.

 

  • Iran Corner di Muhammadiyah dibubarkan
  • Pernah terjadi di Gedung Dakwah Muhammadiyah, di Jakarta, seorang Jalaluddin Rakhmat pentolan syiah harus cepat keluar, tak mampu menahan malu di depan banyak orang tatkala kedok kebohongannya dibuka di depan para pendengar kajian oleh seorang anak Muhammadiyah.

Siapa yang tidak kenal Buya Yunahar Ilyas, ulama kelahiran Padang satu ini membuat kejutan baru di Muhammadiyah, tatkala Muhammadiyah dipersentasi sebagai pendukung Syiah oleh Syiah dan para pengikutnya. Kejutan baru Buya Yunahar Ilyas bukan saja membuat kaget kalangan Syiah mania, tetapi juga kalangan Liberal yang mencari hidup di Muhammadiyah.

Tentu keputusan Buya Yunahar Ilyas yang berbuntut pembubaran Iran corner dan teguran keras terhadap semua pihak di Muhammadiyah yang terlibat aktivitas dengan Syiah, memang menjadi sengatan listrik yang tegangan tinggi, hingga ada yang mencak mencak tidak bisa menerima keputusan pembubaran yang menjadi langkah pasti Muhammadiyah, bahkan ada yang menuduh Ustad Yunahar yang S3 terlalu sempit dan tidak toleransi, selain opini sumbang yang menyudutkan “Muhammadiyah’ kalau Muhammadiyah menutup akses ilmu pengetahuan

Sedangkan menurut Agus Tri Sundani sebagai Koordinator Da’i dan Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, sikap PP. Muhammadiyah itu  telah didasarkan pada kajian tuntas tentang sebab akibat Syiah yang tidak menguntungkan sama sekali terhadap perjuangan dan pembangunan peradaban Islam, sebaliknya lebih banyak mudharatnya dari pada manfaatnya..

Di sela sela Seminar Anti Syiah yang diadakan di Aula Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, oleh Koepas dan Al Irsyad [tanggal 18-05-2014], pak Agus menandaskan pentingnya kesatuan di kalangan sunni, dalam rangka membendung akses penyebaran agama Syiah. Menurutnya, umat Islam jangan pernah menghadapkan tokoh tokoh Syiah dengan tokoh tokoh sunni, cukuplah seorang tokoh syiah dihadapi dengan menampilkan seorang muda yang terpelajar dan dedikasi, tak perlu menghabiskan energy, menangkis serangan Syiah dengan menghadirkan tokoh yang sama, yang demikian hanya akan membuat tokoh tokoh Syiah makin bangga.

Sebagaimana yang pernah terjadi di Gedung Dakwah Muhammadiyah, seorang Jalaluddin Rakhmat harus cepat keluar, tak mampu menahan malu di depan banyak orang tatkala kedok kebohongannya dibuka di depan para pendengar kajian oleh seorang anak Muhammadiyah. Bahkan pemuda Muhammadiyah itu mengejar Jalaluddin Rakhmat yang memang tergolong bodoh dalam memahami agama.

Menurutnya pula, dulunya Jalaluddin Rakhmat adalah seorang Muhammadiyah, tetapi karena wacana syiah yang dianutnya, maka bersimpang jalan dengan Ahlussunah, membangkang dari jalan mayoritas, maka seorang Jalaluddin Rakhmat tidak dipakai lagi oleh Muhammadiyah.

Jelasnya sikap Muhammadiyah menolak ajaran Syiah, karena jauh menyimpang dari keyakinan ahlussunah. Sesuatu  yang menyimpang, sudah jelas menempuh jalan sesat, karena yang disebut menyimpang dari orang normal, berarti orang itu abnormal dengan kata lain gila, sedangkan dalam agama Islam, menyimpang dari ajaran Islam yang benar, bermakna tersesat di jalan sesat, lawan dari kata benar dan lurus.

Sedangkan Muhammadiyah menyikapi penyimpangan dalam keagaaman sebagai  bentuk keingkaran dan penentangan terhadap ajaran Islam yang sesuai Quran dan Sunnah. Terhadap rector UMJ yang menyimpang, Muhammadiyah telah memperingatkan dengan keras, bahkan sewaktu waktu bisa diberhentikan kalau terbukti masih berkongsi dengan Syiah.

Menghadapi kemungkinan besar yang bisa terjadi kelak, bukanlah mengada ada, kalau Muhammadiyah harus bersikap limit dan filter dengan alumni mahasiswa Iran, karena dalam pola pemikiran yang berkembang di Iran, setiap warga Asing yang selesai kuliah di Iran menjadi pastur Iran, memperjuangkan ide ide Khomainy, ini perlu pada sikap Meng-KARANTINA alumni alumni Iran, sebelum dilepas ke Mayarakat, mereka harus dibebaskan dari virus virus yang membahayakan aqidah Islam. Kalau perlu diisolasi, pastikan kalau alumni Iran itu tidak membawa virus Syiah.

Published on Thursday, 22 May 2014 08:51;Written by Zulkarnain El Madury/ http://koepas.org/

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.492 kali, 1 untuk hari ini)