.

JAKARTA (voa-islam.com) – Tempo sang corong setan liberal mencoba ‘test the water’ para ulama dengan pemberitaan itu menyinggung soal sertifikasi halal. Diberitakan, MUI memasang target dan biaya tertentu untuk mengeluarkan sertifikat halal terutama produk dari luar negeri.

Bahkan, dalam pemberitaan itu juga dikatakan Amidhan menerima puluhan dolar AS setiap bulan. “Tidak benar itu,” bantah Amidhan tegas.

Dibagian lain, Dewan Sertifikat Makanan Halal Eropa atau Halal Food Council of Europe (HFCE) mengirimkan surat yang membantah pemberitaan Majalah Tempo soal sertifikat produk halal.

Dalam pemberitaan itu, Tempo cenderung menyudutkan MUI dan Amidhan selaku ketua. Apalagi dituduhkan kalau Amidhan menerima dana dari luar negeri terkait sertifikasi produk halal ini.

Klarifikasi dari Prof. Yunahar Ilyas : Fitnah Berhubungan Dengan RUU JPH

Dalam pemberitaan itu menyinggung soal sertifikasi halal. Diberitakan, MUI memasang target tertentu untuk mengeluarkan sertifikat halal terutama produk dari luar negeri. Bahkan, dalam pemberitaan itu juga dikatakan Amidhan menerima puluhan dolar AS setiap bulan. “Tidak benar itu,” bantah Amidhan tegas.

Dibagian lain, Dewan Sertifikat Makanan Halal Eropa atau Halal Food Council of Europe (HFCE) mengirimkan surat yang membantah pemberitaan Majalah Tempo soal sertifikat produk halal.

Dalam pemberitaan itu, Tempo cenderung menyudutkan MUI dan Amidhan selaku ketua. Apalagi dituduhkan kalau Amidhan menerima dana dari luar negeri terkait sertifikasi produk halal ini.

Seperti apa surat bantahan dari HFCE itu kepada MUI? INILAHCOM mendapatkan copy surat tertanggal 24 Februari 2014 tersebut. Berikut isi surat itu:

Yang Terhormat KH Sahal Mahfudz,
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia

Assalamu’alaikum Wr.Wb.,

Bagi pihak HFCE saya ingin menarik perhatian Yth mengenai laporan Tempo mengenai HFCE.

Pertama nya laporan mengenai Mr Zeshan Sadek sebagai Ketua HFCE adalah tidak benar sekali. Beliau hanya memegang jawatan sebagai DIRECTOR HFCE. Sila dimaklumkan bahwa Prof. Dr. Hj. Mohamed Sadek masih lagi memegang jawatan sebagai CHAIRMAN and jawatan ini beliau memegang sejak permulaan HFCE pada tahun 2010 sampai saat ini.

Kedua, mengenai peranan Bapak Dr Amidhan di dalam Advisory Board HFCE. Laporan ini adalah tidak benar sekali walaupun nasihat Dr Amidhan terhadap soalan soalan halal banyak diberikan dan jasa baik Bapak Dr Amidhan sangat dihargai oleh HFCE.

Akhirnya tuduhan mengenai bayaran terhadap Bapak Dr Amidhan amatlah mengejutkan. Kenyataan ini tidak ada asas dan segala nasihat dan bimbingan dari Bapak Dr Amidhan untuk HFCE adalah atas dasar voluntari.

HFCE harap Yth dapat memberi perhatian terhadap laporan TEMPO terhadap HFCE adalah berdasarkan kepada faktur untuk menjatuhkan nama baik HFCE dan juga Bapak Dr Amidhan dari setengah pihak yang tidak bertanggung jawab.

Wassalam,

Rohana Mohamad

Administrative Officer

Sunggguh  harus dibuktikan setiap tuduhan terhadap MUI atas kebenarannya, sehingga tidak terjadi fitnah. Jika ada kebenarannya, Tempo harus berani melakukan klarifikasi terhadap apa yang ditemukannya.

– See more at: http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2014/02/26/29263/mengapa-majalah-tempo-menghina-mui/#sthash.hw4qOuD0.dpuf

Hati-hati dengan pemberitaan Majalah Tempo yang menyudutkan MUI soal kehalalan produk olahan makanan: Itu fitnah dari lembaga sertifikasi Australia yang kecewa karena melanggar ketentuan syariah, akibatnya sertifikasi terhadap lembaganya dicabut MUI. MUI akan somasi narasumbernya di Australia dan akan buat hak jawab terhadap Tempo yang anti Islam sekaligus somasi. Betul-betul penghinaan terhadap MUI, harusnya semua umat Islam merasa terhina. Diduga fitnah ini ada hubungannya dengan RUU JPH yang sedang dibahas DPR.” demikian pesan singkat Prof. Yunahar Ilyas, Ketua MUI, sekaligus mengklarifikasi tudingan Tempo.

Seperti diketahui RUU Jaminan Produk Halal (JPH) masih akan tertunda pembahasannya hingga waktu yang belum ditentukan.

“Komisi VIII masih menunda kelanjutan pembahasan RUU JPH. Legislasi tersebut memang perlu pengkajian yang lebih dalam lagi karena masih banyak kontroversi,” kata anggota Komisi VIII DPR RI Muhammad Baghowi dalam suatu diskusi di kawasan Tebet, Jakarta, Desember 2013 silam.

Klarifikasi HFCE atas tudingan dusta Tempo
The Halal Food Council of Europe (HFCE) mengirim surat bantahan kepada MUI berdasarkan copy surat tertanggal 24 Februari 2014 tersebut. Berikut isi surat itu:

Yang Terhormat KH Sahal Mahfudz,
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia

Assalamu’alaikum Wr.Wb.,

Bagi pihak HFCE saya ingin menarik perhatian Yth mengenai laporan Tempo mengenai HFCE.

Pertama nya laporan mengenai Mr Zeshan Sadek sebagai Ketua HFCE adalah tidak benar sekali. Beliau hanya memegang jawatan sebagai DIRECTOR HFCE. Sila dimaklumkan bahwa Prof. Dr. Hj. Mohamed Sadek masih lagi memegang jawatan sebagai CHAIRMAN and jawatan ini beliau memegang sejak permulaan HFCE pada tahun 2010 sampai saat ini.

Kedua, mengenai peranan Bapak Dr Amidhan di dalam Advisory Board HFCE. Laporan ini adalah tidak benar sekali walaupun nasihat Dr Amidhan terhadap soalan soalan halal banyak diberikan dan jasa baik Bapak Dr Amidhan sangat dihargai oleh HFCE.

Akhirnya tuduhan mengenai bayaran terhadap Bapak Dr Amidhan amatlah mengejutkan. Kenyataan ini tidak ada asas dan segala nasihat dan bimbingan dari Bapak Dr Amidhan untuk HFCE adalah atas dasar voluntari.

HFCE harap Yth dapat memberi perhatian terhadap laporan TEMPO terhadap HFCE adalah berdasarkan kepada faktur untuk menjatuhkan nama baik HFCE dan juga Bapak Dr Amidhan dari setengah pihak yang tidak bertanggung jawab.

Wassalam,

Rohana Mohamad

Administrative Officer

Sunggguh  harus dibuktikan setiap tuduhan terhadap MUI atas kebenarannya, sehingga tidak terjadi fitnah. Jika ada kebenarannya, Tempo harus berani melakukan klarifikasi terhadap apa yang ditemukannya.

Tindakan selanjutnya agen asing Tempo akan di somasi MUI. [rojul/voa-islam.com]

Rabu, 27 Rabiul Akhir 1435 H / 26 Februari 2014 16:01 wib

(nahimunkar.com)

(Dibaca 582 kali, 1 untuk hari ini)