسَ مَا قَدَّمَتْ لَهُمْ أَنْفُسُهُمْ أَنْ سَخِطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَفِي الْعَذَابِ هُمْ خَالِدُونَ !وَلَوْ كَانُوا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالنَّبِيِّ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مَا اتَّخَذُوهُمْ أَوْلِيَاءَ وَلَكِنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ فَاسِقُونَ[

                  “Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan. Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada nabi (Musa) dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (nabi), niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrikin itu menjadi penolong-penolong, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasik.” (al-Maidah: 80-81)

      Ibn Taimiyah berkata tentang ayat ini: “penyebutan jumlah syarat mengandung konsekuensi bahwa apabila syarat itu ada, maka yang disyaratkan dengan  kata “seandainya” tadi pasti ada, Allah berfirman:

   ] وَلَوْ كَانُوا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالنَّبِيِّ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مَا اتَّخَذُوهُمْ أَوْلِيَاءَ[

            “sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada nabi (Musa) dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (nabi), niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrikin itu menjadi penolong-penolong”.

      Ini menunjukkan bahwa iman tersebut menolak penobatan orang-orang kafir sebagai wali-wali (para kekasih dan penolong), tidak mungkin iman dan sikap menjadikan mereka sebagai wali-wali bertemu dan bersatu dalam hati. Ini menunjukkan bahwa siapa yang mengangkat mereka sebagai wali-wali, berarti belum melakukan iman yang wajib kepada Allah, nabi dan apa yang diturunkan kepadanya (al-Qur’an)” (Ibn Taimiyah, Kitab al-Iman, 14)

Wala’ dan Bara’ adalah hak Tauhid

Diantara hak tauhid adalah mencintai ahlinya, yaitu para muwahhidin, serta memutuskan hubungan dengan para musuhnya yaitu kaum musyrikin. Allah berfirman:

] إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَالَّذِينَ ءَامَنُوا الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلاَةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ رَاكِعُونَ ! وَمَنْ يَتَوَلَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَالَّذِينَ ءَامَنُوا فَإِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْغَالِبُونَ[

“Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah). Dan barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang..” (Al-Maidah: 55-56)

] يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لاَ تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ[

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebagian mereka adalah pemimpin sebagian yang lain. Barang siapa diantara kamu mengambil mereka sebagai pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zhalim.” (Al-Maidah: 51)

] يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لاَ تَتَّخِذُوا عَدُوِّي وَعَدُوَّكُمْ أَوْلِيَاءَ تُلْقُونَ إِلَيْهِمْ بِالْمَوَدَّةِ وَقَدْ كَفَرُوا بِمَا جَاءَكُمْ مِنَ الْحَقِّ يُخْرِجُونَ الرَّسُولَ وَإِيَّاكُمْ أَنْ تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ رَبِّكُمْ إِنْ كُنْتُمْ خَرَجْتُمْ جِهَادًا فِي سَبِيلِي وَابْتِغَاءَ مَرْضَاتِي تُسِرُّونَ إِلَيْهِمْ بِالْمَوَدَّةِ وَأَنَا أَعْلَمُ بِمَا أَخْفَيْتُمْ وَمَا أَعْلَنْتُمْ وَمَنْ يَفْعَلْهُ مِنْكُمْ فَقَدْ ضَلَّ سَوَاءَ السَّبِيلِ[

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu, mereka mengusir Rasul dan (mengusir) kamu karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad pada jalan-Ku dan mencari keridhaan-Ku (janganlah kamu berbuat demikian). Kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang. Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Dan barangsiapa di antara kamu yang melakukannya, maka sesungguhnya dia telah tersesat dari jalan yang lurus. “ (Al-Mumtahanah: 1)

Ayat-ayat tersebut menjelaskan tentang wajibnya loyalitas kepada orang-orang mukmin Dan memusuhi orang-orang kafir.

لاَ تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآْخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللهَِ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا ءَابَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ

“Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. “ (Al-Mujadilah : 22). (dari makalah AQIDAH WALA’ DAN BARA’ Oleh: Ust. Agus Hasan Bashari Lc, M. Ag).

Penegasan yang nyata juga ada di ayat-ayat:

وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلا نَصِيرٍ (١٢٠)

120. orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah petunjuk (yang benar)”. dan Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, Maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. (QS Al-Baqarah: 120).

{لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِلَّذِينَ آمَنُوا الْيَهُودَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا} [المائدة: 82]

82. Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. (QS AL-MAAIDAH: 82.)

Berikut ini berita seruan Mufti Al-Quds yang memperingatkan agar Umat Islam mewaspadai Yahudisasi Masjid Al-Aqsha, yang kemudian Mufti ditangkap polisi Yahudi. Sebaliknya, dalam waktu yang bersamaan, Din Syamsuddin yang sejak masih kuliah di Amerika telah dijagokan oleh tokoh yang tak percaya taqdir sebagai rukun iman yakni Dr Harun Nasution direktur Pascasarjana IAIN Jakarta, ternyata jadi satu-satunya orang Islam yang berpidato di kongres yahudi sedunia di Hongaria Mei 2013.

Yang mufti Al-Quds, hasilnya adalah ditangkap polisi Yahudi, sedang yang combe-combean dengan tokoh Yahudi sedunia rupanya kemudian enak-enak berkicau di akun tweeternya.

Inilah berita-beritanya.

***  

Mufti Alquds: Waspadai Aktivitas Yahudisasi Masjid Al Aqsha

May 7, 2013 – 21 : 00   

koranindonesia.com, GAZA — Mufti Alquds, Sheikh Muhammad Husein, memperingatkan
peningkatan aktivitas para pemukim Zionis untuk Yahudisasi Alquds dan Masjid Al
Aqsha.

Sheikh Muhammad Husein mengatakan kepada televisi Alalam bahwa pemukim Zionis
akan merealisasikan agendanya untuk Yahudisasi Masjid Al Aqsha. Mereka akan
melakukannya setelah Yahudisasi Baitul Maqdis.

Ia menambahkan seruan untuk menyerbu tempat-tempat suci di Palestina juga
termasuk dalam agenda tersebut.

Terkait seruan para Zionis ekstrim baru-baru ini untuk menyerbu Masjid Al Aqsha,
Sheikh menandaskan ini bukan pertama kalinya ada seruan untuk menyerbu Baitul
Maqdis. Seruan ini juga bukan yang terakhir.

Sebab, katanya, rezim penjajah Alquds selalu melanggar kesucian Masjid Al Aqsha
dan serakah terhadap tempat suci ini di mana tempat ini tidak memiliki keutamaan
di mata Yahudi.
/ koranindonesia.com

 ***

Mufti Al-Quds Ditangkap, Rashiq Serukan Siaga Di Al-Aqsha

May 9, 2013

Beirut-PIP: Izzat Rashiq, Anggota Biro Politik Hamas mengutuk penangkapan yang dilakukan penjajah zionis terhadap Mufti Al-Quds, syeikh Muhammad Husain, setelah mengepung rumahnya di kawasan bukit Mukabir, Al-Quds.

Dalam rilis yang diterima Pusat Informasi Palestina, Rabu (8/5) Rashiq menuding penjajah zionis bertanggungjawab penuh atas keselamatan Mufti Al-Quds. Penangkapan ini adalah upaya zionis yang tidak akan berhasil mematahkan semangat juang warga membela Al-Aqsha dan tempat suci di Palestina.

Sebagai respon dari penangkapan ironis ini, Rashiq menyerukan kepada segenap warga Palestina di Baitul Maqdis untuk bersiaga dan berjaga di Masjidil Aqsha.. (qm) muslimcommunity.co

***

Din Syamsuddin Pidato di Kongres Yahudi Sedunia

Sabtu, 11 Mei 2013

Hidayatullah.com–Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang juga menjabatPresident of ACRP dan Co-President of WCRP,Prof Dr Din Syamsuddin baru saja memenuhi undangan pertemuan tokoh Yahudi sedunia.

Din yang berada di Hongaria, sejak 5-7 Mei 2013 lalu diundang untuk menyampaikan pidato diWorld Jewish Congress di Budapest.

“Dalam pidato itu saya sampaikan tentang kebebasan beragama merupakan hak asasi manusia yang melekat dalam diri manusia. Bahkan, Tuhan Maha Pencipta memberi kebebasan kepada manusia, apakah mau beriman atau tidak,” ujarnya, ujarnya dalam emailyang dikirim ke hidayatullah.com, Sabtu (11/05/2013).

Din, merupakan satu-satunya pembicara Muslim dalam kongres para tokoh Yahudi itu. Din mengaku gembira bisa menjelaskan pandangan Islam kepada penganut Yahudi.

Din, yang tampil pada sesi tentang Freedom of Religious Practices berdampingan dengan President of Bishop Conference of Europe, Chief Rabbi of Ukraine, dan Prof Choel Meyer dari New York.

Dalam pidatonya, ia menjelaskan perspektif Islam tentang kebebasan beragama dan perlunya hidup berdampingan secara damai dalam prinsip bagimu agamamu, bagiku agamaku.

“Yahudi, Kristen, dan Islam, sebagai tiga agama samawi atau Abrahamic religions perlu semakin mendekat dan hidup berdampingan secara damai, serta mengembangkan kerja sama peradaban untuk kemanusiaan,” ujarnya.

Dalam akun twitter nya Din menulis, di sela acara,  diterima President Central European University untuk jajaki kerjasama dengan Universitas Muhammadiyah.*

Rep: Panji Islam
Red: Cholis Akbar/ hdytllh

***

Ada contoh bagus.

] قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ إِلَّا قَوْلَ إِبْرَاهِيمَ لِأَبِيهِ لَأَسْتَغْفِرَنَّ لَكَ وَمَا أَمْلِكُ لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ شَيْءٍ رَبَّنَا عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَإِلَيْكَ أَنَبْنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ[

“Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: “Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran) mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja. Kecuali perkataan Ibrahim kepada bapaknya: “Sesungguhnya aku akan memohonkan ampunan bagi kamu dan aku tiada dapat menolak sesuatupun dari kamu (siksaan) Allah”. (Ibrahim berkata): “Ya Tuhan kami, hanya kepada Engkaulah kami bertawakkal dan hanya kepada Engkaulah kami bertaubat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali,” (al-Mumtahanah: 4)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.577 kali, 1 untuk hari ini)