Bandung – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung Jawa Barat menggelar rapat khusus pada Rabu (2/5) lalu di masjid At-Taqwa Cimenyan. Hadir dalam rapat khusus ini seluruh pengurus MUI Kecamatan dan beberapa perwakilan pengurus MUI dari Desa serta Kelurahan yang berada dalam wilayah Kecamatan Cimenyan.

Dalam sambutannya, Ketua MUI Kecamatan Cimenyan Ustadz Yeye menyampaikan harapannya untuk mensukseskan dan harus menjadi skala prioritas berbagai program penegakkan syariah Islam dan dakwah amar makruf nahi munkar diwilayahnya. “Sehingga dengan demikian wilayah kecamatan bersyariah dalam bingkai peradaban Islam bisa diwujudkan” tambahnya.

Menyinggung tentang akan adanya program bantuan kepada MUI kecamatan Cimenyan dari pemerintah daerah Kabupaten Bandung, Ketua MUI yang dikenal kharismatik dan dekat dengan kalangan pergerakan umat ini mengatakan, “Kita tidak usah terlalu banyak berharap pada bantuan dari pemerintah, namun yang paling penting adalah bagaimana MUI bisa berperan besar dalam arus pergerakan umat Islam menghadang kemaksiatan, menciptakan daerah bersyariah, mewujudkan peradaban Islam melalui program dakwah amar makruf nahi munkar sehingga MUI sebagai khadimmul ummah bisa dirasakan ummat“, ujarnya.

Senada dengan ketua, Ustadz Yusep sebagai sekertaris MUI Cimenyan mengatakan bahwa yang paling pokok dari hasil rapat khusus MUI Kecamatan Cimenyan kali ini adalah merumuskan strategi dakwah kedepan untuk menyelesaikan berbagai persoalan umat yang harus disikapi oleh lembaga semacam MUI ini.

Beberapa problematika yang ada diantaranya adalah masalah kemaksiatan, seperti menjamurnya pendirian kafe asmara disepanjang pinggir jalan Cartil (Caringin Tilu) yang rawan dengan praktek perzinahan. Kemudian masalah lainnya yaitu menindak lanjuti informasi mengenai adanya pengembangan dan perluasan gerakan syi’ah diwilayah Cimenyan. Hal ini harus segera diantisipasi dengan menginstruksikan seluruh jajaran pengurus MUI terutama ditingkat desa dan kelurahan se-kecamatan Cimenyan untuk melaksanakan sosialisasi dan penerangan kepada masyarakat tentang ideologi syi’ah berikut keberadaan gerakannya dalam wilayah Cimenyan khususnya dan Nusantara pada umumnya.

Oleh karena itu terkait masalah syi’ah, MUI Cimenyan telah melakukan upaya distribusi materi bahan berupa makalah dan satu keping kaset VCD kepada seluruh pengurus usai rapat khusus tersebut dalam rangka pembekalan antisipasi gerakan syi’ah didaerahnya.

Kon: Imam Kurnia

Red: Syaiful  Jumat, 11 Mei 2012 | 17:56:33 WIB (SI ONLINE)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 485 kali, 1 untuk hari ini)