• Kedubes Inggris Kibarkan Bendera LGBT, Ketua MUI: Kita Harus Tegur Mereka Bahwa sebagai Tamu Harus Tahu Diri
  • Muncul suara-suara orang yang tak menggubris ayat suci, bernada mendukung LGBT

Rasulullah bersabda:

إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَى أُمَّتِي كُلُّ مُنَافِقٍ عَلِيمِ اللِّسَانِ

“Sesungguhnya yang paling aku takutkan menimpa kalian sepeninggalku, ialah setiap orang munafik yang ‘alim lisannya” [HR. Ahmad, dishahihkan oleh Al Albani]

 

 

Silakan simak ini.

***

 

Kibarkan Bendera LGBT, Ketua MUI Kritik Kedubes Inggris dan Sebut Tamu Harus Tahu Diri dan Tahu Tatakrama


Ketua MUI Pusat, Cholil Nafis kritik keras Kedubes Inggris yang kibarkan bendera pelangi sebagai dukungan terhadap LGBT /Kolase foto Instagram @cholilnafis, @ukindonesia/

“Kita harus menegur mereka bahwa sebagai tamu harus tahu diri dan tahu tatakrama negara di mana ia berpijak,” katanya dikutip dari akun Twitter @Cholilnafis, Sabtu, 21 Mei 2022.

 

SEPUTARLAMPUNG.COM – Aksi Kedutaan Besar (Kedubes) Inggris mengibarkan bendera pelangi di depan halaman kantornya mengundang gelombang kritik dari berbagai pihak.

Setelah sebelumnya diprotes keras oleh Muhammadiyah dan PWNU Jatim, kini giliran Ketua Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Cholil Nafis juga turut mengkritik keras perbuatan tersebut.

Cholil Nafis berpandangan bahwa pengibaran bendera pelangi yang merupakan simbol dukungan terhadap LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender) oleh Kedubes Inggris, sangat tidak menghormati norma hukum masyarakat Indonesia.

Atas hal tersebut, Cholil Nafis menyerukan, pemerintah Indonesia harus memberi teguran kepada Inggris.

Menurutnya, teguran itu disampaikan sebagai bentuk peringatan kepada Inggris bahwa Indonesia tidak mendukung LGBT dan Inggris seharusnya mengikuti norma yang berlaku di Indonesia.

 
 

Selain itu, adanya fenomena pengibaran bendera LGBT oleh kedubes Inggris, Cholil Nafis meyakini bahwa LGBT di Indonesia sudah berada di tahap yang mengkhawatirkan.

“Makin yakin saya klo LGBT di Indonesia sdh menkhawatirkan. Kedutaan Besar Inggris sdh tak menghormati norma hukum masyarakat Indonesia dan terang2-an mendukung LGBT,” ujarnya.

“Kita harus menegur mereka bahwa sebagai tamu harus tahu diri dan tahu tatakrama negara di mana ia berpijak,” katanya dikutip dari akun Twitter @Cholilnafis, Sabtu, 21 Mei 2022.

Sebelumnya, Kedutaan besar Inggris di Indonesia mengibarkan bendera pelangi demi mendukung LGBT. Dalam unggahan foto yang disiarkan oleh akun instagram resmi Kedutaan Besar Inggris di Indonesia, @ukindonesia tampak bendera pelangi berkibar di sebelah bendera Inggris.

Tim Seputar Lampung 01

– 22 Mei 2022, 07:00 WIB https://seputarlampung.pikiran-rakyat.com/

***

 

 

Kedubes Inggris Kibarkan Bendera LGBT, Ketua MUI: Kita Harus Tegur Mereka Bahwa sebagai Tamu Harus Tahu Diri

Jakarta – Ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia) Pusat, Cholil Nafis menanggapi Kedutaan Besar (Kedubes) Inggris yang mengibarkan bendera LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender).

Cholil Nafis menilai Indonesia harus menegur Kedubes Inggris bahwa sebagai tamu, mereka harus tahu diri.

Hal ini disampaikan Cholil Nafis melalui akun Twitter pribadinya, @cholilnafis pada Minggu, 22 Mei 2022.

Dalam cuitannya, Dosen UIN Syarif Hadayatullah dan Universitas Indonesia ini mengaku semakin yakin bahwa isu LGBT di Indonesia sudah mengkhawatirkan.

“Kedutaan Besar Inggris sudah tak menghormati norma hukum masyarakat Indonesia dan terang-terangan mendukung LGBT,” kata Cholil Nafis

“Kita harus menegur mereka bahwa sebagai tamu harus tahu diri dan tahu tata krama negara di mana ia berpijak,” sambungnya.

Sebagaimana diketahui, Kedutaan Besar (Kedubes) Inggris mendapat banyak kritik dan kecaman usai mereka mengunggah foto melalui laman instagram @ukinindonesia baru-baru ini.

Pasalnya, foto tersebut memperlihatkan bendera pelangi simbol komunitas LGBT yang berkibar di halaman Kedubes Inggris di kawasan Kuningan, Jakarta.

Kedubes Inggris mengunggah pengibaran bendera itu sebagai bentuk peringatan International Day Against Homophobia, Biphobia, and Transphobia (IDAHOBIT) yang jatuh pada 17 Mei lalu.

Dilansir dari CNN Indonesia, tindakan Kedubes Inggris ini lantas mengundang kritikan dari netizen dan berbagai pihak.

Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Golkar, Dave Laksono juga mewanti-wanti Kedubes Inggris merupakan tamu di Indonesia yang sepatutnya menghormati tata krama dan budaya lokal Indonesia.

“Tidak juga bisa dibilang sah-sah saja mengibarkan, mengingat mereka bagaimana pun adalah tamu di Indonesia. Dan mereka harus bisa menghormati tata krama dan budaya lokal,” kata Dave.

Dave pun meminta Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia untuk turun tangan dan harus menyelesaikan secara diplomatik sekaligus tetap mempertimbangkan hukum lokal.

Sementara itu, Kemenlu Indonesia menilai tindakan Kedubes Inggris itu telah menciptakan polemik di tengah masyarakat Indonesia. “Tindakan tersebut, disertai mempublikasikannya melalui akun resmi sosial media Kedubes Inggris sangatlah tidak sensitif dan menciptakan polemik di tengah masyarakat Indonesia,” ujar Juru Bicara Kemlu, Teuku Faizasyah, Sabtu.

Resty

Terkini.id, 22 Mei 2022 15:13 WITA

***

Ramai-ramai Kecam Kedubes Inggris Gegara Kibarkan Bendera LGBT

Foto ilustrasi bendera pelangi LGBT. (ABC Australia)
Jakarta – Bendera pelangi berkibar di Kedutaan Besar Inggris untuk Indonesia, di Jakarta. Pelbagai kelompok ini kemudian menyuarakan kecaman atas berkibarnya bendera Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) itu.
17 Mei 2020, bendera itu dikerek di tiang bendera Kedubes Inggris, berjejer dengan bendera Inggris Union Jack. Momen 17 Mei adalah Hari anti-homofobia diperingati dunia setiap 17 Mei. Dilansir situs resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lembaga ini telah menghapus homoseksualitas dari klasifikasi internasional tentang penyakit pada 17 Mei 1990.

“Kemarin, pada Hari Internasional Melawan Homofobia, Bifobia, dan Transfobia (IDAHOBIT) – kami mengibarkan bendera LGBT+ dan menggelar acara, demi kita semua yang merupakan bagian dari satu keluarga manusia,” demikian keterangan Kedutaan Besar Inggris untuk RI via akun resmi Instagram-nya, diakses detikcom, Sabtu (21/5) kemarin.

Inggris jelas menunjukkan keberpihakannya terhadap hak-hak LGBT. Inggris juga mendorong semua negara di dunia untuk menghentikan diskriminasi terhadap LGBT.

Sejurus kemudian, meluncurlah kecaman-kecaman terhadap pengibaran bendera LGBT di Jakarta. Mayoritas kecaman berasal dari kalangan agama.

Kedubes Inggris untuk RI memposting dukungan atas LGBT Foto: Kedubes Inggris untuk RI memposting dukungan atas LGBT (dok.Instagram @ukinindonesia)
Berikut adalah kecaman-kecaman itu:

Muhammadiyah
Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas bereaksi. Mewakili ormasnya, Anwar mengemukakan penilaian bahwa Kedubes Inggris tidak menghormati Indonesia lantaran mengibarkan bendera LGBT itu.

“Muhammadiyah sangat menyesalkan sikap Kedubes Inggris yang tidak menghormati negara Republik Indonesia dengan mengibarkan bendera LGBT. Mereka harus tahu bahwa bangsa Indonesia punya falsafah Pancasila, di mana bangsa Indonesia sangat menghormati nilai-nilai dari ajaran agama,” ucap Anwar Abbas seperti dalam keterangannya, Sabtu (21/5) kemarin.

Anwar Abbas (Alfany Roosy Andinni / CNN)

MUI
Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Niam Sholeh mengatakan bahwa aksi dari Kedubes Inggris ini bisa memicu ketegangan. Sebab, ini tidak sejalan dengan keadaban etika persahabatan.

“Langkah yang mempertontonkan pemihakan dan atau kampanye terhadap norma yang bertentangan dengan norma masyarakat Indonesia adalah tindakan yang tidak sejalan dengan keadaban etika persahabatan. Dan itu bisa memicu ketegangan yang seharusnya dihindari,” kata Asrorun saat dihubungi detikcom, Sabtu (21/5/2022).

“Pengabaian terhadap norma yang hidup di masyarakat Indonesia adalah pelecehan,” lanjutnya.

Selanjutnya, kalangan Nahdliyin:

PWNU Jatim
Dari Ibu Kota Jawa Timur, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur mengecam keras pemasangan bendera LGBT tersebut. Wakil Ketua PWNU Jatim Abdussalam Shohib menegaskan, pengibaran bendera LGBT sama saja tidak menghormati Indonesia.

“Tentu kami, PWNU Jatim menyayangkan seharusnya mereka menghormati sikap Indonesia terkait LGBT. Indonesia sebagai negara mayoritas muslim kemudian punya adat ketimuran, selama ini tegas LGBT adalah ilegal,” tegas pria yang akrab disapa Gus Salam tersebut kepada detikjatim, Sabtu (21/5).

Karena itulah Gus Salam meminta Kedubes Inggris segera mencopot bendera LGBT tersebut dan meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia.

Pakar hukum internasional dari UI
Pakar hukum internasional dari Universitas Indonesia menilai pemasangan bendera pelangi LGBT oleh Kedubes Inggris itu sebagai tindakan yang tidak baik. Kedubes Inggris tentu sadar sikap arus utama di Indonesia tidak suka dengan LGBT.

“Justru pengibaran bendera LGBT dipersepsi oleh sebagian besar publik Indonesia sebagai suatu tindakan provokatif,” kata Hikmahanto kepada detikcom, Sabtu (21/5/2022).

Guru Besar Hukum Internasional UI Hikmahanto Juwana dalam diskusi ‘Warga Tanpa Warga Negara’ di kantor Para Syndicate, Jakarta, Jumat (19/8/2016) Foto: Ari Saputra
Baca juga:
Serba-serbi Bendera Pelangi LGBT: Sejarah dan Artinya
Bendera itu memang sudah diturunkan dari tiangnya. Namun, Profesor Guru Besar di UI ini meminta Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memanggil Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Owen Jenkins.

“Buntut dari pengibaran bendera LGBT di Kedutaan Inggris sebaiknya Kemlu segera memanggil Dubes Inggris untuk Indonesia,” kata Hikmahanto.

Wakil rakyat dari PKB
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang mengaku prihatin atas pengibaran bendera pelangi LGBT di Kedutaan Besar Inggris. Kemlu RI dapat mempertanyakan maksud dari Kedubes Inggris mengibarkan bendera tersebut.

“LGBT di Indonesia itu masih dilarang, karena semua UU terkait dengan perkawinan itu semua pasalnya tidak memperbolehkan. Maka, ketika membahas UU penghapusan TPKS pada masa lalu kenapa menjadi alot karena beririsan dengan hasrat. Maka dapat dicerminkan bahwa masyarakat Indonesia memaknai hak asasi itu adalah yang tidak bertentangan juga dengan norma,” kata Marwan saat dihubungi.

Ketua DPD Gerindra Jatim Anwar Sadad menyebut Inggris seharusnya bisa menjaga hubungan baik dengan Indonesia. Salah satu caranya, tidak mengibarkan bendera LGBT.

“Tidak sepantasnya Kedubes Inggris mengibarkan bendera LGBT di kantornya di Jakarta. Persahabatan Inggris-Indonesia harusnya tidak dalam pengertian secara fisik, tapi juga dalam bentuk penghormatan terhadap prinsip dan keyakinan masing-masing,” kata Sadad melalui keterangan yang diterima detikJatim.

Tim detikcom – detikNews, 22 Mei 2022 06:30 WIB

***

Muncul suara-suara orang yang tak menggubris ayat suci, bernada mendukung LGBT

Dengan dalih ini itu, ada pentolan-pentolan dari kalangan baju hijau dan sebagainya yang menyuara bernada membela LGBT. Mereka walau dari orms Islam namun kemunkaran besar dan penyimpangan seks yang sngat dilarang Islam bahkan diancam azab itu tampaknya tetap mereka bela.

Sudah jelas kemunkaran namun dibela, itu para pelakunya tampaknya tidak takut kecaman ayat terhadap manusia-manusia munafiq menurut Al-Qur’an.

ٱلْمُنَٰفِقُونَ وَٱلْمُنَٰفِقَٰتُ بَعْضُهُم مِّنۢ بَعْضٍ ۚ يَأْمُرُونَ بِٱلْمُنكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمَعْرُوفِ وَيَقْبِضُونَ أَيْدِيَهُمْ ۚ نَسُوا۟ ٱللَّهَ فَنَسِيَهُمْ ۗ إِنَّ ٱلْمُنَٰفِقِينَ هُمُ ٱلْفَٰسِقُونَ

Artinya: Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma’ruf dan mereka menggenggamkan tangannya. Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik. (QS At-Taubah Ayat 67)

إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَى أُمَّتِي كُلُّ مُنَافِقٍ عَلِيمِ اللِّسَانِ

“Sesungguhnya sesuatu yang paling aku takuti menimpa umatku, adalah setiap munafik yang pandai bicara (bersilat lidah).” (HR: Ahmad no. 143, dishahihkan oleh Al Albani).

***

ALIM LISANNYA TAPI MUNAFIK HATINYA

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ 

 
 

#NasihatUlama, #MutiaraSunnah

 
 

ALIM LISANNYA TAPI MUNAFIK HATINYA

 
 

Rasulullah bersabda:

إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَى أُمَّتِي كُلُّ مُنَافِقٍ عَلِيمِ اللِّسَانِ

“Sesungguhnya yang paling aku takutkan menimpa kalian sepeninggalku, ialah setiap orang munafik yang ‘alim lisannya” [HR. Ahmad, dishahihkan oleh Al Albani]

 
 

Al Munawi berkata:

“Maksudnya ialah, mereka yang lisannya (seolah-olah) berilmu, namun hati dan amalnya jahil. Mereka menipu manusia dengan saling mengadu kefasihan (dalam agama)”.

 
 

[Dr. Abdul ‘Aziz alu Abdul Latif, dosen Jurusan Aqidah Universitas Al Imam, (alabdulltifnet). Courtesy @twitulama].

Sumber: Twitter @IslamDiaries

By Admin Nasihat Sahabat|September 10th, 2017|

 

(nahimunkar.org)