MUI: Demi Kebaikan, RUU HIP Mesti Dicabut

  • Gelar Pertemuan Tertutup, Demokrat dan MUI Sepakat Tolak RUU HIP

     

 

JAKARTA,– Pemerintah telah memutuskan untuk menunda pembahasan Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP). Mewakili Presiden Joko Widodo (Jokowi), Menko Polhukam Mahfud MD pun bakal mendatangi DPR untuk menyerahkan surat ihwal penundaan pembahasan RUU itu.

 

 

Meski pemerintah telah memastikan menunda pembahasan RUU HIP, Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas, meminta pemerintah dan DPR dapat mendengarkan suara rakyat terkait RUU HIP yang menjadi kontroversi di masyarakat.

 

“Jangan memaksakan sesuatu yang rakyat tidak mau menerimanya. Apalagi RUU HIP ini benar-benar akan membuat ideologi bangsa yaitu Pancasila akan tersudut di negerinya sendiri,” kata Anwar melalui pesan singkat di Jakarta, Kamis (16/7/2020).

 

MUI sebelumnya telah menyatakan sikap menolak semua isi dari RUU HIP. Menurut Anwar, demi kebaikan bangsa dan semakin kuatnya Pancasila sebagai falsafah dan ideologi bangsa, dia menyarankan agar RUU HIP dicabut serta tidak dibahas kembali.

 

“Untuk itu, bagi kebaikan dan bagi semakin kuatnya Pancasila sebagai falsafah dan ideologi bangsa, DPR dan pemerintah supaya mencabut RUU HIP. Kalau tidak, tentu negeri ini akan terseret kepada situasi yang tidak menguntungkan bagi kemajuan bangsa dan negara ini,” ujarnya.

 

 

Anwar menuturkan, jika pemerintah dan DPR tidak mendengarkan suara masyarakat terkait RUU HIP ini, dia khawatir negeri ini akan terus dilanda kegaduhan.

 

“Kalau… negeri ini akan gaduh terus-menerus, lalu kapan kita akan membangun? Padahal kita ingin membuat negeri kita ini menjadi negeri yang maju adil dan beradab,” tuturnya.

 

Editor : Ahmad Islamy Jamil

 

iNews.id, Harits Tryan Akhmad · Kamis, 16 Juli 2020 – 01:46 WIB

 

***


Gelar Pertemuan Tertutup, Demokrat dan MUI Sepakat Tolak RUU HIP


Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendatangi Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI), di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (14/7/2020). (Foto: iNews.id/ Riezky Maulana).

JAKARTA, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menggelar pertemuan tertutup bersama pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Pertemuan dilaksanakan di Kantor MUI, kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (14/7/2020).

Pertemuan yang berlangsung 2 jam itu membahas sejumlah persoalan bangsa. Termasuk polemik Rancangan Undang-Undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP).

“Secara khusus kami membahas RUU HIP yang beberapa saat lalu menjadi kontroversi di negar kita,” ujar AHY di Kantor MUI, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (14/7/2020).

Dia menuturkan, MUI dan Demokrat memiliki kesamaan pandangan untuk menolak RUU HIP. RUU tersebut dinilai berpotensi menimbulkan masalah baru bagi Indonesia karena hanya mengulang sejarah kelam yang seharusnya sudah selesai.

“Alhamdulillah kami berdua, baik MUI dan Demokrat tegas mengatakan menolak, RUU HIP merupakan side back a historis,” ucapnya.

Menurutnya, pembahasan RUU HIP tidak penting di tengah wabah virus corona (Covid-19). Seharusnya, semua elemen bangsa bersatu fokus terhadap persoalan Covid-19.

“Jangan menghadirkan isu-isu baru yang sebetulnya tidak relevan dan tidak kontekstual terhadap kondisi bangsa hari ini dan perjuangan kita,” katanya.

Dalam pertemuan itu AHY didampingi oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Teuku Refky Harsya dan Bendahara Umum (Bendum) Renville Antonio. Kehadiran AHY disambut oleh Wakil Ketua MUI Muhyiddin Junaidi dan Wakil Ketua MUI Zaitun Rasmin dan jajaran pengurus MUI lainnya.

Editor : Kurnia Illahi

 

iNews.id – Riezky Maulana · Selasa, 14 Juli 2020 – 18:15 WIB

 

 

(nahimunkar.org)

(Dibaca 144 kali, 1 untuk hari ini)