Khianat, MUI Jakarta Utara Kerjasama dengan Aliran Sesat Syiah

إِنَّ شَرَّ النَّاسِ ذُو الْوَجْهَيْنِ الَّذِي يَأْتِي هَؤُلَاءِ بِوَجْهٍ وَهَؤُلَاءِ بِوَجْهٍ

Sejelek-jelek manusia adalah orang yang bermuka dua, dia datang kesini dengan satu sikap & bila datang ke yang lain dengan sikap yg lain. [HR. Muslim No.4715].

Bagaimana tidak disebut khianat. MUI dalam Munasnya 1984 telah menegaskan untuk mewaspadai bahaya syiah.

Bahkan Sekjen MUI menegaskan, Keputusan Munas MUI 1984 yang Menolak Syiah, Lebih Tinggi Dibanding Fatwa Sesatnya Syiah

https://www.nahimunkar.org/keputusan-munas-mui-1984-yang-menolak-syiah-lebih-tinggi-dibanding-fatwa-sesatnya-syiah/

 

Keputusan itu masih ditegaskan lagi dalam Rakernas MUI 2014:

Tingkatkan Kewaspadaan terhadap Syiah, Itulah Rekomendasi Rakernas MUI 2014. https://www.nahimunkar.org/tingkatkan-kewaspadaan-terhadap-syiah-itulah-rekomendasi-rakernas-mui-2014/

Namun tahu-tahu, MUI Jakarta Utara bekerjasama dengan aliran sesat syiah.

Oleh karena itu, tokoh MUI Jatim Habib Zein Alkaf berseru:  MUI Pusat Harus Pecat MUI Jakarta Utara karena Bekerjasama dengan Syi’ah.

Ketika MUI secara resmi telah mengeluarkan rekomendasi bahkan berkali-kali tentang seruan meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya syiah, namun MUI pula (dalam kasus ini MUI Jakarta Utara) secara resmi mengadakan kerjasama dengan aliran sesat syiah, maka tidak ada kata lain, pasti itu bermuka dua. Padahal, betapa tegasnya Nabi Muhammad shalalahu ‘alaihi wa sallam mengecam manusia yang bermuka dua, apalagi labelnya Ulama lagi.

***

Celaan Bagi Orang yang Bermuka Dua

Hadits Muslim 4714

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى قَالَ قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ مِنْ شَرِّ النَّاسِ ذَا الْوَجْهَيْنِ الَّذِي يَأْتِي هَؤُلَاءِ بِوَجْهٍ وَهَؤُلَاءِ بِوَجْهٍ

Sejelek-jelek manusia adl orang yg bermuka dua, dia datang kesini dgn satu sikap & bila datang ke yg lain dgn sikap yg lain. [HR. Muslim No.4714].

Hadits Muslim 4715

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا لَيْثٌ ح و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رُمْحٍ أَخْبَرَنَا اللَّيْثُ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ عِرَاكِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ شَرَّ النَّاسِ ذُو الْوَجْهَيْنِ الَّذِي يَأْتِي هَؤُلَاءِ بِوَجْهٍ وَهَؤُلَاءِ بِوَجْهٍ

Sejelek-jelek manusia adalah orang yg bermuka dua, dia datang ke sini dgn satu sikap & bila datang ke yg lain dgn sikap yg lain. [HR. Muslim No.4715].

Hadits Muslim 4716

حَدَّثَنِي حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى أَخْبَرَنِي ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي يُونُسُ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ حَدَّثَنِي سَعِيدُ بْنُ الْمُسَيَّبِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ح و حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ عُمَارَةَ عَنْ أَبِي زُرْعَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَجِدُونَ مِنْ شَرِّ النَّاسِ ذَا الْوَجْهَيْنِ الَّذِي يَأْتِي هَؤُلَاءِ بِوَجْهٍ وَهَؤُلَاءِ بِوَجْهٍ

Kalian akan menjumpai seburuk-buruk manusia, yaitu orang yg bermuka dua, dia datang ke sini dengan satu sikap & bila datang ke yang lain dengan sikap yg lain. [HR. Muslim No.4716].

http://www.mutiarahadits.com/41/68/76/celaan-bagi-orang-yang-bermuka-dua.htm

Selanjutnya, inilah beritanya.

***

Habib Zein Alkaf: MUI Pusat Harus Pecat MUI Jakarta Utara karena Bekerjasama dengan Syi’ah

 Antisyiah

JAKARTA– Ketua Front Anti Aliran Sesat (FAAS) Habib Achmad Zein Alkaff menjelaskan bahwa dengan alasan apapun, organisasi atau elemen Islam yang masih mengatasnamakan Ahlu Sunnah Wal Jama’ah sampai kapanpun tidak boleh bekerjasama dengan aliran sesat Syi’ah.

Sebab hal itu bukannya menguntungkan umat Islam di Indonesia yang mayoritas berpaham Ahlu Sunnah Wal Jama’ah, tapi justru menguntungkan kaum Syi’ah. Untuk itu, lanjut Habib Zein, umat Islam di Indonesia jangan sampai memberikan panggung berbicara kepada dedengkot Syi’ah.

Anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur (Jatim) ini juga mengecam kerjasama antara MUI Jakarta Utara dengan ormas aliran sesat Syi’ah, Organization of Ahlulbayt for Social Support and Education (OASE) saat mengadakan acara seminar nasional di Kantor Walikota Jakarta Utara, pada Sabtu (9/5/2015) pagi. (Baca:Parah!! MUI Jakarta Utara Kerjasama dengan Ormas Syi’ah Dalam Seminar Radikalisme)

A’wan Suriyah PWNU Jatim ini menyatakan jika para pengurus MUI Jakarta Utara yang bekerjasama dengan ormas Syi’ah itu telah berkhianat kepada MUI. Mereka juga telah dibeli oleh Syi’ah dan sudah dicuci otaknya oleh tokoh-tokoh Syi’ah.

“Paling tidak ada reaksi dari MUI Pusat berbentuk teguran atau lebih tegas kepada MUI Jakarta Utara. Intinya MUI Pusat harus tegas,” tegas Habib Zein kepada Panjimas.com pada Ahad (10/5/2015) sore via pesan singkat.(Baca: Kerjasama dengan Ormas Syi’ah MUI Jatim: MUI Jakarta Utara Telah Dibeli Syi’ah & Khianati MUI)

Seperti diberitakan Panjimas.com sebelumnya, salah satu ormas Syi’ah yang bergerak di bidang sosial dan pendidikan, Organization of Ahlulbayt for Social Support and Education (OASE) bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jakarta Utara dalam acara seminar nasional bertajuk “Menangkal Paham Radikalisme Dalam Dunia Pendidikan” di Kantor Walikota Jakarta Utara, pada Sabtu (9/5/2015) pagi.

Acara yang digelar di Gedung Yos Sudarso Lantai 2 Kantor Walikota Jakarta Utara itu menghadirkan empat pemateri. Mereka adalah Sekretaris Komisi Kajian dan Litbang MUI DKI Jakarta Robi Nurhadi, Kasubdit BNPT atau Wakil Ketua PBNU Muslih Nasuha, Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta Zuhairi Misrawi, Dr Zuhdi Zaini dan Ketua Umum IJABI sekaligus Dewan Syuro OASE Jalaluddin Rahmat.

“Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jakarta Utara periode 2015. Mengadakan program-program kegiatan seperti seminar sekitar soal radikalisme wabil khusus dalam dunia pendidikan. Sekaligus dalam rangka untuk memperingati hari Pendidikan Nasional,” ujar seorang panitia saat membacakan laporan pertanggungjawaban. [GA](Panjimas.com) SELASA, 23 RAJAB 1436H / MAY 12, 2015

(nahimunkar.com)

(Dibaca 10.689 kali, 1 untuk hari ini)