.

 

Apabila keputusan MUI mengenai kasus Guntur Bumi tidak tepat, maka jadi boomerang. Justru sasaran sorotan tajam akan menohok ke MUI. Karena yang dikeluhkan para pasien yang merasa ditipu (diperas?) Guntur Bumi dan diobati secara perdukunan (menurut pengaduan pasien) adalah praktek yang tidak wajar. Dan pengaduan itu telah tersebar luas ke seantero negeri.

Sebagai gambaran besarnya minat untuk mengakses berita pengaduan kasus Guntur Bumi, fan page nahimunkar.com (di facebook, belum termasuk yang website nahimunkar.com) satu judul Guntur Bumi (UGB) Penipu, Bukan Ustadz (Penegasan Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta) diakses 106 ribu orang lebih kemarin. Mungkin sekarang sudah bertambah. Itu menunjukkan betapa kasus ini menyedot perhatian umat Islam, hingga umat pun dengan demikian telah ada gambaran duduk soalnya.

  Bahkan mungkin tanpa vonis MUI pun sudah difahami bahwa praktek pengobatan Guntur Bumi itu (ditilik dari aduan para pasien) berbau perdukunan dan penipuan.

Oleh karena itu MUI akan jadi sorotan tajam masyarakat apabila sampai terpeleset apalagi terkesan « membela » Guntur Bumi misalnya.

Hasil rapat MUI untuk « memvonis » praktek « dukun tipu » Guntur Bumi belum diumumkan Selasa (11/3) karena masih ada hal-hal yang perlu diselesaikan. Mungkin lebih baik agak ditunda namun hasilnya tepat dan akurat daripada segera diputuskan namun akan jadi senjata makan tuan bagi MUI.

Melihat dari berbagai pengaduan, tampaknya para pasien merasa ditipu dan diobati secara tidak wajar. Hingga Imam Besar Masjid Istiqlal menyebut Guntur Bumi penipu buka ustadz (lihat artikel Guntur Bumi (UGB) Penipu, Bukan Ustadz (Penegasan Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta) – See more at: https://www.nahimunkar.org/guntur-bumi-ugb-penipu-bukan-ustadz-penegasan-imam-besar-masjid-istiqlal-jakarta/#sthash.gt3dQW8g.dpuf,  dan oleh pasien disebut dukun bukan ustadz https://www.nahimunkar.org/guntur-bumi-dukun-berlabel-ustadz-kata-mantan-pasien/. Telah tergambar, para korban yang diberitakan saja keluhannya cukup mengejutkan.

Berikut ini berita rapat MUI Selasa kemarin, dan berita keluhan-keluhan pasien Guntur Bumi.

***

MUI Nilai Praktik Pengobatan UGB Tak Tepat Secara Akidah

 

Jakarta –

Hari ini Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar rapat tertutup untuk membahas status tempat praktik pengobatan milik Ustad Guntur Bumi. Rapat tersebut merespons laporan masyarakat yang menuding pengobatan UGB berbau perdukunan.

Hingga saat ini seluruh anggota MUI yang terdiri dari Ketua Umum MUI, KH. Din Syamsuddin dan juga beberapa ulama lainnya dan ketua masing-masing komisi masih melangsungkan rapat.

Melalui teleconference di Selebrita Trans 7, Selasa (11/3/2014) M. Cholil Nafis selaku Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI mengungkapkan bahwa pihaknya sudah melakukan tabayun terhadap laporan dari masyarakat.

“Kami melaporkan kepada pimpinan harian, kami menemukan beberapa temuan yang secara akidah tidak tepat. Antara lain pemakaian zakat, wafak dan infak yang tidak tepat,” katanya.

Lalu akankah tempat praktik pengobatan UGB itu akan ditutup? Meski tak menjelaskan secara gamblang lantaran rapat belum selesai, pihaknya meminta agar suami Puput Melati itu bertanggung jawab atas apa yang dilakukan.

“Ya tentunya dengan adanya permintaan dari masyarakat, penggunaan zakat, infak yang sering kabur. Karena minta dibimbing, kita akan membimbing,” jelasnya.

(wes/mmu) Desi Puspasari – detikhot Selasa, 11/03/2014 13:43 WIB

***

Bayar Rp28 juta, sakitnya tak ada perubahan

Ustadz Guntur Bumi masih menuai sorotan terkait dugaan pengobatan sesat dan komersialisasi. Tak hanya Hans Suta, seorang Ketua RW dan juga pembantu rumah tangga ikut mengklaim ditipu oleh UGB.

“Saya Ketua RW 11, Pademangan Barat. Awalnya saya sakit kena stroke, saat saya datang ke rumah UGB, UGB nya lagi pergi,” kata H. Dasril Said di Kantor MUI, Jakarta Pusat, Senin (3/3).

(Di rumah UGB ), “Saya disuruh buka topi, berat rasanya kepala saya. Yang keluar belatung, paku, tanah. Saya bilang Subhanallah, kejam banget.”

Karena menganggap penyakitnya tersebut berbahaya, Dasril kemudian memilih berobat di UGB itu dengan sistem paket qurban. “Resminya Rp 28 juta uang keluar. Tapi kurban sapinya saya tidak melihat langsung, hanya sebuah foto kepala sapi yang ditunjukkan. Tapi enggak ada perubahan untuk kesehatan saya,” kata Dasril. / WowKeren.com –

***

 Guntur Bumi Kucurkan Jeruk Nipis ke Pasien Sakit Mata hingga Harus Dioperasi di RS

KAPANLAGI.COM – Tidak berbeda dengan Hans, Misnah pun mengaku mengalami pengalaman yang sama saat membawa anaknya berobat di pengobatan Ustaz Guntur Bumi (UGB). Saat itu, anak Misnah menderita sakit mata.

“Pas dicek sama ustaz katanya, ‘oh ini kiriman dari orang. Mau dibuang nggak? Orang mau kirim ke ibu tapi kenanya jadi ke anak ibu’,” papar Misnah mengutip ucapan UGB di Kantor MUI, Jakarta Pusat, Senin (3/3).

Lebih lanjut Misnah mengatakan, UGB menyarankan melakukan kurban untuk penyembuhannya. Lantaran tidak punya uang, UGB menyarankan Misnah mengirimkan uang.

“Ustad tanya saya punya emas nggak? Saya nggak bohong ada emas, ibu kasih 10 gram ke ustaz. Kalau uang ada di rekening Rp 15 juta dan disuruh transfer,” jelasnya.

Misnah menambahkan, penyakit buah hatinya malah semakin parah pasca berobat. Bahkan UGB tidak menyuruhnya berkonsultasi kembali. Alhasil anaknya harus mendapat perawatan di Rumah Sakti Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

“Mata anak ibu dikucuri pakai jeruk nipis sama asisten ustaz. Esokanya malah biru bengkak. Akhirnya ke RS Cipto disuruh operasi. Sekarang baru 3 hari dari RS Cipto, balik lagi besok, Jadi kerugiannya Rp 15 juta dan emas 10 gram,” pungkasnya. (kpl/tov/dar/mer)

***

Diminta Infak Jutaan Rupiah, Pasien UGB Mengadu ke MUI

Rabu, 12 Maret 2014, 04:57 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Salah seorang pasien dari Muhammad Susilo Wibowo, Agus, mengaku diminta untuk membayar infak oleh tim pendakwah yang akrab disapa Ustaz Guntur Bumi tersebut.

Jumlah yang diminta cukup besar, yakni berkisar Rp 6 juta. Kepada RoL, Agus mengatakan, ia berobat kepada UGB karena mengalami masalah, yaitu tidak juga memiliki anak meski telah bertahun-tahun menikah. Sementara pasien UGB lainnya, yakni Junaidi dari Kelapa Gading, Jakarta Utara, mengaku diminta membayar Rp 10 juta. Mereka pun telah mengadu ke MUI.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun tidak sreg dengan permintaan infak tersebut.  KH Cholil Nafis, Wakil Ketua Komisi Pengkajian dan Penelitian MUI, menjelaskan, nilai infak terlalu besar.

Cholil juga menginformasikan pada Selasa (4/3) bahwa UGB datang ke MUI. Saat itu, UGB meminta kepada MUI untuk selalu memberi masukan. “Apabila modus pengobatan seperti itu masih berlanjut, MUI akan segera mengambil sikap,” ujarnya.

***

UGB Dilaporkan ke MUI atas Dua Perkara

Written by hariandialog.com Thursday, 06 March 2014 05:34

Kasus pengaduan atas praktik pengobatan yang dilakukan Ustad Guntur Bumi (UGB) ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) terus berlanjut. Sejauh ini sudah ada tiga pihak yang mengaku jadi korban sang Ustad datang mengadu.

Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh mengatakan, ada dua jenis pengaduan yang dilaporkan para korban kepada MUI. Yang pertama masalah uang, dan kedua masalah pengobatan. Namun untuk masalah uang,  Asrorun mengatakan bahwa itu bukanlah ranah MUI melainkan penegak hukum. “Kalau yang kedua, soal perdukunan itu bagian informasi akan kita tabayun (klarifikasi). Posisi MUI melihat ini sebagai informasi kemungkinan benar dan kemungkinan salah. Kita pun akan mendengarkan dari pihak yang mengetahui kasus tersebut,” katanya, di Jakarta Selatan, Senin (3/3) malam.

“Nanti tim akan mendengar para pihak tentu dengan mekanisme,” tambahnya lagi.

Disinggung soal kemungkinan jalan damai bagi kedua pihak yang berseteru, Asrorun juga melihatnya secara hati-hati. “Terkait konflik pribadi kita tidak masuk ranah itu. Doktrin praktik diduga terlapor karena ini ada dua maka akan dilakukan klarifikasi, kalau masuk syar’i (urusan) kita,” katanya.

Sementara itu, ditengah prahara praktik pengobatannya, UGB juga diterpa isu tak sedap seputar rumah tangganya dengan Puput Melati. Pasalnya, UGB yang sempat berkeinginan untuk cerai dari Puput Melati itu mengaku kembali rujuk. (dbs/isk) .hariandialog.com

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.242 kali, 1 untuk hari ini)