MUI Fatwakan Haram Merokok di Tempat Umum

dan Olahraga Yoga Spiritual

 

Hasyim Muzadi Ketua Umum NU

Akan Digugat YLKI Masalah Rokok

 

Fatwa MUI  hasil Ijtima’ Ulama Komisi Fatwa MUI III di Padang Panjang Sumatera Barat 24-26 Januari 2009 haramkan merokok di tempat umum, dan haram merokok bagi anak-anak, ibu hamil, dan pengurus MUI. Fatwa lainnya di antaranya mengharamkan ritual ataupun spiritual yoga bagi Muslimin. Direkomendasikan agar Ummat Islam tidak memilih olahraga yang mengandung unsure dari agama lain. Tentang vasektomi (pemotongan saluran mani, agar wanita yang disetubuhi tidak hamil) juga diharamkan. Ijtima’ Ulama MUI yang dihadiri 700-an ulama dari berbagai daerah itu memfatwakan 24 fatwa.

Harian Republika memberitakan:

Hasil Rumusan Ijtima Ulama Komisi Fatwa MUI III

          Hukum  tak Menggunakan Hak Pilih dalam Pemilu
Pemilu dalam pandangan Islam adalah upaya untuk memilih pemimpin atau wakil yang memenuhi syarat-syarat ideal bagi terwujudnya cita-cita bersama sesuai dengan aspirasi umat dan kepentingan bangsa. Memilih pemimpin yang tidak memenuhi syarat-syarat sebagaimana disebutkan dalam butir 1 (satu) atau tidak memilih sama sekali padahal ada calon yang memenuhi syarat hukumnya adalah haram.

– Hukum Merokok
Ada dua pendapat akhir untuk hukum merokok yakni makruh dan haram. Merokok diharamkan:
a. Di tempat umum,
b. Bagi anak-anak,
c. Bagi wanita hamil.

– Pernikahan Dini
Pada dasarnya, Islam tidak memberikan batasan usia minimal pernikahan secara definitif. Usia kelayakan pernikahan adalah usia kecakapan berbuat dan menerima hak (ahliyatul ada’ wa al-wujub), sebagai ketentuan sinn al-rusyd.
Pernikahan usia dini hukumnya sah sepanjang telah terpenuhinya syarat dan rukun nikah, tetapi haram jika diduga mengakibatkan mudharat. Untuk mencegah terjadinya pernikahan usia dini yang berdampak pada hal-hal yang bertentangan dengan tujuan dan hikmah pernikahan, pemerintah diminta untuk lebih meningkatkan sosialisasi tentang UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

– Senam Yoga
Yoga yang murni mengandung ritual dan spiritual agama lain, hukum melakukannya bagi orang Islam adalah haram. Yoga yang mengandung meditasi dan mantra atau spiritual dan ritual ajaran agama lain hukumnya haram, sebagai langkah preventif (sadd al-dzari’ah). Yoga yang murni olahraga pernafasan untuk kepentingan kesehatan hukumnya mubah (boleh).

– Vasektomi
Vasektomi sebagai alat kontrasepsi KB sekarang ini dilakukan dengan memotong saluran sperma. Hal itu berakibat terjadinya kemandulan tetap. Upaya rekanalisasi (penyambungan kembali) tidak menjamin pulihnya tingkat kesuburan kembali yang bersangkutan. Oleh sebab itu, Itima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia memutuskan praktek vasektomi hukumnya haram.

– Bank Mata dan organ tubuh lain
Masalah donor, transplantasi dan Bank Mata merupakan fikih ijtima’i/fikih yang bersifat kemasyarakatan. Oleh karena itu untuk menghindarkan hal-hal yang bersifat negatif yang tidak kita inginkan aplikasinya, pemerintah diminta mengeluarkan pengaturan lewat undang-undang kesehatan, untuk menegakkan kemaslahatan dan menghindarkan diri dari penyimpangan.

Konsumsi Makanan Halal
Produsen yang telah memperoleh sertifikat Halal wajib menjaga status kehalalan produknya melalui penerapan Sistem Jaminan Halal sebagaimana yang telah ditetapkan oleh LP-POM MUI. Pemerintah wajib melakukan pengawasan terhadap kehalalan produk. Pemerintah dan DPR-RI diminta untuk segera menuntaskan pembahasan RUU tentang Jaminan Halal. Osa (republika). http://www.republika.co.id/koran/14/28049.html

Yang paling ramai bahkan dalam pembahasannya pun alot adalah tentang rokok. Di samping alot, baru saja fatwa tentang haramnya rokok secara terbatas, tidak mutlak,  itu terdengar di berita, langsung bersahut-sahutanlah orang luaran (bukan dalam ijtima’) menanggapinya. Di antara yang menanggapi di luaran (bukan dalam sidang ijtima’) adalah ketua umum NU (Nahdlatul Ulama) Hasyim Muzadi, yang mengatakan, merokok tidak merusak kesehatan. Maka tanggapan petinggi NU yang bertolak belakang dengan fatwa MUI itu membuat berang YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia), hingga mau menggugat Hasyim Muzadi.

Beritanya sebagai berikut:

 

YLKI Akan Gugat Ketum NU

Rabu 28 Januari 2009, Jam: 6:05:00

JAKARTA (Pos Kota) – Pro-kontra fatwa merokok di tempat umum haram dikeluarkan MUI terus bergulir. Bahkan pernyataan Ketua Umum PB NU yang bertolak belakang dengan MUI membuat berang YLKI. “Kita akan gugat Ketua Umum PB NU Hasyim Muzadi atas pernyataannya itu,” kata Tulus Abadi, Pengurus Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Selasa (27/1).

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Ketum PB NU) Hasyim Muzadi sebelumnya mengatakan merokok tidak merusak kesehatan. Padahal menurut YLKI secara ilmiah sudah dibuktikan bahaya rokok bagi kesehatan. “Banyak orang berobat ke rumah sakit karena dampak rokok, baik langsung maupun tidak langsung.”

Setiap tahun di Indonesia, orang yang meninggal karena rokok baik langsung atau tidak langsung rata-rata mencapai 422 ribu orang. Angka ini jauh lebih besar dibandingkan dengan kasus kecelakaan transportasi yang hanya 30 ribu orang/tahun. YLKI sangat setuju dan mendukung Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mengharamkan merokok.

Sebelum MUI mengeluarkan fatwa tersebut, YLKI mengagendakan usulan kenaikan tarif cukai atau harga rokok agar konsumsi rokok berkurang.

Menurut Ketua Pusat Studi Kebijakan Publik S Zakaria, sesuai data yang didapatnya, 1998 lalu ada 4 juta orang di seluruh dunia mati karena rokok. Bahkan pada 2030 mendatang diperkirakan meningkat menjadi 10 juta orang.

Di Indonesia, 91,8 persen orang merokok di dalam rumah. Ironisnya, 91 persen perokok adalah masyarakat menengah ke bawah. “Mereka mengeluarkan 7,4 hingga 12 persen dari pendapatannya untuk membeli rokok.” (Pos Kota).

 

Bumerang Kyai NU dan Kyai-kyai Pesantren NU

Tampaknya yang blingsatan dengan adanya fatwa haramnya merokok di tempat umum itu selain pihak pabrik rokok adalah kyai-kyai NU (Nahdlatul Ulama) dan kyai-kyai pesantren NU. Bahkan ada Kyai dari Kudus Jawa Tengah yang begitu gigih melawan akan adanya fatwa MUI tentang rokok sejak awal. (Lihat artikel Kyai Kok Berjuang untuk Rokok, nahimunkar.com 10:07 pm https://www.nahimunkar.org/?p=225#more-225). Sebelum berlangsung ijtima’ MUI, kyai pembela rokok dari Kudus itu sudah mengadakan konferensi pers di Kudus, kemudian berombongan ke Jakarta untuk melabrak MUI Pusat di Jakarta. Bahkan kemudian mereka ini mengadakan ijtima’ tandingan di Padang Panjang Sumatera Barat, kota tempat ijtima’ MUI, bukan dengan nama ijtima’ ulama, tetapi ijtima’ul ummal (yang arti harfiahnya adalah rapat para kuli). Barangkali maksudnya adalah pekerja-pekerja rokok.

 

Disamping itu dikhabarkan pula, 150 kyai pesantren NU berkumpul di Blitar Jawa Timur, bermaksud menolak akan diharamkannya rokok oleh MUI.

 

Ketua Umum NU Hasyim Muzadi dan kyai-kyai NU serta Kyai-kyai pesantren NU sebegitu gigih melawan fatwa MUI tentang haramnya merokok di tempat umum itu tampaknya justru jadi boomerang bagi Kyai-kyai NU sendiri. Selama ini tradisi NU terlihat, apa kata Kyai, biasanya diikuti oleh pengikutnya. Namun dalam hal kyia-kyai NU tampak bersemangat dalam membela rokok, mengakibatkan tradisi tunduk patuh apa kata Kyai itu luntur. Di antara generasi pelajar NU melihat bahwa tingkah polah Kyai-kyai NU yang tampak sekali pro rokok (dengan dalih hanya makruh, padahal makruh itu artinya dibenci, maka harus dijauhi) namun muatannya adalah mempertahankan agar lestari mengisap rokok, maka mereka yang masih berstatus pelajar NU itu surut dari keikut sertaan dalam tradisi manut (tunduk) pada apa kata Kyai.

 

Alhamdulillah, sudah ada sedikit perbaikan, para pelajar NU itu tidak ikut-ikutan membela rokok di belakang kyai-kyai NU. Tetapi lebih ikut kepada sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa salam. Dalam hadits shahih, ada pemimpin yang menyuruh pengikutnya untuk masuk ke dalam api, tetapi kemudian ada yang mencegahnya, dengan cara bertanya dulu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ternyata selamatlah mereka karena tidak  mau mengikuti kata pemimpin yang menjerumuskan itu. Andaikata mereka ikut saja perintah masuk ke dalam api itu maka tidak selamat dunia dan akherat. Inilah haditsnya:

  1090 حَدِيثُ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ : أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعَثَ جَيْشًا وَأَمَّرَ عَلَيْهِمْ رَجُلًا فَأَوْقَدَ نَارًا وَقَالَ ادْخُلُوهَا فَأَرَادَ نَاسٌ أَنْ يَدْخُلُوهَا وَقَالَ الْآخَرُونَ إِنَّا قَدْ فَرَرْنَا مِنْهَا فَذُكِرَ ذَلِكَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لِلَّذِينَ أَرَادُوا أَنْ يَدْخُلُوهَا لَوْ دَخَلْتُمُوهَا لَمْ تَزَالُوا فِيهَا إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَقَالَ لِلْآخَرِينَ قَوْلًا حَسَنًا وَقَالَ لَا طَاعَةَ فِي مَعْصِيَةِ اللَّهِ إِنَّمَا الطَّاعَةُ فِي الْمَعْرُوفِ * (البخارى  ومسلم)

1090 Diriwayatkan dari Ali ra, ia berkata: Bahawa Rasulullah s.a.w telah mengutus satu pasukan tentara dan baginda telah melantik seorang lelaki sebagai pemimpin tentara itu. Lelaki tersebut telah menghidupkan api dan berkata: Kamu semua masuk ke dalam api itu. Maka sebahagian dari tentara ingin memasuki ke dalam api tersebut dan sebahagian dari tentara yang lain berkata: Kami telah melarikan diri dari api. Perkara itu dilaporkan kepada Rasulullah s.a.w, lalu baginda bersabda kepada orang-orang yang ingin memasuki api tersebut: Sekiranya kamu memasukinya niscaya kamu akan terus berada di dalamnya sehingga Hari Kiamat dan Nabi berkata kepada pihak satu lagi dengan kata-kata yang baik serta bersabda: Jangan mentaati perintah untuk melakukan maksiat kepada Allah tetapi taatilah dalam perkara kebaikan. (Muttafaq ‘alaih/ Al-Bukhari dan Muslim).

Dalam hal pelajar NU tidak mengikuti kyai-kyai NU dan kyai-kyai pesantren NU yang membela rokok tetapi justru mendukung fatwa MUI tentang haramnya rokok itu di antaranya dimuat oleh situs GP Anshor yang merupakan pemuda NU pula. Beritanya sebagai berikut:

Pelajar NU Dukung Fatwa Haram Rokok

Tuesday, 27 January 2009 10:26

Jakarta (GP-Ansor): Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) mendukung fatwa haram rokok bagi anak-anak, pelajar dan remaja yang diputuskan Majelis Ulama Indonesia (MUI).
“Rokok jelas-jelas membawa kerusakan, terutama bagi remaja, dan sama sekali tidak ada manfaat dan kebaikan yang didapatkan dari perbuatan merokok,” kata Ketua Umum Pengurus Pusat IPNU Idy Muzayyad di Jakarta, Selasa.

Bagi anak-anak dan remaja yang belum berpenghasilan, katanya, kebiasaan merokok akan membawa dampak pemborosan dan menambah beban orang tua.

Idy berharap fatwa tersebut tidak akan menjadi “macan kertas” . Oleh karena itu, umat Islam di segala bidang, khususnya di lingkungan dunia pendidikan, harus mendukung dan mengikutinya.

“Kepala sekolah dan para guru perlu segera menyambut baik fatwa ini dengan memberikan larangan dan anjuran tegas kepada pelajar untuk tidak merokok, baik di sekolah maupun di luar sekolah,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, diperlukan kesadaran masyarakat, khususnya kalangan remaja dan pelajar, untuk mematuhi fatwa tersebut demi kebaikan mereka sendiri sebagai generasi muda bangsa yang harus sehat dan berintegritas kuat.

Idy berharap 347 pengurus cabang IPNU di seluruh Indonesia turut membantu menyosialisasikan fatwa itu agar berjalan di masyarakat. (ant) (http://www.gp-ansor.org/berita/pelajar-nu-dukung-fatwa-haram-rokok.html).

Perlu diketahui, rokok jelas mengandung bahaya, bahkan bisa menjadi mesin pembunuh. Beritanya sebagai berikut:

Sehari 1.174 Orang Mati Karena Rokok

Oleh: Tim dakwatuna.com


Kirim

dakwatuna.com – RoL– Rokok merupakan salah satu penyebab kematian utama di dunia dan merupakan satu-satunya produk legal yang membunuh sepertiga hingga setengah penggunanya dengan korbannya rata-rata meninggal 15 tahun lebih cepat. Menurut WHO, tahun 2008 diperkirakan 5,4 juta orang meninggal per tahunnya karena rokok.

Di Indonesia menurut laporan Badan Khusus Pengendalian Tembakau Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat (TCSC- IAKMI) diperkirakan 427.948 kematian pertahunnya atau dalam sehari ada sekitar 1.172 orang meninggal karena rokok.

”Fakta-fakta di atas menunjukkan bahwa penghentian rokok merupakan suatu hal yang wajib dilakukan. Berbagai penelitian menunjukkan 70-80 persen perokok sebenarnya ingin berhenti merokok, namun berbagai faktor termasuk //social pressure// yang kuat mempersulit terwujudnya hal ini,” kata Dra Yayi Suryo Prabandari Msi PhD, peneliti Pusat Kajian Bioetika dan Humaniora Kesehatan Fakultas Kedokteran UGM, di Fakultas Kedokteran UGM, Senin.

Yayi mengungkapkan saat ini rokok merupakan salah satu penyebab kematian utama di dunia. Bahkan disebutkan oleh Yayi, sekarang rokok merupakan mesin pembunuh yang legal di dunia ini. (    15/8/2008 | 12 Sya’ban 1429 H | Hits: 1.452, http://www.dakwatuna.com/2008/sehari-1174-orang-mati-karena-rokok/)

Walaupun bahaya rokok seperti itu, namun para Kyai NU dan Kyai-kyai pesantren NU tampaknya tidak sayang-sayang kepada para pengikutnya, bahkan masih tetap mempertahankan apa yang mereka sendiri menghukuminya makruh (dibenci) di dalam Islam itu.

Demikianlah, gonjang-ganjing masalah fatwa rokok.dari awal sudah hangat, pembahasannya pun alot, dan begitu keluar fatwa tentang rokok, ramailah tanggapan-tanggapan yang muncul. Mereka memuntahkan isi hati. Istilah kata, menurut seorang ulama Betawi (Jakarta), isi hati itu ibarat isi kendi (wadah air dari tanah). Kalau kendi itu isinya air mawar maka rembesannya ya air mawar. Tetapi kalau isi kendi itu karbol ya rembesannya karbol.

Lha kalau tiap hari diisi dengan asap rokok? Ya rembesannya adalah….

Wallahu a’lam bis showaab. (haji).