Geeta International School di Cirebon melarang siswinya menggunakan jilbab di sekolah./voais

  • Di dunia internasional sekalipun, banyak negara Eropa dan Amerika yang terkenal dengan paham liberal dan sekuler telah membolehkan siswanya menggunakan jilbab.  Lha kok ini di Indonesia yang mayoritas Islam mau melarang jilbab.
  • Kalau sekolah berkeras tetap ingin melarang siswinya mengenakan jilbab, maka MUI meminta izin sekolah ini dicabut. Agar menjadi pelajaran bagi sekolah lain yang berkedok akademis tapi menghilangkan sisi spiritual.

Inilah beritanya.

***

MUI Minta Kemendiknas Cabut Izin Sekolah yang Larang Jilbab

Selasa, 24 Jan 2012

JAKARTA (voa-islam.com) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat meminta Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) dan Pemerintah Daerah kota Cirebon meninjau kembali izin Geeta International School di Cirebon. Permintaan ini didasarkan atas kebijakan yang melarang siswinya menggunakan jilbab di sekolah.

“Kami minta perizinan sekolah ini ditinjau kembali,” ujar Ketua MUI, Slamet Effendy Yusuf seperti dilansir Republika, Selasa (24/1/2012). Menurut Effendy sekolah tidak bisa membuat peraturan yang bertentangan dengan aturan yang ada di Indonesia.

Indonesia telah mengatur kebebasan menjalankan ibadah sesuai keyakinan siswa di sekolah. Bila sekolah tersebut memiliki orientasi dan dominasi terhadap agama tertentu, maka sekolah memiliki tanggung jawab memberikan hak kepada siswa dengan menyediakan guru agama dan waktu untuk beribadah. Apalagi hanya berpakaian sesuai dengan keyakinan.

Kalau sekolah berkeras tetap ingin melarang siswinya mengenakan jilbab. Maka ia meminta izin sekolah ini dicabut. Agar menjadi pelajaran bagi sekolah lain yang berkedok akademis tapi menghilangkan sisi spiritual.

Geeta International School (GIS) sebenarnya sudah berkali-kali mendapatkan kecaman dari berbagai pihak  seperti tokoh agama di Cirebon atas kebijakan pelarangan jilbabnya yang sangat meresahkan. GIS bahkan sempat dipanggil oleh DPRD kota Cirebon atas kebijakannya ini. (Rep/Widad)

***

Muhammadiyah Kecam Pelarangan Jilbab Geeta International School

Selasa, 24 Jan 2012

JAKARTA (voa-islam.com) – Kebijakan sekolah Geeta International School yang melarang siswanya menggunakan Jilbab dikecam keras  Muhammadiyah. “Muhammadiyah mengecam keras kebijakan yang sewenang-wenang ini,” ujar Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Yunahar Ilyas, Lc. M.Ag seperti dilansir Republika, Selasa (24/1).

Yunahar yang juga menjabat sebagai ketua MUI Pusat mengatakan, kebijakan pelarangan jilbab sudah tidak tren lagi. Bahkan di dunia internasional sekalipun. Banyak negara Eropa dan Amerika yang terkenal dengan paham liberal dan sekuler telah membolehkan siswanya menggunakan jilbab.”Lha kok ini di Indonesia yang mayoritas Islam mau melarang jilbab,” tuturnya.

Karena itu, alumnus universitas Imam Muhammad Ibnu Su’ud, Riyadh, Arab Saudi ini meminta pihak sekolah mengubah kebijakan aneh tersebut. Atau akan menjadi polemik panjang di masyarakat. Dan akan merugikan nama baik sekolah juga.

Kalaupun memang pihak sekolah memang berorientasi pada agama tertentu. Kenapa masih menerima siswi muslim. Begitu pula orang tua, ada baiknya lebih memikirkan aspek spiritual daripada sisi akademis semata.

Untuk diketahui, seperti pemberitaan sebelumnya sekolah Geeta International School di Cirebon melarang para siswinya mengenakan jilbab. Sontak orang tua murid pada waktu itu langsung melakukan protes kepada sekolah dan melaporkannya ke DPRD kota Cirebon. (Rep/Widad)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 680 kali, 1 untuk hari ini)