MUI DKI: Shalat Jumat Dapat Dilaksanakan 2 Shift

 


 

Shalat Dzuhur dengan penerapan prosedurkenormalan baru di Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (2/6/2020)- MI/Pius Erlangga

 
 

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta mengeluarkan fatwa perihal ketentuan beribadah Shalat Jumat saat kenormalan baru atau new normal diterapkan di Ibu Kota. Dalam pelaksanaan ibadah tersebut, bisa dilakukan dalam 2 gelombang.

Fatwa itu bernomor 05 Tahun 2020 tentang Hukum dan Panduan Shalat Jumat lebih dari satu kali pada saat pandemi covid-19.

“Shalat Jumat boleh dilakukan dua shift dalam satu masjid dengan imam dan khotib berbeda,” ujar Ketua MUI DKI Jakarta KH Munahar Muchtar dalam isi fatwanya, di Jakarta, Rabu (3/6).

Jumlah jemaah Shalat Jumat dalam situasi pandemi covid-19, Kkpasitas masjid hanya boleh diisi 40% jemaah. Warga juga diminta berwudhu di rumah masing-masing. Lalu membawa sajadah dan Alquran sendiri.

“Mengatur jarak antarmakmun atau jemaah minimal 1 meter. Tetap menggunakan masker selama berada di masjid,” sebut Muchtar.

Pihaknya meminta warga setelah Shalat berjamaah tidak dilanjutkan dengan bersalam-salaman. Lalu warga tidak perlu datang ke masjid, majelis taklim, atau kerumunan lainnya jika sedang sakit atau kurang sehat.

Pengurus masjid atau majelis taklim harus melakukan pengecekan suhu tubuh jemaah dan menyediakan sabun atau hand sanitizer.

“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berperan aktif menciptakan suasana kondusif dalam pelaksanaan kegiatan ibadah pada masa new normal,” pungkas Muchtar. (OL-14)

 

Insi Nantika Jelita | Megapolitan

mediaindonesia.com, Rabu 03 Juni 2020, 12:05 WIB

 

(nahimunkar.org)

(Dibaca 118 kali, 1 untuk hari ini)