Ilustrasi/pskt

Inti protes yang beredar:

Agar pelacuran tidak menyebar ya jangan dilegalkan, tapi dihentikan. Pelacuran itu kan perbuatan kriminal yang melanggar hukum.

(Apakah pejabat diamanati memimpin negeri ini agar melegalkan tindak kriminal dan melanggar hukum?).

Ahok pun akhirnya berkicau lewat Twitter pribadinya @basuki_btp.

Inilah beritanya.

***

Muhammadiyah Akan Lawan Ahok Jika Nekat Buat Lokalisasi Pelacuran

NU Serukan Masyarakat Bersatu Lawan Rencana Ahok Legalkan Pelacuran

 

JAKARTA– Wacana dari Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk membuat lokalisasi atau tempat pelacuran dan melegalkan pelacuran atau prostitusi terus menuai kecaman dan penolakan dari banyak pihak.

Sekretaris PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti menyatakan jika ormasnya tidak akan tinggal diam apabila Ahok sampai nekat mengeksekusi rencana kontroversinya tersebut. (Baca: Gila!! Ahok Akan Buat Apartemen Khusus Pelacuran & Sertifikasi Para Pelacur)

“Saya kira itu akan menjadi bentuk legalisasi prostitusi yang sangat bertentangan dengan ajaran agama, moralitas, dan budaya bangsa Indonesia,” tegas Abdul Mu’ti, pada Senin (27/4/2015).

Menurut Mu’ti, pemberian sertifikat kepada pelacur atau PSK dan membuat lokalisasi bagi para pelacur sama saja dengan mengizinkan adanya praktik prostitusi di DKI Jakarta. Hal ini sangat tidak sesuai dengan ajaran agama manapun di Indonesia.

“Agar prostitusi tidak menyebar ya jangan dilegalkan, tapi dihentikan. Prostitusi itu kan perbuatan kriminal yang melanggar hukum,” tandasnya. (Baca: NU Serukan Masyarakat Bersatu Lawan Rencana Ahok Untuk Legalkan Pelacuran)

Tidak hanya Muhammadiyah, sejumlah ormas Islam yang lainnya juga bersepakat untuk menolak wacana yang digulirkan oleh mantan Bupati Bangka Belitung beragama Kristen itu. [GA/rol/SP] (Panjimas.com)RABU, 10 RAJAB 1436H / APRIL 29, 2015

***

RABU, 10 RAJAB 1436H / APRIL 29, 2015

NU Serukan Masyarakat Bersatu Lawan Rencana Ahok Untuk Legalkan Pelacuran

JAKARTA (Panjimas.com) – Rencana Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk memberikan sertifikat kepada para pelacur atau Pekerja Seks Komersial (PSK) dan membuat lokalisasi prostitusi di Jakarta terus mendapakan kecaman dan penolakan dari ormas Islam, masyarakat dan para tokoh di Indonesia.

Wakil Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Umala (PBNU), Samsul Maarif menolak keras rencana Belitung beragama Kristen itu untuk memberikan sertifikat kepada para pelacur atau PSK dan membuat lokalisasi prostitusi di Jakarta. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menolak ide tersebut.

“Kita tidak boleh tinggal diam,” tegas Samsul pada Selasa (28/4/2015) seperti dilansir ROL. Pelegalan yang haram itu, jelas Samsul, harus dilawan demi masa depan bangsa Indonesia yang lebih baik. (Baca: Gila!! Ahok Akan Buat Apartemen Khusus Pelacuran & Sertifikasi Para Pelacur)

Samsul berharap seluruh lapisan masyarakat seperti tokoh agama, lembaga keagamaan, dan organisasi masyarakat untuk saling bahu-membahu menolak rencana Ahok itu. Ia khawatir jika masyarakat tidak berperan aktif, maka seluruh ide Ahok tersebut akan menjadi kenyataan.

Samsul juga menghimbau secara langsung kepada Ahok untuk menghentikan ide kontroversialnya demi mewujudkan Jakarta yang lebih damai, aman, dan nyaman.

Masyarakat Jakarta, kata Samsul cukup agamis. Oleh karena itu, agar iklim dalam masyarakat tetap kondusif, sebaiknya Gubernur DKI itu jangan memancing isu yang berlawanan dengan agama. [GA]

***

Sertifikasi PSK

Ini Tweet Ahok tentang Prostitusi

Rabu, 29 April 2015, 13:01 WIB

 

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berkicau di akun Twitter pribadinya @basuki_btp menanggapi wacana lokalisasi prostitusi yang digulirkannya.

“Namanya juga sekedar wacana. Kalau masyarakat tidak setuju ya sudah. Mustahil dipaksakan,” kicau mantan Bupati Belitung Timur ini, Rabu (29/4).

Sebelumnya Ahok memang memiliki wacana untuk membangun lokalisasi. Ide ini mucul setelah banyak prostitusi yang terjadi di Jakarta yang sudah tidak dapat terbendung lagi.

Menurutnya, tanggapan publik yang sangat ‘ramai’ menandakan bahwa masyarakat memang masih peduli dengan moral anak bangsa.

Selain membuat tempat lokalisasi, Ahok juga berencana membuat sertifikat untuk Pekerja Seks Komersial (PSK).

Ahok menyadari wacananya tersebut tidak mungkin direalisasikan. Ada banyak pihak yang kontra terkait lokalisasi prostitusi.

“Jadi bukan batal ya, tapi dari awal kita sudah tahu ini mustahil untuk dijalankan,” kata Ahok.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.096 kali, 1 untuk hari ini)